Wanita Karier Lebih Rentan Terkena Diabetes

efek-kopi-berlebihan-pada-wanita-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com– Menjadi wanita karier masih menjadi hal yang diperdebatkan banyak pihak. Jika Anda adalah seorang wanita karier, ada baiknya Anda harus menjaga gaya hidup tetap sehat karena sebuah penelitian ternyata menunjukkan fakta bahwa wanita karier rentan diabetes dan risikonya pun lebih tinggi.

Dalam penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul BMJ Open Diabetes Research and Care ini, dihasilkan fakta bahwa wanita yang bekerja dengan waktu 45 jam atau lebih setiap minggunya memiliki risiko terkena diabetes 63 persen lebih besar dibandingkan dengan wanita yang bekerja selama 35-64 jam saja dalam seminggu. Fakta ini terungkap setelah para peneliti mengecek kondisi kesehatan 7.065 warga Kanada selama 12 tahun.

Selain faktor pola makan dan jam kerja, para peneliti juga mengecek kebiasaan merokok, berolahraga, mengonsumsi minuman beralkohol, dan indeks massa tubuh. Hanya saja, saat dibandingkan dengan data yang didapatkan pada laki-laki pekerja, hasilnya ternyata cukup berbeda jauh.

Para peneliti mengaku belum mengetahui alasan mengapa peningkatan risiko diabetes pada pria pekerja tidak sama dengan wanita pekerja. Hanya saja, mereka menduga jika hal ini terkait dengan wanita karier yang juga masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan rumah, sesuatu yang tidak dilakukan oleh kebanyakan pria pekerja yang langsung beristirahat setelah berada di rumah.

“Para wanita sebenarnya bekerja dengan lebih banyak, khususnya saat berada di rumah. Tanpa disadari, pekerjaan rumah tangga juga bisa menyebabkan stres. Padahal, stres bisa merusak kesehatan, termasuk mengganggu keseimbangan hormon yang bisa saja mempengaruhi risiko diabetes,” ucap salah satu peneliti bernama Mahee Gilbert Ouimet dari University of Toronto, Kanada.

Penelitian ini juga mengungkap sebuah fakta unik, yakni pekerja yang mendapatkan gaji lebih sedikit namun tetap bekerja dengan keras juga memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bekerja dengan gaji yang lebih banyak. Bisa jadi hal ini juga terkait dengan stres dan ketidakpuasan yang jauh lebih besar.