DokterSehat.Com– Fenomena alam gerhana bulan atau super blue blood moon terjadi malam ini. Masyarakat pun sangat antusias ingin menyaksikan kejadian langka ini karena terakhir kali muncul pada 31 Maret 1866, atau pernah terjadi 152 tahun yang lalu.

gerhana-bulan-doktersehat

Namun ada sebagian warga yang merasa terganggu terhadap kesehatannya. Orang yang mengidap autoimun mengalami flare up, yakni munculnya gejala penyakit yang diakibatkan pengaruh gravitasi bumi.

Seorang perempuan bernama Fatimah Berliana Monika Purba, mengidap Antiphospolipid Syndrome (APS) dan Sjogren’s Syndrome (SS). Menjelang gerhana bulan, Fatimah mengalami flare up beberapa hari ini.

Persis 3 hari lalu, tulisnya di Fecebook, Fatimah merasa sangat sakit pada badannya saat bangun pagi. Bahkan tubuhnya sulit digerakan. Ia juga merasa sesak napas, sakit kepala dan kelelahan.

Fatimah percaya ada hubungan antara bulan purnama dan fenomena gerhana bulan yang akan muncul hari ini, tepatnya malam nanti karena ia selalu marasakan sakit menjelang bulan purnama. Namun belum ada bukti secara ilmiah apa yang dirasakan Fatimah.

Fatimah berbagi pengalamannya ini di akun Facebook pribadi, bertujuan untuk mengedukasi pengalamannya yang mendapatkan pengaruh dari gravitasi bumi hingga merubah sistem hormonalnya, pada teman-teman di media sosial.

Perubahan tersebut bagi para pengidap autoimun, memicu flare up yang terkadang lebih intens.

Fatiman menyarankan bagi pengidap autoimun untuk mengurangi pemakaian handphone yang memicu radiasi, perbanyak istirahat, cukup mineral, dan mengurangi kadar gula pada makanan. Rasa sakit menjelang purnama bisa diantisipasi dengan cara ini.

Sementara dalam kasus lainnya, bahwa sinar bulan purnama mempengaruhi durasi dan kualitas tidur kita, yang dapat menyebabkan suasana hati yang buruk dan perilaku yang tidak menentu. Satu studi menunjukkan orang sehat tidur rata-rata 19 menit lebih sedikit saat bulan purnama.

Dan jika super moon lebih terang dari bulan purnama , Anda pasti membayangkan orang akan mengalami lebih banyak lagi gangguan tidur.

Profesor Duffy mengatakan bahwa efek sinar bulan saat tidur, mungkin minimal di masyarakat modern, mengingat malam hari kita diwarnai oleh polusi cahaya dari lampu jalan yang menerangi jendela dan lampu biru yang dipasang oleh telepon dan komputer kita.

“Kita bisa menderita kurang tidur saat lampu latar lebih terang,” kata Profesor Duffy.

“Ada dampak yang lebih merusak dari telepon Anda, dan khususnya cahaya biru yang terang dari layar telepon Anda daripada cahaya bulan,” pungkasnya.