Terbit: 9 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Masyarakat Inggris belakangan ini khawatir dengan keberadaan lalat yang memang sering muncul di musim panas, khususnya di bulan Mei atau Juni. Lalat ini bukanlah lalat biasa, yakni lalat Blanford yang bisa menggigit kaki atau pergelangan kaki agar bisa menghisap darah manusia!

Waspada, Ada Lalat Penghisap Darah!

Dilansir dari The Sun, kasus gigitan lalat Blanford di Inggris mulai meningkat beberapa waktu terakhir dengan gejala seperti pembengkakan, kulit yang melepuh, hingga rasa sakit pada persendian. Kasus pertama dari gigitan lalat ini diketahui berasal dari kawasan Herefordshire.

Menurut para ahli, lalat Blanford memiliki ukuran yang sangat kecil, yakni 2-3 mm, sangat berbeda dengan lalat-lalat yang biasa kita temukan karena memiliki ukuran yang lebih besar. Lalat ini lebih mudah ditemukan di area dekat dengan air seperti sungai atau danau. Lalat Blanford termasuk dalam lalat yang terbang cukup rendah dari tanah dan lebih mudah ditemukan di awal musim panas seperti sekarang ini.

Di masa lalu, korban gigitan lalat blanford akan mengalami gejala seperti pembengkakan pada kunci paha dan kulit yang melepuh dengan parah. Gejala lainnya bisa berupa rasa sakit pada persendian dan bahkan terkadang bisa memicu demam.

Karen Wright dari Public Health for Herefordshire menyebutkan bahwa saat suhu udara semakin menghangat, maka kasus gigitan lalat Blanford pun cenderung meningkat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

“Masyarakat sebaiknya melindungi tubuhnya jika ingin pergi berlibur ke kawasan seperti sungai atau danau. Gunakan losion anti serangga demi mencegah gigitan lalat ini. Jika sampai tergigit, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter agar bisa mendapatkan obat yang tepat,” ucap Karen.

Beruntung, lalat ini hanya ditemukan di negara-negara Eropa. Belum ada kasus gigitan lalat Blanford yang ditemukan di Asia, termasuk Asia Tenggara.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi