Terbit: 15 April 2021 | Diperbarui: 16 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bintik merah pada bayi adalah hal yang umum terjadi dan sebagian besar adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab hingga pengobatan yang bisa Anda lakukan.

Bintik Merah pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bintik Merah pada Kulit Bayi

Terdapat banyak alasan potensial mengapa bayi mengalami bintik merah atau ruam. Pada kasus yang ringan, keadaan ini muncul saat Anda beralih ke sabun dengan merek lain. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab lain munculnya bintik merah pada bayi, di antaranya:

1. Cradle Cap

Cradle cap atau dermatitis seboroik adalah ruam yang muncul di sekitar kulit kepala. Keadaan ini menghasilkan bercak kekuningan, berminyak, dan tampak bersisik.

Perlu diketahui, cradle cap bukanlah keadaan yang harus dikhawatirkan karena gangguan ini dapat hilang tanpa perawatan khusus. Selain itu, kondisi ini juga jarang menimbulkan gejala yang membuat bayi tidak nyaman.

2. Eksim

American Academy of Dermatology Association (AAD) mengungkapkan bahwa pada tahun pertama kehidupan 60% bayi akan mengalami eksim. Eksim menyebabkan kulit merah dan kering yang biasanya terasa gatal dan kasar saat disentuh. Meskipun tidak ada obat untuk eksim, perawatan sederhana dapat membantu mengurangi gejala seperti mencuci, melembapkan, dan mengurangi paparan pemicu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

3. Ruam Popok

Ruam popok menyebabkan kulit memerah dan biasanya muncul di sekitar bokong atau selangkangan. Keadaan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi. Menjaga kedua area tersebut tetap kering dan bersih dapat mencegah munculnya ruam.

4. Jerawat

AAD menyatakan bahwa jerawat memengaruhi sekitar 20% bayi baru lahir. Keadaan ini umum terjadi ketika bayi berusia 2 minggu, tetapi dapat berkembang kapan saja sebelum usia 6 minggu. Jangan menggunakan obat atau produk perawatan jerawat yang umum digunakan oleh orang dewasa. Jerawat bisa hilang dalam beberapa minggu tanpa perawatan khusus.

5. Impetigo

Bintik merah pada wajah bayi juga bisa disebabkan oleh impetigo. Ini adalah infeksi kulit menular yang banyak dialami oleh bayi serta anak-anak. Infeksi ditandai dengan munculnya benjolan dan rasa gatal.

Meski seseorang sudah mengalami infeksi, gejala tidak langsung muncul. Gejala umumnya terlihat setelah 4-10 hari sejak pertama kali terpapar bakteri. Gejala yang muncul juga bervariasi tergantung jenis yang Anda alami.

Tanpa pengobatan apa pun, impetigo dapat tetap menular lebih lama hingga beberapa minggu. Meski begitu, keadaan ini jarang menimbulkan masalah yang serius dan biasa sembuh tanpa komplikasi.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi

6. Penyakit Kelima

Penyakit kelima atau fifth disease merupakan penyebab umum timbulnya bintik merah pada bayi dan demam pada anak-anak. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) parvovirus B19 adalah virus yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut, dokter terkadang menyebutnya erythema infectiosum.

Penyakit kelima sering muncul sebagai ruam merah di pipi, tetapi bisa muncul di bagian tubuh lain. Selain ruam, bayi mungkin mengalami pilek dan demam.

7. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah penyebab umum ruam atau bintik merah pada bayi. Menurut CDC, keadaan ini umumnya terjadi di bawah usia 5 tahun, tetapi siapa pun bisa mendapatkannya. Beberapa gejala yang bisa terjadi, antara lain:

  • Demam.
  • Luka di mulut.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya selera makan.
  • Ruam atau bintik merah pada kulit di dekat tangan, kaki, atau mulut yang mungkin melepuh.

8. Reaksi alergi

Reaksi alergi dapat menyebabkan ruam pada kulit bayi. Ruam alergi atau gatal-gatal, sering kali berwarna merah dan menimbulkan benjolan pada kulit.

Reaksi tersebut dapat terjadi karena makanan, sengatan, gigitan, atau obat-obatan. Reaksi ringan biasanya hilang tanpa pengobatan.

9. Ruam Panas

Bayi dan orang dewasa bisa mengalami ruam panas. Ruam biasanya muncul sebagai kumpulan bintik-bintik merah muda yang muncul karena kepanasan. Ruam yang terjadi mungkin terlihat melepuh. Meski begitu, tidak ada penyakit atau demam yang berhubungan dengan ruam panas.

10. Kurap (Tinea)

Kurap adalah infeksi kulit ringan menular yang menyebabkan ruam merah dengan bentuk seperti lingkaran. Keadaan ini bisa terjadi seluruh bagian tubuh, namun area yang paling umum adalah kulit kepala, kaki, dan selangkangan bayi.

11. Biduran (Urtikaria)

Biduran adalah ruam merah dan gatal yang dapat muncul di bagian tubuh mana pun, namun lebih sering terjadi di dada, perut, punggung, tenggorokan, atau tungkai. Keadaan ini biasanya hilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan apa pun. Jika ruam tidak kunjung menghilang, Anda harus menemui dokter.

Baca Juga: 10 Produk Perawatan untuk Bayi Baru Lahir

Penanganan Bintik Merah Pada Bayi

Setelah Anda mengetahui berbagai kemungkinan penyebab bintik merah pada kulit bayi, hal penting lainnya yang harus diketahui adalah perawatan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Pada dasarnya, perawatan tergantung beberapa faktor seperti bagaimana kondisi kesehatan secara keseluruhan, apakah anak mengalami gejala penyakit lain, seberapa cepat bintik merah muncul, apakah bintik terjadi di satu tempat/beberapa area tubuh, apakah ruam membuat anak tidak nyaman, atau apakah anak terpapar produk perawatan kulit baru.

Secara umum, berikut adalah beberapa perawatan umum yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Infeksi kulit akibat bakteri harus diobati dengan antiseptik topikal atau pengobatan antibakteri. Perawatan topikal biasanya cukup, tetapi antibiotik oral terkadang diperlukan. Jika lesi luas atau menyebar, segera hubungi dokter anak.
  • Berikan antihistamin oral untuk mengurangi gatal dan ruam. Hindari krim antihistamin karena dapat mengiritasi kulit dan memperparah ruam.
  • Obat bintik merah pada bayi baru lahir adalah lotion calamine. Pada kasus ruam gatal yang terlokalisasi, oleskan krim hidrokortison 1% jika ruam bukan akibat jamur, cacar air, atau infeksi bakteri.

Jika anak Anda baru saja mengonsumsi obat baru dan mengalami ruam, segera konsultasikan dengan dokter.

 

  1. Anonim. Common childhood rashes. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/common-childhood-rashes. (Diakses pada 15 April 2021).
  2. Anonim. Skin Rash Treatment: How to Stop the Itch. https://www.parents.com/health/rashes/skin-rash-treatment-for-children/. (Diakses pada 15 April 2021).
  3. Fletcher, Jenna. 2020. Baby rash: Possible causes and more. https://www.medicalnewstoday.com/articles/baby-rash. (Diakses pada 15 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi