Jangan Abaikan! 7 Jenis Vitamin Ibu Hamil yang Penting untuk Janin

vitamin-ibu-hamil-yang-penting-untuk-janin-doktersehat

DokterSehat.Com – Selama masa kehamilan, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai vitamin. Dokter atau bidan akan selalu memberikan vitamin ibu hamil yang sangat penting untuk mendukung kehamilan. Peran penting vitamin ibu hamil tidak hanya diperuntukkan bagi ibu hamil saja melainkan juga untuk janin.

Vitamin ibu hamil yang penting untuk janin

Dari 13 jenis vitamin, ada beberapa jenis vitamin ibu hamil yang sangat penting untuk janin. Para wanita tidak boleh mengabaikan beberapa vitamin untuk ibu hamil ini agar perkembangan dan pertumbuhan janin berjalan dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa vitamin yang penting untuk janin:

1. Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin untuk ibu hamil yang dapat membantu tubuh Anda menyerap kalsium. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kalsium berperan penting terhadap pertumbuhan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium juga mendukung perkembangan jantung, otot, dan saraf janin Anda.

Jadi, agar tubuh bisa mendapatkan manfaat dari kalsium yang memiliki peran penting untuk janin, ibu hamil harus mengonsumsi vitamin D juga. Kekurangan vitamin D pada ibu hamil akan memiliki dampak kepada pertumbuhan tulang dan peluang terkena cacat tulang.

Baca juga: Ibu Hamil Harus Memastikan Asupan Vitamin D Cukup Agar Tidak Melahirkan Anak Autis

Selama kehamilan, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 5 mcg atau 600 IU vitamin D dalam sehari. Konsumsi harian vitamin D, tidak boleh melebihi 4000 IU. Vitamin D terkandung pada jenis makanan minyak ikan cod, ikan berminyak, tahu, susu kedelai, susu sapi, yogurt, dan mentega.

2. Vitamin C

Vitamin C adalah vitamin ibu hamil yang berperan terhadap perkembangan otak dan mental. Peran vitamin C juga bisa menjaga memori janin. Selain itu, vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi. Zat besi sangat penting terhadap ketersediaan oksigen, distribusi sari-sari makanan untuk janin, dan pertumbuhan plasenta.

Dalam sehari, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C sebanyak 80 – 85 mg. dalam sehari. Batas konsumsi vitamin C adalah 2000 mcg per hari. Jadi, kekurangan vitamin selama kehamilan akan menyebabkan janin mengalami beberapa masalah terkait kecerdasan, ingatan, dan mentalnya.

Konsumsilah vitamin D secara rutin agar pertumbuhan dan perkembangan janin tidak mengalami hambatan. Vitamin D terdapat pada brokoli, sayuran hijau, buah kiwi, stroberi, jambu biji, jeruk, lemon, grape fruit, dan kacang polong.

3. Asam folat (Vitamin B9)

Asam folat atau vitamin B9 merupakan jenis vitamin ibu hamil yang paling penting bagi janin dan ibu hamil. Asam folat adalah salah satu jenis vitamin B. Vitamin untuk ibu hamil yang satu ini sangat penting untuk mencegah terjadinya cacat otak dan tulang belakang yang disebut neural tube defects (NTDs).

Selain itu, asam folat juga mencegah terjadinya cacat jantung, cacat mulut seperti bibir sumbing, dan mencegah lahir sebelum waktunya. Ibu hamil membutuhkan 400 sampai 800 mg setiap hari. Konsumsi asam folat tidak boleh melebihi 1000 mcg dalam sehari.

Konsumsi asam folat bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan seperti sayuran hijau, brokoli, asparagus, kacang polong, kacang tanah, kacang almond, alpukat, bit, sereal, jeruk, dan seledri.

4. Vitamin E

Vitamin untuk ibu hamil selanjutnya yang juga tak kalah penting untuk janin adalah vitamin E. Vitamin E berfungsi untuk mendistribusikan sari-sari makanan ke bayi melalui plasenta. Jadi, vitamin E berperan untuk menjaga nutrisi janin yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Ibu hamil membutuhkan vitamin E sebanyak 15 mg dalam sehari. Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi vitamin E lebih dari 1000 mg dalam sehari. Contoh asupan yang mengandung vitamin E di antaranya adalah minyak sawit, toge, sayuran hijau, brokoli alpukat, dan lainnya.

5. Vitamin A

770 mcg. max = 1000 mcg

Vitamin A memiliki fungsi untuk mempertahankan keberadaan sel-sel yang melapisi paru-paru janin agar tetap terlindungi dari polutan selama ada di dalam rahim. Kekurangan vitamin A tingkat ringan bisa menyebabkan fungsi ginjal bagi janin di kemudian hari.

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin A sebanyak 2600 IU. Namun, perlu diingat juga bahwa kelebihan vitamin A bisa berdampak pada cacat lahir janin. Vitamin ibu hamil yang satu ini bila dikonsumsi lebih dari 10.000 IU bisa meningkatkan risiko cacat lahir.

Ibu hamil bisa mencukupi kebutuhan vitamin A dengan mengonsumsi minyak ikan cod yang sangat kaya dengan vitamin A. Vitamin A juga dikandung oleh beberapa jenis makanan seperti susu, mentega, hati, dan telur.

6. Vitamin K

Walau jarang diketahui, vitamin K juga termasuk vitamin ibu hamil yang penting untuk dikonsumsi. Peran fungsional vitamin K sangat erat kaitannya dengan pembekuan darah. Kekurangan vitamin K pada asupan ibu biasanya berdampak pada pembekuan darah abnormal pada janin setelah ia terlahir.

Kebutuhan asupan vitamin K untuk ibu hamil tergantung pada berat badan ibu hami. Setiap 1 kg berat badan membutuhkan 1 mcg kalsium. Jadi, Anda bisa menghitung sendiri kebutuhan asupan vitamin K Anda.

Baca juga: Ini Vitamin yang Dapat Mencegah Ibu Hamil Mengalami Mual dan Muntah

Pada makanan seperti sereal, keju, susu, yogurt, bayam dan aneka sayuran hijau, kedelai, daging, telur, dan susu, mengandung vitamin K yang cukup banyak. Konsumsilah makanan-makanan tersebut agar vitamin K untuk janin terpenuhi.

7. Vitamin “H”

Mungkin Anda akan bertanya-tanya dalam hati apa itu vitamin “H”? Sebenarnya, vitamin “H” yang dimaksud adalah Biotin. Biotin merupakan vitamin B7. Biotin berperan terhadap perkembangan dan kesehatan janin.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi 30 mcg biotin dalam sehari. Asupan biotin bisa didapatkan melalui makanan seperti kuning telur, susu, keju, kacang-kacangan, salmon, alpukat, dan lainnya.