Vometa – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

obat-vometa-doktersehat

DokterSehat.Com– Vometa obat apa? Vometa adalah obat yang mengandung bahan aktif domperidone untuk mengatasi rasa mual, muntah, dan perut kembung. Domperidone merupakan obat golongan antiemetik yang bisa meredakan rasa mual, rasa tidak nyaman akibat kekenyangan, GERD serta gangguan perut lainnya.

Kandungan Vometa

Vometa tersedia dalam bentuk tablet (Vometa FT), Vometa sirup, dan Vometa drop (sirup tetes) dengan komposisi bahan aktif sebagai berikut:

  • Vometa FT: Mengandung 10 mg domperidone untuk setiap tabletnya.
  • Vometa suspensi (sirup) 5 mg/5ml: mengandung 5 mg domperidone setiap sendok takar.
  • Vometa drops 5mg/ml: mengandung  5 mg domperidone setiap 1 mililiter atau setara dengan 20 tetes.

Produksi: Dexa Medica

Dosis Obat Vometa

Dosis yang biasanya direkomendasikan bagi orang dewasa dan remaja di atas 16 tahun adalah 10 mg dengan frekuensi konsumsi maksimal tiga kali sehari. Dilarang mengonsumsi domperidone melebihi 30 mg dalam waktu satu hari. Jangka waktu maksimum umumnya adalah 2 minggu.

Obat diminum biasanya 30 menit sebelum makan dan pada saat mau tidur. Jangan meningkatkan dosis atau mengonsumsi obat lebih dari yang disarankan oleh dokter. Kondisi tidak akan membaik dengan mengonsumsi dosis yang lebih tinggi dan justru akan meningkatkan efek samping.

Sementara untuk meredakan mual dan muntah, penggunaan obat vometa jenis suppositoria (lewat dubur), penggunaan pada anak-anak di atas 12 tahun dan dewasa adalah 30 mg dua kali sehari. Sedangkan pada anak-anak di bawah 12 tahun dengan berat badan lebih dari 15 kg asupan obatnya adalah 0.75 mg/kgBB dua kali sehari.

Jika Anda melewatkan satu dosis, konsumsi obat susulan segera setelah ingat, namun jangan mengonsumsi obat apabila sudah dekat dengan jadwal obat selanjutnya. Jangan minum dosis ganda untuk menyusul ketertinggalan dosis.

Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah penggunaan obat vometa harus dilakukan secara hati-hati karena berisiko mengganggu detak jantung, terutama pada mereka yang telah lanjut usia.

Cara Kerja Obat Vometa

Karena obat vometa merupakan sebuah merek, maka yang akan dibahas lebih jauh adalah tentang domperidone, dari segi cara kerja, indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek samping.

Domperidone merupakan obat anti-emetik kuat yang memiliki dua mekanisme bekerja utama, yaitu:

  • Kerja lokal dengan cara meningkatkan pergerakan atau kontraksi dari lambung dan usus.
  • Efek sentral bertindak sebagai antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor “triggerzone” yang memengaruhi reflek muntah.

Dengan mekanisme kerja seperti itu, maka obat vometa dapat membuat makanan yang singgah di lambung tidak perlu berlama-lama karena lebih cepat didorong ke dalam usus.

Selain itu, obat vometa bisa mengurangi gejala perut begah dan penuh akibat gangguan pengosongan lambung, seperti pada kasus dispepsia dismotil, yang pada akhirnya dapat mencegah mual dan muntah.

Obat vometa lebih baik dikonsumsi 30 menit sampai 1 jam sebelum makan agar efek kerja obat optimal. Berikan jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Penggunaan obat vometa biasanya hanya berlangsung dalam jangka pendek (tidak lebih dari dua minggu). Apabila setelah satu minggu Anda masih merasakan gejala mual, hentikan penggunaan obat ini dan konsultasi lagi dengan dokter.

Efek Samping Obat Vometa

Efek samping yang dapat timbul dari obat vometa adalah sakit kepala, sensasi melayang, mulut kering, terasa terbakar, atau iritabilitas pada beberapa hari ketika obat mulai dikonsumsi. Masalah tidur, keram perut, keram kaki juga sering kali dilaporkan. Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi, di antaranya:

  • Nyeri dada.
  • Aktivitas seks terganggu.
  • Kaki bengkak.
  • Sulit berkemih.
  • Berubahnya jadwal menstruasi.
  • Bengkak pada payudara atau keluarnya air susu dari puting baik pada pria maupun wanita.

Sementara itu, pengguna obat vometa perlu segera dibawa ke rumah sakit atau dokter jika mengalami beberapa gejala berikut, di antaranya:

  • Kejang.
  • Disorientasi.
  • Gangguan kesadaran.
  • Denyut jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat atau tidak teratur.
  • Gelisah atau gerakan tubuh yang tidak terkendali, termasuk gerakan bola mata yang tidak teratur, kekakuan otot, gerakan lidah tidak biasa. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Meski begitu, tidak semua orang bisa mengalami efek samping setelah mengonsumsi obat vometa. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker.

Interaksi Obat Vometa

Karena obat ini meningkatkan pergerakan di saluran pencernaan, hal itu dapat memengaruhi penyerapan dan kerja obat lain. Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter Anda tentang obat yang diresepkan atau resep yang mungkin Anda gunakan, terutama dari: obat MAOI (misalnya furazolidone, phenelzine, selegiline, dan tranylcypromine). Jangan memulai atau menghentikan obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Peringatan Penggunaan Obat Vometa

Beritahu dokter tentang riwayat kesehatan Anda, terutama tentang riwayat kanker payudara dan alergi. Obat ini harus digunakan hanya jika dibutuhkan dengan jelas selama kehamilan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Obat vometa masuk dalam kategori C di mana hal itu memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil karena penelitian baru dilakukan pada hewan. Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin

Karena obat vometa masuk ke air susu ibu, penggunaan obat ini saat menyusui tidak dianjurkan. Konsultasikan dengan dokter sebelum menyusui.

Cara Penyimpanan Obat Vometa

Aturan penyimpanan obat vometa adalah antara suhu ruangan 15-30C, hindari terkena panas dan cahaya. Hindari simpan obat di tempat yang lembap.