Terbit: 5 Februari 2020 | Diperbarui: 6 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada banyak sekali kabar menghebohkan terkait dengan virus corona. Tak hanya tentang kasus kematian atau penularan virus ini yang terus bertambah, baru-baru ini ada pria dari Inggris yang mengaku sembuh dari virus corona setelah minum alkohol? Apakah klaim ini memang benar?

Pria Ini Mengaku Sembuh dari Virus Corona Setelah Minum Alkohol

Pria Inggris Mengaku Sembuh dari Virus Corona

Sang pria adalah Connor Reed, pria berusia 25 tahun dari Inggris yang tinggal di Wuhan, tempat awal virus corona jenis baru ini menyebar. Connor mengaku pada media Inggris, The Sun bahwa dirinya didiagnosis terpapar virus ini sekitar dua bulan lalu.

Sempat mengalami gejala batuk-batuk dan sesak napas saat dirawat di Zhongnan University Hospital, Connor menyebut dirinya didiagnosis pneumonia. Connor sempat berpikir dirinya akan mati sebagaimana korban-korban virus corona lainnya. Dia pun dirawat di rumah sakit tersebut selama dua pekan.

Connor berinisiatif untuk menggunakan semacam obat tradisional yang ia ketahui dari keluarganya, yakni memakai semacam inhaler demi mengendalikan batuk yang dialaminya. Ia juga mengonsumsi wiski panas yang diberi tambahan madu. Yang mengejutkan, Connor mengaku menolak untuk minum obat apapun yang diberikan dokter.

Secara luar biasa, Connor mengaku sembuh dari penyakitnya. Kondisinya pun membaik hingga akhirnya bisa keluar dari rumah sakit.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Connor pun kemudian bercerita tentang kondisi Kota Wuhan yang kini seperti kota hantu.

“Hampir tidak ada orang di jalanan. Toko-toko sudah kehabisan buah dan sayuran segar. Masker dan obat di apotek juga sudah habis,” ceritanya.

Dia juga menyebut aparat kepolisian tak ragu untuk menangkap orang-orang yang pergi tanpa masker.

Benarkah Alkohol Bisa Mengatasi Virus Corona?

Ada anggapan bahwa minuman beralkohol bisa membasmi virus corona. Anggapan ini berasal dari alkohol yang bisa ditemukan di dalam disinfektan atau pembasmi virus dan bakteri. Masalahnya adalah anggapan ini ternyata kurang tepat.

Virus corona menyerang saluran pernapasan. Sementara itu, minuman beralkohol justru masuk ke saluran pencernaan. Hal ini berarti, dampaknya tidak akan berarti bagi virus corona yang sudah ada didalam tubuh.

Alkohol saat sampai di dalam perut juga akan diolah menjadi gula atau glukosa. Selain itu, liver juga akan segera memetabolisme minuman ini karena dianggap sebagai salah satu kandungan yang kurang baik bagi kesehatan. Karena alasan inilah pakar kesehatan menyebut kebiasaan minum alkohol bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan liver secara langsung.

Virus Corona Bisa Ditemukan di Gagang Pintu?

Otoritas Kesehatan Tiongkok menyebut virus corona ternyata juga bisa ditemukan di gagang pintu dan kotoran manusia. Masalahnya adalah gagang pintu bisa saja digunakan oleh banyak orang, apalagi jika lokasinya ada di tempat umum dan digunakan oleh orang-orang yang sudah terpapar virus ini. Hal ini tentu bisa memicu penularan virus ini, bukan?

Zhang Zhoubin, peneliti dari Guangzhou, Tiongkok, menemukan fakta ini setelah mengumuplkan sekitar 600 sampel. Hasilnya adalah, gagang pintu rumah milik pasien rumah sakit terdapat virus ini. Sampel kotoran para pasien juga memiliki virus ini. Alhasil, ada dugaan bahwa virus ini bisa menular lewat tinja atau berbagai hal yang sudah tercemar oleh tinja.

Melihat fakta ini, mau tidak mau kita memang harus lebih cermat dalam menjaga gaya hidup sehat, khususnya dalam hal mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau menyentuh wajah. Selain itu, pastikan juga untuk membawa hand sanitizer demi mengantisipasi kemungkinan tidak adanya tempat untuk mencuci tangan. Kita juga disarankan untuk memakai masker saat di luar rumah atau di keramaian.

 

Sumber

  1. McLean, David. 2020. Whisky cured my coronavirus, says Wuhan-based Brit who contracted deadly flu. https://www.scotsman.com/news/people/whisky-cured-my-coronavirus-says-wuhan-based-brit-who-contracted-deadly-flu-1-5084964. (Diakses pada 5 Februari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi