Terbit: 2 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Selain pola makan yang sehat dan aktivitas fisik, ada satu hal lain yang harus kita perhatikan jika ingin hidup sehat atau tidak ingin jatuh sakit, yakni dengan mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Pakar kesehatan bahkan menyebut waktu tidur bisa memberikan pengaruh besar bagi risiko terkena serangan jantung.

Waktu Tidur Pengaruhi Risiko Serangan Jantung

Kaitan Antara Waktu Tidur dengan Risiko Serangan Jantung

Penelitian yang dilakukan di Colorado Boulder University dan dipublikasikan hasilnya dalam Journal of the American College of Cardiology menghasilkan fakta bahwa waktu tidur mempengaruhi risiko serangan jantung dengan signifikan.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Massachusetts General Hospital dan Manchester University ini dilakukan dengan mengecek kebiasaan tidur dari 461 ribu partisipan. Para partisipan dengan usia 40 hingga 69 tahun ini juga dicek informasi genetik dan rekam medisnya.

Para peneliti sengaja mengecek para partisipan yang belum pernah terkena serangan jantung dan mengobservasinya dalam waktu tujuh tahun. Hasilnya adalah, para partisipan yang terbiasa tidur dalam waktu kurang dari enam jam cenderung memiliki risiko 20 persen lebih besar terkena serangan jantung.

Tak hanya tidur dalam durasi yang kurang, tidur terlalu lama ternyata juga bisa memberikan dampak yang sama. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa durasi tidur yang ideal adalah tujuh hingga delapan jam setiap malam. Jika sampai tidur lebih dari sembilan jam, maka risiko terkena serangan jantung bisa naik hingga 34 persen.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Bagi para partisipan yang tidur hanya sekitar lima jam setiap malamnya bahkan memiliki risiko terkena serangan jantung hingga 52 persen lebih besar dibandingkan dengan pasangan yang tidur dalam waktu yang ideal.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita lebih cermat dalam mendapatkan waktu tidur yang ideal setiap malamnya demi membuat tubuh kembali bugar dan mencegah datangnya serangan jantung.

Tips Mendapatkan Waktu Tidur Berkualitas

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mendapatkan waktu tidur yang nyenyak dan berkualitas.

Berikut adalah cara yang bisa kita lakukan demi mendapatkan waktu tidur berkualitas.

  1. Jangan Makan di Dekat Waktu Tidur

Jika kita makan di dekat dengan waktu tidur, maka pencernaan akan tetap bekerja dengan keras saat kita beristirahat. Hal ini bisa saja menyebabkan gejala seperti tidak nyaman pada perut, begah, hingga naiknya asam lambung. Hal ini tentu akan membuat tidur menjadi tidak nyenyak.

  1. Mandi Air Hangat

Badan yang bersih, bebas keringat, dan tidak gerah tentu akan membantu kita tidur dengan nyenyak. Demi mendapatkannya, maka kita bisa mandi dengan air hangat di dekat dengan waktu tidur.

Dengan melakukannya, pikiran dan otot-otot juga akan menjadi lebih rileks sehingga menghilangkan stres dan pegal-pegal. Hanya saja, pastikan untuk tidak melakukannya dalam waktu yang terlalu lama demi mencegah masalah kulit kering.

  1. Mengatur Suhu Kamar

Idealnya, suhu kamar yang bisa membantu waktu tidur menjadi lebih nyaman adalah sekitar 18-23 derajat Celcius. Demi mendapatkannya, kita bisa mengendalikan suhu AC, memakai kipas angin, membuka jendela, atau bahkan tidak memakai baju saat tidur.

  1. Hindari Peralatan Elektronik

Tak hanya mematikan lampu kamar, ada baiknya kita tidak lagi memainkan peralatan elektronik seperti ponsel, laptop, atau bahkan televisi di waktu sekitar satu jam sebelum tidur. Paparan layar dari peralatan elektronik akan membuat kita sulit mengantuk dan bisa membuat tidur tidak nyenyak.

Selain itu, pastikan untuk mematikan ponsel di waktu tidur sehingga kita pun tidak akan terganggu notifikasi pesan atau media sosial.

 

Sumber:

  1. Marshall, Lisa. 2019. Sleeping too much—or too little—boosts heart attack risk. https://www.colorado.edu/today/2019/09/02/sleeping-too-much-or-too-little-boosts-heart-attack-risk. (Diakses pada 2Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi