Terbit: 19 Februari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada beberapa vitamin agar cepat hamil yang dapat Anda konsumsi apabila Anda sedang merencanakan kehamilan. Selain membangun hubungan yang intens dengan pasangan, Anda dapat membantu program kehamilan dengan memenuhi asupan nutrisi dan vitamin. Ketahui vitamin kesuburan untuk cepat hamil, tips cepat hamil, dll.

10 Vitamin Agar Cepat Hamil Setelah Haid (Terbukti Positif)

Vitamin Agar Cepat Hamil

Salah satu dari program hamil yang dapat Anda usahakan adalah dengan memenuhi nutrisi dengan baik untuk mendukung kesuburan. Baik untuk wanita maupun pria, kombinasi vitamin untuk kesuburan dapat membantu meningkatkan kualitas sel telur dan sperma.

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi vitamin kesuburan untuk cepat hamil akan meningkatkan peluang kehamilan lebih cepat. Anda disarankan untuk mulai minum vitamin sekitar 2 sampai 3 bulan sebelum masuk ke program kehamilan.

Berikut ini adalah rekomendasi nutrisi dan vitamin agar cepat hamil, yaitu:

1. Asam Folat

Asam folat adalah vitamin penting yang harus dipenuhi wanita selama kehamilan untuk mengurangi risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf dan mendukung perkembangan otak bayi, namun wanita juga dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat yang cukup sebagai persiapan kehamilan dan setelah kehamilan.

Asam folat atau vitamin B9 ini telah terbukti dapat meningkatkan kesuburan baik bagi wanita dan pria. Berdasarkan penelitian dari University of California Berkeley, pria yang memenuhi kebutuhan asam folat harian memiliki 20% lebih sedikit sperma abnormal dibandingkan pria dengan kadar asam folat rendah.

Studi lain juga menyampaikan hubungan antara kadar asam folat yang rendah dengan stabilitas DNA sperma yang buruk, jadi memenuhi kebutuhan asam folat dapat meningkatkan kesuburan dan pembuahan. Anda dapat menemukan asam folat di hati ayam, bayam, brokoli, alpukat, kepiting, tomat, pepaya, pisang, dll.

2. Zinc

Zinc juga termasuk dalam vitamin agar cepat hamil setelah haid. Anda dapat menemukan kandungan zinc ditemukan di tiram, ikan, daging, telur, unggas, bibit gandum, biji labu, dll. Sementara manfaat zinc adalah untuk meningkatkan kualitas dan motilitas sperma, serta perkembangan telur.

Berdasarkan studi, pria yang memiliki kadar zinc rendah memiliki jumlah dan kualitas sperma yang kurang bagus. Sementara kombinasi asupan zinc dan asam folat yang cukup dapat meningkatkan jumlah sperma secara signifikan.

Zinc juga berperan penting dalam kesehatan sistem reproduksi wanita. Berdasarkan penelitian dari Pennsylvania State University yang dipublikasikan di American Physiological Society, kekurangan kadar zinc pada wanita berpengaruh pada perkembangan sel telur.

Sementara Centers for Disease Control and Prevention menyampaikan bahwa asupan zinc yang rendah dikaitkan dengan risiko keguguran. Wanita dewasa disarankan untuk memenuhi 8 miligram zinc per hari selama kehamilan dan menyusui.

Baca Juga: 10 Makanan untuk Kesuburan Pria (Meningkatkan Kualitas Sperma)

3. Kolin

Kolin adalah nutrisi yang larut dalam air dan berfungsi untuk meningkatkan kesuburan. Manfaat kolin lainnya adalah untuk mendukung kesehatan otak janin dan ibu selama kehamilan, serta mencegah risiko cacat lahir.

Asupan kolin harian yang direkomendasikan adalah 550 miligram per hari agar cepat hamil. Makanan yang mengandung kolin adalah telur, daging, sayuran hijau, kacang lima, dll.

4. Omega 3

Omega 3 juga termasuk dalam daftar vitamin agar cepat hamil setelah haid. Omega 3 akan membantu  folikel ovarium untuk melepaskan sel telur dan melancarkan aliran darah ke rahim. Manfaat omega 3 juga untuk menyeimbangkan hormon secara alami.

Selain itu, asupan omega 3 yang cukup berperan dalam perkembangan otak, IQ, dan mata janin. Suplemen omega 3 juga dikaitkan dengan efektivitas untuk menurunkan risiko bayi lahir prematur.

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi omega 3 secara alami, namun nutrisi ini dapat ditemukan di ikan salmon, makarel, ikan cod, sarden, kenari, dll.

5. Zat Besi

Wanita yang memenuhi kadar zat besi harian sesuai dengan yang direkomendasikan memiliki risiko infertilitas lebih rendah. Kekurangan zat besi juga akan menyebabkan masalah pada pembuahan dan ovulasi atau pelepasan sel telur yang sudah matang.

Para peneliti menyampaikan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk merekomendasikan suplemen zat besi sebagai peningkat kesuburan, namun Anda tetap harus memastikan bahwa tubuh Anda tidak kekurangan zat besi.

Zat besi menjadi salah satu mineral penting yang akan diserap oleh calon bayi dan Anda berisiko mengalami anemia di awal kehamilan apabila tidak memerhatikan asupan zat besi harian. Anda dapat menemukan kandungan zat besi pada daging, telur, ikan, tomat, brokoli, bayam, kacang-kacangan, gandum, dll.

6. Vitamin B

Vitamin B kaya terkandung dalam chickpeas, biji-bijian utuh, sayuran berdaun hijau, daging, dan telur. Semua jenis vitamin B dianggap berperan penting dalam meningkatkan kesuburan. Konten vitamin B dapat membantu indung telur melepaskan sel telur pada masa ovulasi.

Sementara vitamin B6 dapat meningkatkan kadar progesteron yaitu hormon seks wanita yang berperan mengatur siklus menstruasi serta menjaga pertumbuhan embrio dan kehamilan.

Baca Juga: 3 Makanan yang Baik untuk Kesuburan Wanita

7. Vitamin C

Manfaat vitamin C adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyerap zat besi, dan mendukung produksi progesteron. Wanita yang memiliki kondisi cacat fase luteal atau produksi progesteron yang tidak cukup disarankan untuk mengonsumsi vitamin C untuk membantu meningkatkan kesuburan.

Sementara pada pria, manfaat vitamin C adalah untuk meningkatkan kesehatan dan motilitas sperma atau pergerakan sperma sehingga lebih gesit untuk mencapai sel telur. Anda dapat menemukan kandungan vitamin C dalam buah dan sayur seperti jeruk, mangga, tomat, ceri, stroberi, kacang polong, kentang, dll.

8. Vitamin E

Vitamin E bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan kesehatan kulit, namun juga memperbaiki sel-sel yang kemudian dikaitkan dengan peningkatan kesehatan kesuburan. Vitamin E juga berperan sebagai antioksidan yang penting untuk meningkatkan kualitas indung telur dan persiapan kondisi tubuh sebelum hamil.

Anda dapat menemukan vitamin E dalam buah dan sayur seperti paprika, talas, alpukat, biji bunga matahari, almond, bayam, brokoli, lobak hijau, dll.

9. Vitamin D

Matahari pagi adalah sumber vitamin D yang baik. Vitamin D bukan hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot, namun juga penting untuk pengembangan hormon sehat. Hormon sehat pada wanita akan berpengaruh pada siklus menstruasi dan keseimbangan hormon dalam persiapan kehamilan.

Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin D di ikan salmon, sarden, tuna, kuning telur, jamur, susu sapi, dll.

10. Coenzyme Q10 (CoQ10)

Coenzyme Q10 (CoQ10) adalah senyawa alami yang diproduksi oleh tubuh manusia. CoQ10 juga menjadi vitamin kesuburan untuk cepat hamil paling efektif terutama untuk wanita di atas usia 40 tahun. Kandungan ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas telur dan penebalan lapisan rahim wanita.

Anda dapat memenuhi kebutuhan coenzyme Q10 (CoQ10) dalam sumber makanan seperti bayam, kembang kol, brokoli, kedelai, sarden, daging sapi, ayam, jeroan, dll.

Apabila Anda sedang menjalani program hamil, disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan vitamin agar cepat hamil juga dengan kandungan zat besi, asam folat, zinc, dan vitamin D. Nutrisi yang terpenuhi dengan baik akan mendukung kesuburan secara alami.

 

  1. Eagleson, Holly. 2018. TTC? Load Up on These Vitamins to Increase Fertility. https://www.parents.com/getting-pregnant/fertility/best-vitamins-and-minerals-to-aid-conception/. (Diakses pada 19 Februari 2020).
  2. Fischer, Kristen. 2018. Here Are 5 Nutrients That Can Help Women Get Pregnant. https://www.healthline.com/health-news/here-are-5-nutrients-that-can-help-women-get-pregnant#1. (Diakses pada 19 Februari 2020).
  3. TheBump. 2020. The Best Fertility Vitamins to Help You and Your Partner Conceive. https://www.thebump.com/a/vitamins-you-need-to-conceive. (Diakses pada 19 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi