Obat Warfarin: Fungsi, Manfaat, Dosis dan Indikasi (1)

Pernahkah Anda menemui seorang penderita penyakit stroke atau sakit jantung? Apa salah satunya adalah rekan atau kerabat Anda sendiri ada yang menderita penyakit tersebut? Jika benar, mungkin Anda pernah menemani mereka menemui dokter untuk melakukan konsultasi terhadap penyakit yang telah diderita. Lalu Anda tidak akan asing mendengar salah satu nama obat yang dokter anjurkan untuk dikonsumsi. Barangkali obat yang dianjurkan tersebut adalah obat Warfarin. Lalu obat Warfarin obat apa? Obat Warfarin adalah obat pengencer darah (antikoagulan). Obat Warfarin adalah obat yang akan dokter berikan, jika rekan atau kerabat Anda menderita penyakit store atau jantung.

Penggunaan dari obat Warfarin harus sesuai dengan resep yang telah diberikan oleh dokter supaya tidak terjadi efek samping serius atas penggunaan obat tersebut. Jika pun Anda mengalami beberapa efek samping yang mungkin terjadi, harap segera hubungi dokter Anda atau datangi rumah sakit terdekat untuk mendapat tindakan medis secara tanggap.

Perlu diperhatikan pula penggunaan obat Warfarin untuk ibu hamil dan menyusui, harap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum berniat mengkonsumsi obat tersebut. Penelitian terhadap keamanan bagi ibu hamil dan menyusui belum dilakukan, karena tidak akan informasi mendetail mengenai keamanan penggunaan obat tersebut. Maka dari itu, jika Anda sedang hamil atau pun menyusui, harap berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran yang tepat apakah obat Warfarin tersebut layak untuk dikonsumi atau tidak.

Fungsi Warfarin & Manfaat Warfarin

Manfaat Warfarin adalah untuk mencegah serangan jantung, stroke dan pembekuan darah di dalam pembuluh arteri. Obat Warfarin juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum di dalam panduan pengobatan. Lalu apakah fungi Warfarin? Fungsi obat Warfarin adalah untuk mengurangi pembentukan bekuan di dalam darah.

Setelah Anda mengetahui Warfarin obat apa, mari kenali lebih mendalam mengenai dosis dan indikasi dari penggunaan obat Warfarin di bawah ini untuk menambah wawasan Anda sebelum mengkonsumsi obat tersebut.

nama: Warfarin
Nama dagang: coumadin, jantoven
Kelas: antikoagulan kardiovaskuler, antikoagulan hematologik
Sediaan:
Serbuk untuk injeksi

  • 5mg/vial

tablet

  • 1mg
  • 2mg
  • 5mg
  • 3mg
  • 4mg
  • 5mg
  • 6mg
  • 5mg
  • 10mg

Obat lain yang termasuk kelas antikoagulan kardiovaskuler: apixaban, argatroban, bivalirudin, dabigatran, dalteparin, enoxaparin, heparin, rivaroxaban
Obat lain yang termasuk kelas antikoagulan hematologik: alfa antitrombin, antitrombin III, argatroban, bivalirudin, dabigatran, dalteparin, desirudin, enoxaparin, heparin, lepirudin, konsentrat protein C, rivaroxaban, tinzaparin

Dosis Warfarin dan Penggunaan untuk Dewasa

Untuk trombosis vena

  • Profilaksis dan terapi untuk trombosis vena dan emboli pulmoner (PE)
  • Dosis awal : 2 – 5 mg PO/IV setiap hari selama 2 hari ATAU 10 mg selama 2 hari pada individu yang sehat
  • Dosis awal warfarin LMWH (low molecular weight heparin) pada hari pertama atau kedua atau terapi heparin tidak terfraksinasi dan kondisi tumpang tindih sampai mencapai angka INR (international normalized ratio) diinginkan, LALU HENTIKAN heparin
  • Periksa INR setelah 2 hari dan kontrol dosis sesuai dengan hasil
  • dosis pemeliharaan khas berkisar antara 2 – 10 mg / hari
  • Pertimbangkan dosis berdasarkan genotipe (lihat Pertimbangan Genomic)

Untuk terapi Deep vein thrombosis dan PE

  • Memulai terapi warfarin pada hari 1 atau 2 terapi antikoagulasi parenteral (misalnya, LMWH atau heparin tak terfraksinasi)
  • Tumpang tindih warfarin dan obat antikoagulan parenteral lain selama setidaknya 5 hari sampai mencapai INR diinginkan (INR dengan nikali > 2,0) dipertahankan selama 24 jam, kemudian menghentikan terapi parenteral

Rentang INR dan durasi terapi

  • Menjaga INR dengan nilai 2,0-3,0
  • DVT atau PE karena operasi: Pengobatan dengan durasi 3 bulan
  • Risiko (reversibel) faktor yang menginduksi DVT atau PE: Pengobatan durasi 3 bulan
  • DVT atau PE proksimal tanpa terprovokasi dengan risiko perdarahan rendah atau sedang: pertimbangan untuk memperpanjang pengobatan dengan analisis risiko dan manfaat dibatasi jangka waktu tertentu (misal , tahunan)
  • DVT atau PE proksimal tanpa terprovokasi dengan risiko perdarahan tinggi: durasi Pengobatan 3 bulan
  • DVT distal tanpa terprovokasi terlepas dari risiko perdarahan: durasi Pengobatan 3 bulan
  • DVT tak beralasan atau PE sekunder dengan risiko perdarahan rendah atau sedang: pengobatan diperpanjang
  • DVT tak beralasan atau PE sekunder dengan risiko perdarahan tinggi: durasi Pengobatan 3 bulan
  • DVT / PE dan kanker aktif: pengobatan diperpanjang, dengan analisis risiko-manfaat berkala (ACCP menyarankan LMWH selama terapi antagonis vitamin K)
  • Pencegahan tromboemboli vena total artroplasti lutut, artroplasti total pinggul, dan operasi patah tulang pinggul: durasi pengobatan minimal 10-14 hari, dengan rekomendasi untuk memperpanjang terapi rawat jalan untuk 35 hari (ACCP menyarankan LMWH lebih vitamin K terapi antagonis)
Demikian informasi tentang obat Warfarin. Selain informasi di atas, Anda masih bisa membaca informasi yang lebih lengkap tentang obat ini di halaman selanjutnya. Selalu gunakan obat sesuai petunjuk dokter dan selalu perhatikan anjuran penggunaan dari obat Warfarin.