Vitamin D: Fungsi, Sumber, Dampak Kekurangan

vitamin-d-doktersehat

DokterSehat.Com – Ingin tulang dan gigi Anda sehat? Maka vitamin D adalah nutrisi yang Anda butuhkan. Vitamin D adalah jenis vitamin yang fungsi utamanya berkaitan dengan kesehatan tulang dan gigi. Lantas, apa itu vitamin D? Apa fungsi vitamin D? Dari manakah sumber vitamin D berasal? Apa dampak kekurangan vitamin D?

Apa Itu Vitamin D?

Vitamin D adalah vitamin yang tergolong ke dalam golongan vitamin yang mudah larut di dalam lemak. Vitamin D disebut juga sebagai ‘vitamin matahari’ oleh karena vitamin ini dihasilkan dari proses konversi kolesterol menjadi calcitriol saat kulit terpapar sinar matahari, untuk kemudian calcitriol dihantarkan menuju organ ginjal dan hati hingga terciptalah vitamin D, tepatnya vitamin D3 atau kalsiferol.

Selain dari sinar matahari (UV-B), vitamin D juga terdapat pada sejumlah jenis makanan, seperti jamur, tiram, kacang kedelai, hingga ikan salmon. Vitamin D jenis ini disebut sebagai vitamin D2 atau ergokalsiferol.

Fungsi Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin yang memiliki fungsi penting bagi kesehatan tulang dan gigi. Apakah hanya itu saja fungsi vitamin D? Guna lebih jelasnya, berikut adalah manfaat vitamin D bagi tubuh.

1. Merawat Tulang dan Gigi

Fungsi vitamin D yang utama adalah untuk membantu tubuh dalam menyerap kalsium, yang mana kalsium adalah mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang dan gigi, juga merawat kesehatan keduanya.

Kurangnya asupan vitamin D pada tubuh akan berimbas pada tidak optimalnya produksi hormon calsitriol, sedangkan hormon ini memiliki tugas untuk mengangkut kalsium dari makanan yang dikonsumsi.

2. Mengontrol Gula Darah

Vitamin D juga memiliki fungsi untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Manfaat vitamin D yang satu ini diamini oleh sejumlah penelitian yang mengatakan bahwa vitamin D membantu tubuh untuk lebih sensitif terhadap insulin. Ini tentu saja baik agar tubuh tidak rentan mengalami resistensi insulin.

Penting untuk diketahui, resistensi insulin adalah satu dari beberapa gejala awal penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, vitamin D juga diklaim dapat mengontrol produksi insulin di dalam pankreas.

3. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Anda yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) juga disarankan untuk meningkatkan asupan vitamin D ke dalam tubuh. Pasalnya, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwasanya orang-orang (terutama lansia) yang rutin mengkonsumsi vitamin D cenderung memiliki tekanan darah sistolik dan diastolik yang rendah.

Lebih lanjut, vitamin D diklaim efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mereka yang terlanjur menderita hipertensi.

Kendati fungsi vitamin D yang satu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk Anda yang mengalami tekanan darah tinggi memperbanyak asupan vitamin D.

4. Menjaga Kesehatan Ibu Hamil

Selama menjalani masa kehamilan, ibu hamil diprediksi akan mengalami defisiensi kalsium oleh karena sebagian besar kalsium akan diserap oleh janin yang tengah dikandungnya. Kondisi defisiensi kalsium ini pun akan semakin meningkat seiring dengan usia kehamilan yang bertambah.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk senantiasa meningkatkan asupan vitamin D bagi tubuhnya, mengingat fungsi vitamin D adalah untuk membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.

5. Meminimalisir Risiko Kanker

Vitamin D lebih banyak diketahui manfaatnya untuk merawat kesehatan tulang dan gigi. Padahal, fungsi vitamin D juga mencakup pencegahan terhadap penyakit mematikan, lho.

Adalah kanker, penyakit yang dapat dicegah dengan mencukupi asupan vitamin D. Manfaat vitamin D untuk meminimalisir risiko kanker ini bahkan sudah terbukti secara ilmiah lewat sejumlah penelitian, salah satunya penelitian yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association.

Pada penelitian tersebut, dikatakan bahwasanya vitamin D efektif dalam menangkal pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Vitamin D—pada penelitian lainnya—juga dikatakan berperan aktif dalam mengubah gen yang berkontribusi terhadap peradangan (inflamasi), proliferasi sel, hingga menghambat pertumbuhan hormon IGF-1 pemicu tumor.

Mengkonsumsi vitamin D secara rutin akan membantu tubuh dalam memerangi kerusakan DNA, dan mencegah perkembangan senyawa pemicu sel kanker yang disebut angiogenesis.

Sumber Vitamin D

Berbicara tentang sumber vitamin D, maka sinar matahari adalah sumber utama dan alami dari vitamin ini. Kendati demikian, vitamin D juga bisa diperoleh dari sejumlah makanan yang biasa Anda konsumsi sehari-hari. Makanan yang mengandung D ini bersifat sebagai pelengkap dari asupan vitamin D yang berasal dari matahari.

Apa saja sumber vitamin D berupa makanan? Tentu ada banyak, dan beberapa di antaranya adalah:

1. Tiram (Oysters)

Tiram adalah makanan laut yang mengandung vitamin D. Kandungan vitamin D pada tiram bahkan mampu mencukupi 68% dari total angka kebutuhan vitamin D harian, yakni sekitar 272 IU untuk setiap 86 gram-nya.

2. Kuning Telur

Selain tiram, sumber vitamin D berupa makanan adalah kuning telur. Sebagai makanan vitamin D, telur mengandung tak kurang dari 40 IU vitamin D untuk setiap butirnya.

3. Susu Kedelai

Jenis makanan vitamin D lainnya adalah susu kedelai. Minuman yang diolah dari sari kacang kedelai ini diklaim mengandung sekitar 130 IU vitamin D untuk setiap 245 gram.

4. Tahu

Siapa sangka, tahu ternyata merupakan salah satu sumber vitamin D. makanan yang juga merupakan hasil olahan kacang kedelai ini mengandung 157 IU vitamin D per 100 gram-nya. Jumlah tersebut sudah cukup memenuhi 26 persen kebutuhan vitamin D harian.

5. Ikan Salmon

Dari sekian makanan vitamin D, ikan salmon adalah sumber vitamin D terbanyak. Pasalnya, 100 gram ikan salmon saja sudah mengandung vitamin D sebanyak 1400 IU! Oleh sebab itu, ikan salmon digadang-gadang efektif dalam merawat kesehatan tulang dan persendian.

Mau tahu ada makanan vitamin D apa lagi? Selengkapnya klik di sini.

Dampak Kekurangan Vitamin D

Mengingat pentingnya fungsi vitamin D bagi tubuh, maka jangan sampai Anda mengalami kekurangan vitamin D, karena jika sampai kekurangan vitamin D, mungkin saja tubuh akan mengalami sejumlah penyakit berikut ini:

1. Rakhitis

Rakhitis adalah salah satu penyakit yang muncul akibat kekurangan vitamin D. Penyakit rakhitis adalah kondisi di mana tulang menjadi lunak dan rentan rapuh. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun tak menutup kemungkinan orang dewasa juga mengalaminya, yang disebut sebagai osteomacia.

2. Hipertensi, Asma, Alzheimer

Jangan sepelekan vitamin D. Kekurangan vitamin D faktanya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit darah tinggi (hipertensi), gangguan pernapasan (asma), hingga penyakit gangguan kognitif seperti Alzheimer.

3. Kanker dan Serangan Jantung

Lebih parahnya lagi, kekurangan vitamin D bisa membawa Anda pada kemungkinan untuk mengalami penyakit mematikan berupa kanker dan serangan jantung. Sejumlah penelitian sudah mengamini hal ini sehingga baiknya Anda harus waspada.