Terbit: 21 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan kolesterol hingga 300 miligram setiap hari jika tidak ingin meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau bahkan serangan jantung. Jika kita mengkonsumsinya lebih dari batasan tersebut, maka kadar kolesterol jahat di dalam tubuh akan naik dengan signifikan dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah.

Waspada, Setelah Makan Ini Kadar Kolesterol Bisa Meningkat Dengan Cepat

Berikut adalah beberapa makanan yang bisa meningkatkan kolesterol dengan cepat setelah dikonsumsi.

Kerang
Kerang, lobster, dan udang sudah dikenal luas sebagai makanan yang kaya akan kandungan kolesterol. Apalagi jika kita mengolahnya dengan cara digoreng yang membuatnya kaya akan lemak trans. Hal ini akan membuat kadar kolesterol naik dengan cepat setelah kita mengkonsumsinya.

Mentega
Kerap digunakan sebagai pengganti minyak saat memasak, mentega yang kaya akan lemak trans dan sodium ternyata bisa memicu peningkatan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dengan cepat. Kerap mengkonsumsinya juga bisa memicu masalah hipertensi.

Daging merah
Daging merah dari kambing atau sapi kaya akan kandungan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Pakar kesehatan lebih merekomendasikan konsumsi dada ayam yang tidak memiliki kadar kolesterol terlalu tinggi.

Junk food
Makanan cepat saji, apalagi yang digoreng dengan minyak akan memiliki kandungan lemak trans sangat banyak sehingga setelah dikonsumsi akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dengan cepat.

Hati sapi
Setiap 100 gram hati sapi sudah memiliki 564 miligram kolesterol. Jumlah ini sudah melebihi batasan aman dari asupan kolesterol harian sehingga sebaiknya tidak sering-sering kita konsumsi.

Agar tidak mudah terkena masalah kolesterol tinggi, pastikan untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah dan rajin berolahraga. Sesekali mengkonsumsi makanan berkolesterol boleh-boleh saja untuk dilakukan asalkan tidak berlebihan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi