DokterSehat.Com – Terkena virus dan mengalami sakit sudah lumrah dialami oleh banyak orang. Namun, terinfeksi virus lalu memicu sel kanker untuk tumbuh adalah hal yang jarang terjadi. Meski demikian, beberapa jenis virus disinyalir bisa memicu kanker berbahaya pada tubuh dan memicu gangguan yang signifikan.

virus-yang-memicu-kanker-doktersehat

Pertumbuhan kanker ini biasanya berjalan tidak 1-2 tahun saja. Kanker bisa muncul perlahan hingga beberapa dekade ke depan. Saat ini terkena virus, bisa jadi 10 tahun ke depan atau lebih kanker baru terbentuk dan menyebabkan gangguan kronis pada tubuh.

Virus yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker

Beberapa jenis kanker di bawah ini umum terjadi pada siapa saja. Namun, pada beberapa orang bisa memicu tumbuhnya kanker.

  1. HPV

HPV adalah salah satu virus yang umum terjadi pada pasangan yang aktif secara seksual. Virus ini menular melalui aktivitas seks tidak aman seperti tidak menggunakan kondom. Akhirnya virus menyebar dengan cepat dan menyebabkan dampak awal seperti kutil kelamin di sekitar kemaluan dan kadang menyebarkan ke leher dan bagian tubuh lainnya.

Virus HPV dekat sekali dengan kanker serviks yang dialami oleh wanita dan kanker penis yang dialami oleh pria. Seseorang yang mengalami infeksi akan lebih mudah terkena kanker meski pertumbuhannya tidak instan. Untungnya saat ini sudah ada Pap Smear yang bisa dilakukan untuk mengecek ada atau tidaknya bibit kanker di dalam tubuh wanita.

Selain melakukan pengecekan dengan menggunakan Pap Smear, wanita dengan usia di bawah 26 tahun bisa melakukan vaksinasi HPV. Pria juga bisa melakukan hal yang sama agar tidak terkena infeksi.

  1. Hepatitis B

Hepatitis B yang menular melalui aktivitas seks, penggunaan jarum suntik, hingga transfusi darah ini menyebabkan kerusakan pada hati. Kanker hepatocellular juga bisa muncul dan berpotensi menyebar ke banyak tempat termasuk paru, usus, hingga ke organ reproduksi.

Cara terbaik untuk mencegah munculnya kanker adalah mengobati penyakitnya hingga sempurna. Selain itu vaksinasi hepatitis juga bisa dilakukan untuk menghindari penyebaran virus hepatitis yang memicu kondisi kronis kalau tidak segera mendapatkan diatasi atau dideteksi gejalanya.

  1. Hepatitis C

Hepatitis C adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus RNA. Virus yang masuk melalui aktivitas seksual atau melalui transfusi darah bisa menyebabkan dengan cepat dan memicu kondisi hepatitis kronis dan juga akut. Kedua jenis hepatitis ini bisa menyebabkan masalah besar termasuk berisiko memicu kematian.

Kondisi hepatitis jenis ini kalau sudah parah bisa menyebabkan sirosis di hati. Sirosis memicu kerusakan parah di organ dan juga kanker hepatocellular. Kondisi kanker ini bisa memicu kematian hingga kerusakan hati yang cukup parah.

  1. Epstein-Barr virus

EBV adalah salah satu virus yang menyebar ke area tenggorokan. Kalau virus sudah menyebar dengan parah, kondisi nyeri dan inflamasi bisa terjadi. Oh ya, sekitar 95 persen infeksi bisa sembuh dengan penanganan yang baik. Sisanya akan mengalami masalah pada tubuh seperti pembentukan kanker nasofaring.

Seperti halnya jenis virus lainnya, pembentukan kanker tidak terjadi secara langsung atau instan. Kanker akan muncul setelah beberapa tahun dan akan lebih cepat kalau ada pemicu seperti aktivitas merokok dan mengonsumsi alkohol terlalu banyak.

  1. HTLV-1

Virus ini banyak menginfeksi orang di seluruh dunia. Jumlahnya ada sekitar 5-25 juta orang. Dari jumlah ini hanya ada 5 persen orang yang mengalami dampak terburuk. Tubuh akan mulai mengalami gangguan dan membentuk kanker darah atau leukimia.

Gangguan ini bisa diatasi dengan mudah kalau belum parah. Biasanya perlu dilakukan kemoterapi secara rutin hingga 8 bulan hingga sembuh atau kondisinya membaik.

Cara menurunkan risiko terkena kanker

Semua orang berisiko mengalami gangguan tubuh berupa pertumbuhan sel kanker. Namun, risiko ini bisa diturunkan dengan baik dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Tidak merokok atau mengurangi aktivitas ini perlahan-lahan. Dengan tidak merokok, tubuh tidak akan mendapatkan suplai racun terus-menerus. Selain itu, kemungkinan terkena kanker spesifik seperti paru, serviks, prostat, dan mulut juga semakin rendah.
  • Menerapkan pola makan yang sehat. Pola makan ini bisa dilakukan dengan mulai menghindari lemak dan protein hewani yang dikonsumsi berlebihan. Buah dan sayur harus diperbanyak serta menghindari makanan dengan bahan pengawet yang terlalu banyak.
  • Sebisa mungkin menghindari obesitas. Kalau Anda mulai mengalami kebaikan berat badan yang signifikan dan susah dikontrol, imbangi pola makan dengan melakukan olahraga. Lakukan olahraga yang mudah sekali membuang lemak di dalam tubuh.
  • Sebisa mungkin untuk melakukan vaksinasi untuk mencegah beberapa jenis vaksin. Pertama vaksin untuk mencegah HPV dan kedua mencegah Hepatitis B. Dua penyakit ini bisa memicu pertumbuhan kanker pada tubuh meski membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.
  • Sebisa mungkin untuk tidak terpapar dengan sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu lama. Selanjutnya hindari terpapar zat kimia berbahaya baik secara langsung atau tidak langsung.
  • Hindari aktivitas berbahaya dan berisiko untuk kesehatan. Misal melakukan seks secara tidak aman dengan banyak orang dan menggunakan jarum suntik berkali-kali.
  • Lakukan pengecekan rutin setiap tahun. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker baru yang muncul. Kalau sel yang muncul masih sedikit, tindak penyembuhan bisa dilakukan dengan lebuh cepat dan mudah.

Beberapa virus yang diulas di atas bisa memicu pertumbuhan kanker. Namun, kalau daya tahan tubuh tetap terjaga dan Anda menjalankan gaya hidup sehat, risikonya bisa diturunkan atau ditiadakan. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda yang selalu ingin hidup sehat.