Terbit: 18 Juni 2020 | Diperbarui: 2 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada beberapa jenis vitamin untuk orang tua yang harus dipenuhi. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk mencerna vitamin dan nutrisi menurun sehingga para lansia mungkin membutuhkan vitamin tambahan. Ketahui apa saja vitamin untuk lansia di apotek agar tetap sehat dan aktif.

12 Vitamin untuk Orang Tua yang Harus Dipenuhi

Vitamin untuk Orang Tua yang Harus Dipenuhi

Setiap orang bisa mendapatkan vitamin dan nutrisi dari makanan sehari-hari seperti buah, sayur, dan makanan pokok lainnya namun hal tersebut mungkin menjadi sedikit menantang bagi lansia. Pasalnya, penurunan fungsi tubuh dan perubahan hormon membuat penyerapan vitamin, nutrisi, dan mineral pada tubuh lansia mejadi lebih berat.

Lansia mungkin membutuhkan vitamin atau suplemen tambahan yang lebih mudah diserap tubuh. Berikut ini beberapa vitamin lansia yang harus dipenuhi:

1. Vitamin D

Manfaat vitamin D adalah untuk membantu penyerapan kalsium yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D juga dapat menekan risiko penyakit kronis pada lansia seperti rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, kanker, diabetes tipe 1, dan osteoporosis.

Sumber vitamin D alami adalah sinar matahari pagi, salmon, tuna, telur, ikan berminyak, yogurt, sereal, dll. Walaupun demikian, lansia di atas 65 tahun berisiko tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup dari makanan saja. Para ahli menyarankan agar lansia juga mengonsumsi suplemen vitamin D 10 mikrogram per hari.

2. Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks, termasuk:

  • Tiamin (Vitamin B1): Membantu proses metabolisme untuk memproses nutrisi menjadi energi.
  • Riboflavin (Vitamin B2): Mengolah makanan menjadi energi dan antioksidan.
  • Niasin (Vitamin B3): Berperan dalam proses metabolisme dan produksi DNA.
  • Asam Pantotenat (Vitamin B5): Mengolah makanan menjadi energi dan juga memproduksi hormon serta kolesterol baik.
  • Pyridoxine (Vitamin B6): Berperan dalam metabolisme asam amino, memproduksi sel darah merah, dll.
  • Biotin (Vitamin B7): Membantu proses metabolisme untuk lemak dan karbohidrat.

Semua bagian dari vitamin B memiliki fungsi berbeda untuk kesehatan. Pada dasarnya, manfaat vitamin D untuk menjaga kesehatan kulit, mata, sistem saraf, dan fungsi penting tubuh lainnya. Para lansia diharapkan memenuhi semua kebutuhan vitamin B kompleks dari daging, susu, telur, sereal, keju, atau suplemen makanan tambahan bila perlu.

Baca Juga: 9 Panduan Pola Makan Lansia yang Sehat (Lengkap)

3. Vitamin C

Vitamin untuk orang tua selanjutnya adalah vitamin C. Manfaat vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar Anda tidak mudah terpapar virus, bakteri, atau infeksi lainnya. Vitamin C juga membantu menyembuhkan penyakit yang sedang dialami.

Sumber vitamin C adalah buah dan sayur seperti jeruk, mangga, tomat, stroberi, dll. Bila perlu, Anda dapat konsumsi vitamin C tambahan setiap hari. Vitamin C sangat dibutuhkan untuk lansia agar tidak mudah sakit dan selalu aktif.

4. Vitamin B12

Ada beragam vitamin untuk lansia di apotek, salah satunya vitamin B12. Berdasarkan laporan dari Journal of the American Geriatrics Society, kekurangan vitamin B12 dapat memicu risiko demensia pada orang dewasa dan yang lebih tua. Kekurangan vitamin B12 juga dapat memicu anemia dan kerusakan saraf.

Sementara itu, lansia berisiko kekurangan vitamin B12 akibat penurunan kadar asam lambung yang bertugas untuk mengolah vitamin B12. Maka dari itu, lansia harus memenuhi kebutuhan vitamin ini yang bisa didapatkan dari konsumsi ikan, unggas, telur, produk susu, dll. Bila perlu, konsumsi vitamin B12 tambahan.

5. Asam Folat

Asam folat adalah salah satu turunan dari vitamin B esensial. Selain untuk perkembangan otak bayi dan kesehatan wanita hamil, manfaat asam folat juga penting untuk lansia untuk kesehatan sel-sel tubuh, sel darah merah dan putih, serta metabolisme asam amino.

Anda dapat memenuhi kebutuhan asam folat dari hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sereal. Konsultasi pada dokter bila Anda membutuhkan suplemen asam folat tambahan lainnya atau tidak.

6. Kalsium

Lansia sangat rentan terkena osteoporosis, yaitu kondisi di mana kepadatan tulang menurun akibat kekurangan kalsium dan vitamin D. Maka dari itu, setiap lansia dan semua orang yang lebih muda harus memenuhi kebutuhan kalsium harian.

Manfaat kalsium adalah untuk membangun kekuatan tulang dan gigi, menjaga kontraksi otot, detak jantung, dan fungsi tubuh penting lainnya. Anda dapat memenuhi kebutuhan kalsium dengan konsumsi susu, keju, sayuran berdaun hijau, ikan sarden, yoghurt, dll.

7. Magnesium

Magnesium juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, tulang, dan menjaga kebugaran tubuh. Sayangnya, penyerapan magnesium di tubuh lansia berkurang akibat penurunan fungsi tubuh. Walaupun demikian, Anda dapat memenuhi kebutuhan magnesium dari gandum utuh, alpukat, pisang, salmon, dan produk olahan susu.

8. Potasium

Gangguan tulang adalah masalah paling umum yang sering dialami lansia. Maka dari itu asupan potasium harus diperhatikan. Manfaat kalium atau potasium juga untuk menjaga kekuatan tulang. Kalium juga berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Anda dapat memenuhi asupan kalium dari buah dan sayur seperti pisang, ubi, kentang, semangka, bayam, dll. Anda dapat konsultasi ke dokter bila membutuhkan suplemen potasium tambahan.

Baca Juga: 8 Gerakan Senam Osteoporosis untuk Lansia (Mudah dan Efektif)

9. Serat

Manfaat serat adalah untuk membantu melancarkan pencernaan. Sebagian besar lansia juga mungkin sering mengeluhkan gangguan pencernaan, jadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan serat harian yang bisa didapatkan dari sayur dan buah seperti beras merah, brokoli, jagung, dan kacang-kacangan.

10. Asam Lemak Omega 3

Manfaat asam lemak omega 3 adalah untuk mengurangi risiko gangguan mata degenerasi makula terkait usia dan mengurangi gejala rheumatoid arthritis atau radang sendi. Omega 3 juga berperan untuk mengurangi risiko Alzheimer yang sering terjadi pada lansia karena pengaruh usia.

11. Mineral

Asupan mineral atau air putih mungkin dianggap bukan bagian dari kebutuhan vitamin untuk orang tua, namun ini sangat penting. Konsumsi 8 gelas air putih perhari sangat bermanfaat untuk para lansia agar tidak dehidrasi dan memelihara semua fungsi vital tubuh agar tetap aktif di hari tua.

12. Protein

Memasuki usia 70 tahun, kemampuan tubuh lansia untuk membangun massa otot semakin menurun. Kekurangan massa otot akan berpengaruh pada menurunnya sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini juga diikuti oleh penurunan nafsu makan saat kebutuhan protein bertambah.

Maka dari itu, lansia disarankan untuk memenuhi kebutuhan protein yang bisa didapat dari konsumsi keju, telur, brokoli, almond, kacang polong, daging, dll. Bila perlu, lansia juga dianjurkan untuk minum susu atau bubuk protein whey.

Itulah vitamin untuk orang tua yang harus dipenuhi. Lansia mungkin membutuhkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, vitamin, dan mineral harian untuk menunjang kesehatan di masa tua. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Cooper Complete. 2020. Best Vitamins for Seniors: Nutrition and Aging. https://coopercomplete.com/blog/best-vitamins-for-seniors/. (Diakses pada 18 Juni 2020).
  2. Jaret, Peter. 2010. Older Adults: 9 Nutrients You May Be Missing. https://www.webmd.com/healthy-aging/features/missing-nutrients#1. (Diakses pada 18 Juni 2020).
  3. Paturel, Amy. 2020. Supplements to Take in Your 50s, 60s and 70s. https://www.aarp.org/health/drugs-supplements/info-2015/must-have-supplements.html. (Diakses pada 18 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi