Cara Menurunkan Berat Badan yang Aman pada Ibu Hamil Obesitas

doktersehat makanan yang harus dijauhi saat hamil
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Wanita yang hamil memang cenderung mengalami peningkatan berat badan khususnya lemak. Hal ini cenderung wajar karena tubuh melakukan adaptasi alaminya untuk membuat janin tumbuh dengan baik. Namun, gemuk yang berlebihan saat hamil juga tidak baik untuk kesehatan ibu hamil.

Kalau Anda mengalami obesitas saat hamil dan tetap dibiarkan begitu saja, bayi yang ada di dalam kandungan akan berisiko alami masalah. Oleh karena itu, coba lakukan penurunan berat badan dengan cara yang tepat sehingga tubuh dan bayi tetap sehat dan bersiap menyambut hari persalinan.

Kalau saat pemeriksaan ke dokter kandungan Anda dikategorikan obesitas, lakukan beberapa tips penurunan berat badan di bawah ini.

  1. Lakukan konsultasi dahulu dengan dokter

Sebelum memutuskan diet, lakukan konsultasi dahulu dengan dokter kandungan. Cari tahu apakah tubuh mengalami obesitas, normal, atau malah kurang berat badannya untuk ukuran wanita hamil. Kalau mengalami obesitas, tanyakan juga seberapa besar kandungan lemaknya yang bertambah.

Dengan panduan dari dokter ini, Anda akan tahu seberapa besar porsi makanan harus dikurangi atau mungkin diganti. Dari panduan ini Anda bisa melakukan pengaturan makan dengan baik sehingga nutrisi untuk diri sendiri dan janin yang ada di dalam kandungan tetap terpenuhi.

  1. Perbaiki pola makan

Perbaiki pola makan dengan baik setelah mengetahui kondisi atau skala obesitasnya. Jauhi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan juga santan. Makanan cepat saji dan gorengan adalah pantangan meski konsumsi dalam jumlah sedikit seminggu sekali tidak masalah.

Perbanyak buah dan sayur yang bisa menguatkan janin di dalam kandungan dan memberikan efek kenyang lama. Terkadang wanita sering makan tidak terkontrol karena lapar secara emosional. Padahal tubuh sudah tercukupi kalorinya dan janin juga mendapatkan nutrisi dengan sempurna.

  1. Jangan mengurangi porsi makan berlebihan

Diet adalah pengaturan pola makan, bukan mengurangi porsi makan dengan sembarangan. Terlebih wanita sedang hamil dan butuh nutrisi yang seimbang untuk dirinya sendiri dan juga janin. Hindari mengonsumsi makanan dengan kalori sedikit, tapi mengenyangkan. Tetap perhatikan takaran karbohidrat, lemak, dan protein.

Mengurangi porsi makan secara berlebihan tanpa ada dasarnya akan merugikan wanita dan janinnya. Mungkin kadar lemak akan mengalami penurunan, tapi dampaknya cukup besar pada tubuh. Jadi, tetap kontrol makanan yang masuk tanpa membatasi atau menguranginya secara berlebihan.

  1. Lakukan olahraga rutin

Lakukan olahraga secara rutin setiap harinya meski sedang hamil. Olahraga yang dijalankan ini tidak boleh terlalu intens dan durasinya lama. Wanita hamil bisa memulainya dengan jalan kaki selama 10-15 menit setiap harinya. Hindari olahraga yang memberikan tekanan besar pada perut.

Tanyakan pada dokter jenis olahraga apa saja yang bisa dilakukan selain jalan kaki. Pastikan olahraganya aman untuk janin dan bisa membantu penurunan lemak yang terlalu berlebih di dalam tubuh.

  1. Selalu ukur berat badan secara berkala

Selalu ukuran berat badan dan bagian tubuh lain yang digunakan untuk mengetahui kadar lemak dan skala obesitas. Pengukuran bisa dilakukan seminggu sekali. Pertimbangkan juga berat janin yang ikut bertambah sehingga aktivitas diet dan olahraga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Dari ukuran yang dicatat itu Anda bisa selalu mengatur dan mengetahui kondisi kegemukan pada tubuh. Meski tubuh tetap tambun, risiko gangguan kehamilan bisa diturunkan sehingga persalinan bisa berjalan dengan lebih lancar.

Inilah lima cara untuk menurunkan berat badan pada wanita hamil obesitas. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda yang hamil atau sedang merencanakannya.