Kapan Waktu Terbaik untuk Seks Saat Bulan Puasa?

seks-malam-puasa-doktersehat

DokterSehat.Com – Seks adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi bahkan saat bulan Ramadan sekali pun. Seseorang disarankan tetap melakukan seks malam puasa paling tidak seminggu 1-2 kali, maka kebutuhan hubungan suami istri ini terpenuhi. Jika seks tidak terpenuhi, efek buruknya akan menyebabkan libido yang terlalu meluap-luap.

Nah, karena saat puasa seks tidak bisa dilakukan saat siang hari, kapan saja waktu yang tepat untuk berhubungan badan? Adakah syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh pasangan agar seks tetap berjalan dengan baik meski ada perubahan pola tidur dan pola makan saat puasa?

Waktu yang Tepat untuk Seks di Bulan Ramadan

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, saat terbaik untuk melakukan seks malam puasa adalah pukul 21.00, setelah salat tarawih. Pada jam-jam itu, tubuh sudah menyerap makanan dengan baik. Perut juga tidak sedang kembung dan pencernaan berjalan dengan lancar.

Waktu tersebut dipilih untuk seks karena pasangan bisa segera tidur dengan nyenyak. Seks akan membuat tubuh jadi rileks sehingga kualitas tidur meningkat. Anda bisa tidur nyenyak dan berkualitas sebelum akhirnya bangun esok hari untuk makan sahur.

Jangan melakukan seks malam puasa terlalu larut karena tubuh membutuhkan waktu istirahat yang lama. Kalau Anda sampai kebablasan saat tidur, sahur bisa terlewat. Kalau tidak sahur, tubuh akan lemas dan dehidrasi.

Seks bisa dilakukan sebelum sahur, tapi Anda akan tergesa-gesa melakukannya. Kalau tidak, waktu sahur akan habis padahal Anda masih butuh untuk mandi wajib dan berniat untuk puasa.

Persiapan Sebelum Seks Saat Bulan Puasa

Sebelum melakukan seks saat malam puasa, berikut ini beberapa hal yang harus dipenuhi oleh kedua pasangan. Bila hal-hal di bawah ini tidak dipenuhi, seks bisa saja akan terhambat.

1. Siapkan energi tubuh

Usahakan jangan melakukan seks saat bulan puasa dalam kondisi perut yang belum benar-benar terisi. Meski dilakukan setelah berbuka puasa atau tarawih, usahakan untuk tetap makan dahulu dan isi energi. Makanlah sesuatu yang manis agar energi di dalam tubuh meningkat dengan cepat. Setelah perut terasa nyaman dan bertenaga, seks boleh dilakukan oleh pasangan.

2. Tubuh dalam kondisi fit

Lakukan seks saat kondisi tubuh benar-benar fit. Saat puasa biasanya tubuh akan mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan ini menyebabkan pria dan wanita mengalami pusing yang cukup berat. Jika tubuh sedang pusing namun Anda tetap melakukan seks saat bulan puasa, maka aktivitas ranjang itu tidak akan berjalan dengan lancar.

3. Tunggu tubuh kembali berenergi setelah puasa

Sbelum melakukan seks malam puasa, tunggu sampai tubuh tidak lagi lemas. Setelah makan atau minum tubuh tidak serta-merta langsung mendapatkan asupan energi. Tubuh perlu mengolahnya terlebih dahulu.

4. Jangan melakukan seks dalam keadaan kenyang

Lakukan seks dua jam setelah makan. Kalau Anda sedang kenyang lalu mendadak bercinta, perut bisa saja kembung. Kalau posisi seks yang dipilih agak sulit bisa saja mengalami heartburn – perasaan perih dan panas di dada.

5. Mandi sebelum seks

Berikutnya juga penting demi kelancaran dalam pemenuhan hasrat lobido Anda. Mandilah sebelum seks saat malam puasa, karena kondisi tubuh yang bersih akan membantu membangkitkan gairah bercinta bulan puasa.

Manfaat Seks Saat Bulan Puasa

Meski bulan puasa, Anda bisa melakukannya malam hari setelah salat tarawaih, dan Anda akan mandapatkan manfaat seks yang menyehatkan. Selengkapnya berikut ini adalah manfaat seks saat malam puasa:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Berdasarkan penelitian, banyak melakukan seks sama dengan lebih sedikit Anda sakit. Seks ternyaata dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk membuat antibodi atau pelindung terhadap bakteri, virus, dan kuman lain yang menyebabkan penyakit.

Tak melulu seks untuk menumbuhkan sistem kekebalan tubuh yang kuat, cara lain di antaranya makan dengan benar, berolahraga, cukup tidur, dan mendapatkan vaksinasi, yang semuanya bisa menjadi pertahanan tubuh yang kuat dan terhindar dari penyakit menular.

2. Menurunkan tekanan darah

Apakah Anda mengalami tekanan darah tinggi saat bulan puasa? Seks adalah salah satu obatnya. Seks ternyata dapat membantu menurunkan tekanan darah. Banyak penelitian telah mendokumentasikan hubungan antara seksual secara spesifik (bukan masturbasi) dan tekanan darah sistolik yang lebih rendah, angka pertama yang muncul pada tes tekanan darah.

Namun, bercinta bulan puasa tidak dapat menggantikan obat penurun tekanan darah, cara ini mungkin merupakan tambahan yang bermanfaat bagi Anda.

3. Menurunkan risiko serangan jantung

Bercinta bulan puasa juga membantu menjaga kadar hormon, seperti estrogen dan testosteron yang terkendali. Ketika hormon-hormon ini tidak seimbang, kondisi seperti penyakit jantung dan osteoporosis dapat berkembang. Salah satu solusi melindungi kesehatan jantung asalah dengan berhubungan seks, dan bila lebih banyak melakukannya akan lebih baik.

Satu penelitian pada pria menunjukkan bahwa mereka yang berhubungan seks setidaknya 2 kali seminggu, memiliki kemungkinan 50% lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung daripada mereka yang kurang aktif berhubungan seksual.

4. Memperbaiki kualitas tidur

Seks saat malam puasa dapat membantu Anda tidur lebih neyenyak. Ini karena orgasme dapat menstimulasikan pelepasan hormon yang disebut prolaktin, yang membantu Anda tidur. Prolaktin ini meningkatkan perasaan rileks dan mengantuk. Ini adalah salah satu alasan mengapa Anda mungkin merasa lebih mudah tertidur setelah berhubungan seks.

5. Mengurangi nyeri

Stimulasi seksual (termasuk masturbasi) dan orgasme dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit. Kedua aktivitas ini dapat mengurangi sensasi sakit dan meningkatkan ambang rasa sakit.

Orgasme menghasilkan pelepasan hormon yang dapat membantu menghentikan sinyal rasa sakit. Sementara pada beberapa wanita yang melaporkan bahwa rangsangan diri melalui masturbasi juga dapat mengurangi gejala kram menstruasi, radang sendi, dan bahkan sakit kepala.

Cara Mengatasi Masalah Seks Saat Malam Puasa

Saat sedang puasa, masalah pada seks sering kali terjadi. Pada pria, rasa lemas sering menurunkan kualitas ereksi dan kemampuan menahan ejakulasi. Sementara pada wanita, gairah seks bisa saja menurun sehingga vagina sering kering karena kurang terangsang. Kondisi ini bisa semakin parah saat tubuh mengalami dehidrasi.

Untuk mengatasi masalah gangguan ereksi, pria disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan mengonsumsi makanan yang penuh gizi. Sementara untuk wanita disarankan  lebih banyak minum air khususnya saat sahur dan berbuka.

Selain melakukan hal di atas, yang terpenting adalah tetap berkomunikasi dengan pasangan, agar permasalahan sekecil apapun bisa diselesaikan bersama-sama.