Terbit: 24 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu vitamin yang paling penting bagi kesehatan tubuh adalah vitamin D. Kita bisa mendapatkannya dengan rajin menikmati sinar matahari pagi yang hangat dan nyaman. Hanya saja, bagi wanita berhijab yang cenderung menutup tubuhnya dengan banyak kain, apakah mereka tidak akan bisa mendapatkan vitamin D dengan cukup setiap hari?

Wanita Berhijab Rentan Kekurangan Vitamin D?

Dampak Penggunaan Hijab bagi Asupan Vitamin D

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap apa saja penyebab kekurangan asupan vitamin D. Hanya saja, sebagian besar penelitian ini membuktikan bahwa pakaian bukanlah faktor yang menjadi penyebabnya.

Alih-alih mempermasalahkan pakaian, pakar kesehatan justru lebih menekankan pada kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, jarang terpapar sinar matahari karena memilih untuk sering berada di dalam ruangan, hingga takut untuk mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih gelap akibat sinar matahari menjadi penyebab utamanya.

Logikanya, hijab yang membuat pakaian hampir menutupi seluruh bagian tubuh sepertinya akan membuat paparan cahaya matahari berkurang dan akhirnya membuat kita tidak bisa mendapatkan asupan vitamin D dengan cukup, namun menurut penelitian yang dilakukan di berbagai negara seperti Jerman, Malaysia, Saudi Arabia, dan Yordania, disebutkan bahwa mereka yang berhijab namun cenderung sering terpapar sinar matahari pagi tidak mengalami masalah tersebut.

Meskipun intensitasnya menurun, ternyata kehangatan sinar matahari masih bisa menembus pakaian yang tipis sehingga membuat pengguna hijab tetap bisa mendapatkan asupan vitamin D. Hal ini berarti, saat ingin menikmati sinar matahari pagi, pengguna hijab lebih disarankan untuk memakai pakaian yang tidak terlalu tebal.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Proses Pembentukan Vitamin D di Dalam Tubuh

Hanya saja, sebenarnya sinar matahari tidak benar-benar menyediakan vitamin D. Peran sinar matahari, tepatnya sinar ultraviolet B mampu mengaktifkan calon vitamin D bernama 7-dehidrokalsiferol yang biasanya bisa ditemukan dalam makanan berlemak layaknya telur, daging ikan, daging merah, dan kacang-kacangan.

Hal ini berarti, jika kita tidak menerapkan asupan makanan yang seimbang dan tidak mengonsumsi makanan dengan sumber calon vitamin D dengan cukup, bisa jadi akan kekurangan asupan vitamin ini.

Semakin lama kita menikmati sinar matahari pagi, semakin baik proses pembentukan vitamin D pada tubuh. Hanya saja, pakar kesehatan sebenarnya menyebut waktu 10 hingga 15 menit dalam sehari dalam waktu 3 atau 4 kali dalam sepekan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D kita.

Dampak Kekurangan Vitamin D

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa dampak kesehatan yang bisa kita dapatkan jika kekurangan asupan vitamin D. Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Bisa Menyebabkan Osteoporosis

Kekurangan vitamin D akan menurunkan kepadatan dan kekuatan tulang dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kita pun akan lebih rentan terkena masalah osteoporosis atau pengeroposan tulang.

  1. Penyakit Jantung

Mereka yang kekurangan asupan vitamin D cenderung mengalami peningkatan risiko terkena penyakit jantung hingga 3 kali lebih besar. Risiko kematian dini akibat masalah kesehatan ini juga naik 5 kali lipat. Vitamin ini ternyata berpengaruh besar bagi kondisi jantung dan pembuluh darah.

  1. Demensia

Demensia atau gangguan daya ingat parah di usia tua lebih memungkinan terjadi pada mereka yang kekurangan asupan vitamin D.

  1. Depresi

Kekurangan asupan vitamin D bisa meningkatkan risiko terkena depresi dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan vitamin D dalam mempengaruhi fungsi neurotransmitter di dalam otak yang mempengaruhi pelepasan hormon serotonin.

  1. Skizofrenia

Mereka yang kekurangan asupan vitamin D cenderung mengalami peningkatan risiko terkena skizofrenia hingga dua kali lebih besar.

 

Sumber:

  1. Dasman, Hardisman, 2011. Apakah perempuan berjilbab berisiko kurang vitamin D? Riset tunjukkan ada banyak penyebabnya. https://theconversation.com/apakah-perempuan-berjilbab-berisiko-kurang-vitamin-d-riset-tunjukkan-ada-banyak-penyebabnya-120347 (Diakses pada 24 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi