Terbit: 6 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Seorang wanita bernama Sydney V Smith memiliki obsesi yang sangat aneh, yakni ingin memiliki leher yang panjang seperti jerapah. Ia pun berusaha untuk membuat lehernya meregang dengan memakai cincin khusus yang berbentuk kumparan pada lehernya.

Wanita Ini Ingin Memiliki Leher Seperti Jerapah

Dilansir dari Huffington Post, tak hanya ingin memiliki leher panjang yang dianggap bisa membuatnya menjadi lebih cantik, Sydney juga terinspirasi dengan para wanita dari suku Kayan Lahwi yang tinggal di Thailand dan Myanmar yang memakai cincin kumparan dari logam di lehernya. Sebagai informasi, cincin kumparan yang dipakai di leher Sydney memiliki berat mencapai dua kilogram.

Penampilannya yang sangat unik ini membuatnya mulai dikenal luas oleh masyarakat. Tak hanya sempat masuk ke acara televisi Believe It or Not, Sydney bahkan sampai mendapatkan kesempatan untuk masuk di dunia modelling. Sayangnya, dibalik segala hal positif yang menaunginya setelah menggunakan cincin kumparan logam di leher, ia mulai mengalami masalah kesehatan.

Lehernya memang terlihat sedikit lebih panjang, namun tidak benar-benar panjang sebagaimana yang ia harapkan. Selain itu, ia mulai merasa cincin kumparan ini justru mengambil alih kehidupannya dan membuatnya menjadi pribadi yang lebih terisolasi akibat obsesi pada leher panjang secara berlebihan. Sydney pun mulai mengalami gangguan mental akibat hal ini.

Setelah lima tahun terus memakainya, Sydney akhirnya melepas cincin kumparan di lehernya. Lehernya pun terasa sangat kaku dan lemah karena selama bertahun-tahun tak mampu bergerak dengan leluasa. Sydney bahkan sampai harus menjalani terapi fisik demi mengatasi masalah pada lehernya ini.

Menurut Dr. Jonathan Nissanoff dari California, Amerika Serikat, apa yang dilakukan oleh Sydney, yakni menggunakan cincin kumparan pada leher sebenarnya tidak benar-benar memanjangkan lehernya. Setelah melepaskan cincin ini, ukuran lehernya akan kembali seperti semula.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi