Terbit: 12 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kehamilan pada wanita terjadi kalau pria melakukan penetrasi dan menumpahkan semen yang berisi banyak sperma di dalam vagina. Kalau sperma bisa berenang hingga ke rahim dan menjangkau sel telur di tuba falopi, kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan akan besar. Namun, apakah kehamilan hanya perkara melakukan seks saja?

Pahami Waktu Regenerasi Sperma agar Pasangan Mudah Hamil

Jawabannya adalah tidak, kualitas dari sel telur harus diperhatikan dengan baik. Selanjutnya kualitas dari sperma juga harus diperhatikan. Kalau pasangan memperhatikan hal ini dengan baik, kemungkinan mendapatkan kehamilan akan jauh lebih besar.

Nah, kalau Anda ingin segera mendapatkan momongan, coba perhatikan waktu regenerasi sperma di bawah ini.

Waktu regenerasi sperma

Sperma diproduksi dengan maksimal selama 64 hari. Dalam waktu lebih dari dua bulan ini sperma yang dimiliki pria sebanyak 8 miliar sel. Saat pria berhasil memproduksi sperma dengan maksimal, kemungkinan mereka melakukan pembuahan jadi semakin besar.

Sebenarnya sperma memang dihasilkan setiap harinya. Namun, jumlahnya tidak akan maksimal sehingga kemungkinan mendapatkan kehamilan pun juga rendah. Oleh karena itu beberapa pria disarankan untuk tidak melakukan ejakulasi terlebih dahulu selama beberapa hal agar sel spermanya banyak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Anda tidak disarankan untuk bercinta setiap hari kalau niatnya untuk mendapatkan kehamilan. Jadi, perhatikan baik-baik situasi ini agar menguntungkan Anda dan juga pasangan.

Cara Meningkatkan kualitas dari sperma

Sperma dikatakan berkualitas kalau memenuhi tiga kriteria. Pertama adalah bentuk atau morfologinya yang tidak cacat. Dengan bentuk yang sempurna, sperma bisa membuahi dengan lancar. Selanjutnya pergerakan atau motilitas dari penis. Kalau pergerakannya lincah, kemungkinan menjangkau sel telur akan lebih cepat.

Terakhir adalah jumlah dari sperma itu sendiri. Normalnya setiap satu mililiter cairan semen atau mani mengandung minimal 20 juta sperma. Kalau pria bisa memiliki sperma dengan jumlah lebih dari itu, kemungkinan membuahi lebih besar.

Pria bisa memiliki tiga komponen di atas kalau mereka melakukan beberapa hal di bawah ini dengan baik.

  • Melakukan olahraga secara rutin setiap harinya. Melakukan olahraga secara rutin membuat jumlah dari sel sperma yang dihasilkan mencapai 42 persen lebih banyak dari mereka yang tidak melakukannya.
  • Mendapatkan vitamin C dan D yang cukup dalam diet yang dilakukan. Dia vitamin ini akan menjaga produksi sperma dengan baik sehingga cacat secara bentuk tidak akan terjadi.
  • Mendapatkan likopen dalam jumlah yang tepat. Likopen terdapat pada buah dan sayur dan bekerja sebagai antioksidan.
  • Mengurangi rokok dan alkohol. Kalau pria bisa berhenti melakukannya, kemungkinan mendapatkan kehamilan jauh lebih besar.
  • Menjaga suhu dari celana dalam agar tetap sejuk sehingga produksi sperma tidak mengalami gangguan.

Tips mempercepat kehamilan

Setelah berusaha memiliki sperma yang berkualitas, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar mempercepat terjadinya kehamilan.

  • Melakukan aktivitas seks sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Jangan melakukan seks setiap hari karena bisa menurunkan jumlah dari sperma yang dihasilkan.
  • Tunggu setidaknya 2 hari setelah bercinta. Jangan terburu-buruk karena wanita akan kehabisan masa subur atau menstruasi. Hamil jelang tahun kedua juga bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Yang penting berusaha dan menikmati setiap prosesnya.
  • Mengetahui siklus subur dari pasangan dengan baik sehingga seks dilakukan dengan peluang hamil tinggi.
  • Jangan menggunakan pelumas dengan bahan dasar minyak atau yang mengandung spermisida karena bisa mencegah kehamilan.

Demikianlah sedikit ulasan tentang waktu regenerasi sperma, kualitas sperma, dan tips berhubungan badan untuk mendapatkan kehamilan. Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan untuk rujukan saat memulai program kehamilan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi