Terbit: 3 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ngidam merupakan hal yang wajar dialami ketika hamil. Namun ketika permintaan ngidam menjadi tidak wajar, Anda perlu waspada kondisi ini dapat mengarah ke gangguan kesehatan yang lain.

Waspada, Ngidam Baking Soda dapat Mengganggu Fungsi Jantung

Photo Credit: Reader’s Digest

Umumnya ibu hamil ngidam makanan yang lezat dan menggugah selera. Tetapi ada juga ibu hamil yang mengalami ngidam beberapa hal tidak wajar seperti ngidam soda kue atau memakan batu. Kondisi ngidam tidak wajar ini disebut pica. Umumnya yang diinginkan bukanlah makanan seperti ngidam soda kue, tanah liat, atau es batu. Para ahli menduga kondisi ngidam ini berkaitan dengan gangguan kondisi jantung.

Dilansir dari Live Science, seorang pasien berusia 35 tahun mengeluh lemas dan pusing di usia kehamilan yang memasuki 37 minggu. Ia mengaku ngidam baking soda selama kehamilan. Dalam sehari ia bisa menghabiskan lebih dari 450 gram baking soda.

Ketika diperiksa, pasien ini memiliki detak jantung yang tidak teratur, otot kaki yang lemah dan kadar potasium rendah. Potasium adalah sejenis elektrolit yang penting bagi otot dan saraf, khususnya bagi otot jantung.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Menurut para dokter yang memeriksa pasien tersebut, rendahnya kadar potasium menyebabkan kondisinya lemas dan detak jantung yang tidak beraturan. Namun dokter masih belum menemukan penyebab mengapa kadar potasium di tubuhnya begitu rendah.

Hasil pemeriksaan tersebut juga menyebabkan wanita mengalami peripartum cardiomyopathy, yaitu kondisi ketika otot jantung melemah dan tidak mampu memompa jantung dengan baik. Hal ini dapat terjadi pada satu dari 1.300-1.500 kelahiran dan baru didiagnosa pada akhir trimester kehamilan.

Konsumsi baking soda berlebihan yang kandungan utamanya adalah sodium bikarbonat dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Ketika pasien tersebut diminta untuk berhenti mengonsumsi baking soda, terbukti kadar potasiumnya kembali normal meskipun masih mengalami cardiomyopathy ringan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi