Terbit: 8 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kalau sedang sehat, wanita bisa melakukan seks kapan saja dengan mudah. Mereka bisa melakukannya untuk mendapatkan kehamilan atau sekadar untuk melepaskan libido yang terlalu tinggi. Dengan seks, kebutuhan wanita akan terpenuhi dan bisa puas secara fisik dan psikologi.

5 Kondisi yang Membuat Wanita Harus Setop Bercinta untuk Sementara

Meski wanita bisa melakukan seks kapan saja, kalau beberapa kondisi di bawah ini muncul, mereka disarankan untuk menghentikan seks untuk sementara waktu. Seks hanya akan membuat kondisi semakin parah dan membuat wanita merasakan sakit yang cukup hebat. Berikut kondisi yang membuat wanita harus menghentikan seks untuk sementara waktu.

  1. Mengalami infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah salah satu infeksi yang umum terjadi pada wanita khususnya mereka yang jarang merawat organ seksualnya. Infeksi terjadi karena ada bakteri yang masuk ke dalam vagina dan menyebar hingga ke area saluran kemih yang cukup dalam. Infeksi ini menyebabkan rasa sakit dan panas saat berkemih.

Wanita tidak disarankan untuk melakukan seks saat mengalami infeksi ini karena kondisi infeksi akan parah. Keluar dan masuknya penis bisa menyebabkan infeksi semakin parah karena bakteri dari luar bisa masuk. Selain itu, kemungkinan pria tertular juga ada kalau seks tidak dilakukan dengan sehat.

  1. Perdarahan saat hamil

Wanita yang hamil memang diperbolehkan untuk berhubungan seks khususnya saat trimester kedua dan mendekati melahirkan. Namun, seks yang dilakukan juga harus dengan aturan yang benar. Kalau seks sembarangan dilakukan, kemungkinan terjadi perdarahan di dalam vagina akan tinggi dan mengganggu janin.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Kalau seks yang Anda lakukan dengan pasangan tidak menyebabkan perdarahan dan rasa sakit di dalam vagina atau perut bawah, artinya tidak ada masalah yang terjadi. Tapi kalau sampai ada perdarahan entah cuma fleks atau darah yang mengalir cukup deras, segera hentikan untuk sementara hingga persalinan terjadi.

  1. Foreplay yang kurang intens

Kalau wanita merasakan sakit yang terlalu kuat di dalam vagina padahal sebelumnya tidak, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama foreplay yang dilakukan kurang intens. Seks harus dihentikan sementara atau pasangan menggunakan cairan pelumas tambahan untuk menurunkan gesekan yang menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.

Kemungkinan kedua dari rasa sakit ini adalah wanita mengalami gejala menopause atau cairan pelumas tidak muncul akibat obat tertentu. Kalau sampai hal ini terjadi, seks memang disarankan untuk dihentikan sementara. Kalau ingin melakukan seks kembali, pelumas tambahan wajib disiapkan agar tidak ada rasa sakit.

  1. Pasca melakukan persalinan

Setelah melakukan persalinan, vagina akan mengalami masalah mulai dari memar akibat bayi terlalu besar, vagina sobek, dan masalah lainnya. Seks yang dilakukan saat ini akan membuat wanita lebih banyak mendapatkan sakit ketimbang mendapatkan rasa nikmat.

Setelah melahirkan wanita disarankan untuk puasa seks setidaknya hingga 8 minggu. Vagina juga butuh menyembuhkan diri hingga benar-benar tidak sakit lagi. Kalau sampai vagina dipaksakan untuk seks, kemungkinan terjadi robek atau luka lagi cukup besar.

  1. Mengalami gatal dan alergi

Beberapa wanita ada yang mengalami alergi dengan kondom atau pelumas. Alergi yang dirasakan oleh wanita ini bisa berupa perasaan gatal atau perasaan tidak nyaman lainnya. Beberapa wanita akan mengalami pelepuhan kulit di area vagina dan rasanya sangat tidak nyaman.

Kalau wanita mengalami kondisi ini akan lebih baik menyarankan pasangan mengganti jenis kondom atau pelumas. Jika tidak, seks akan terus menyiksa dan wanita tidak dapatkan orgasme.

Inilah lima kondisi yang membuat wanita harus berhenti bercinta untuk sementara waktu. Semoga bermanfaat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi