Terbit: 21 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebuah kasus yang cukup aneh namun mengerikan terjadi di Oxford University Hospital. Beberapa pasien di rumah sakit dilaporkan telah terinfeksi Japanese fungus candida auris, sejenis jamur super yang menyerang ketiak pasien dan bisa saja memicu dampak buruk bagi kesehatan. Yang menjadi masalah adalah, jamur ini menular dari satu pasien ke pasien lainnya melalui thermometer yang digunakan secara bergantian oleh pasien.

Waspada, Ada Jamur Mematikan yang Suka Hinggap di Ketiak!

Dilansir dari Mirror, meskipun thermometer ini sudah dicuci bersih sebelum dipakai oleh pasien, tetap saja jamur ini bisa menular dan hidup pada kulit. Jika sampai dibiarkan, jamur ini bisa melemahkan sistem imun tubuh sekaligus memicu berbagai komplikasi berbahaya yang sangat mematikan.

Tahun lalu, laboratorium senjata kimia Inggris Porton Down menyebutkan bahwa 200 pasien dari 3 rumah sakit yang berbeda juga mengalami masalah yang sama sehingga harus menggunakan disinfektan dan antiseptic untuk mengatasinya. Yang menjadi masalah adalah, jamur ini ternyata tidak mempan diberi obat anti jamur. Hal ini membuat jamur ini masih menyebar di berbagai tempat hingga saat ini.

Pakar kesehatan dari Oxford University Hospital menyebutkan bahwa dari 66 pasien yang menggunakan thermometer yang sudah terpapar jamur ini, 57 diantaranya sudah dipastikan terinfeksi. Sayangnya, karena para pasien juga kerap membutuhkan thermometer untuk mengetahui kondisi kesehatannya, penggantian thermometer dengan yang baru sepertinya juga tidak akan memberikan jawaban bagi kasus ini.

Pihak rumah sakit pun akan segera mengecek seluruh peralatan rumah sakit yang kerap dipakai bersama oleh pasien demi mengatasi kasus ini. Selain itu, tujuh pasien yang mengalami infeksi yang cukup parah akibat dari jamur ini sudah dirawat secara intensif sehingga nyawanya masih bisa terselamatkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Semoga saja kasus jamur mematikan ini tidak sampai ke Indonesia ya?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi