Terbit: 7 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bunda, Anda ternyata tidak hanya perlu memerhatikan kondisi kesehatan selama hamil, namun juga setelah melahirkan. Pada beberapa wanita dapat mengalami serangan jantung setelah melahirkan meskipun ia tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Mengapa?

Waspada Serangan Jantung Setelah Melahirkan

Penyebab serangan jantung setelah melahirkan

Kondisi serangan jantung setelah ibu melahirkan umumnya disebabkan oleh adanya robekan di dinding pembuluh arteri secara tiba-tiba. Secara medis kondisi ini disebut dengan diseksi arteri koroner spontan atau spontaneous coronary artery dissection (SCAD).

Dikutip dari Mayo Clinic, diseksi arteri koroner spontan ini paling sering menyerang wanita di suia 40-50an meskipun dapat terjadi pada semua usia atau pada pria. Yang perlu diwaspadai, diseksi arteri koroner spontan ini bisa terjadi pada orang yang tidak pernah memiliki riwayat jantung sebelumnya.

Diseksi arteri koroner spontan dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak didiagnosis dengan tepat dan diobati segera.

Gejala diseksi arteri koroner spontan setelah melahirkan

Ibu yang baru melahirkan perlu lebih cermat memerhatikan gejala serangan jantung seperti detak jantung yang semakin cepat atau sesak napas. SCAD cukup sulit dideteksi karena sobekan pembuluh darah umumnya tidak menunjukkan gekala yang berarti.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Beberapa gejala yang perlu Anda waspadai sebagai serangan jantung di antaranya badan terasa kelelahan atau berkeringat lebih banyak dari biasanya, sesak napas, mual, pusing, dan nyeri di lengan, punggung, bahu, leher atau rahang. Bila Anda mengalami keluhan tersebut segera sampaikan ke dokter untuk mendapat penanganan.

Penanganan diseksi arteri koroner spontan

Penanganan diseksi arteri koroner spontan akan disesuaikan dengan kondisis kesehatan Anda dan juga seberapa besar robekan yang terjadi. Umumnya kondisi ini akan ditangani dengan obat-obatan pengencer darah dan pemberian obat untuk mengembalikan aliran darah ke jantung. Pada beberapa kasus, pasien akan dipasangi ring jantung melalui pembedahan arteri.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi