Terbit: 4 Januari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Virilization adalah ketidakseimbangan hormon pada wanita sehingga wanita mengembangkan pola pertumbuhan seperti pria. Ketahui apa itu virilization, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Virilization: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Virilization

Virilization adalah kondisi di mana wanita memproduksi hormon seks pria (hormon androgen termasuk testosteron) berlebihan akibat tumor pembesaran kelenjar adrenal atau tumor ovarium yang menyebabkan produksi hormon abnormal oleh ovarium. Akibatnya, wanita tersebut mengembangkan pola pertumbuhan pria seperti pertumbuhan rambut wajah, kebotakan, perubahan suara, kekuatan otot meningkat, kenaikan dorongan seks, serta ciri fisik maskulin lainnya.

Sebenarnya, baik wanita dan pria memang memproduksi hormon androgen namun wanita normal hanya memproduksi sedikit hormon androgen oleh kelenjar adrenal dan pada tingkat yang lebih rendah oleh ovarium. Pada pria, hormon androgen diproduksi oleh kelenjar adrenal dan testis dalam level cukup tinggi. 

Virilization atau virilisasi pada wanita mungkin dapat menyebabkan masalah kepercayaan diri pada wanita karena dirinya tampak lebih maskulin. Cara mengatasi virilisasi dengan menggunakan obat-obatan untuk mengurangi produksi hormon adrenal atau pembedahan mungkin diperlukan.

Gejala Virilization

Wanita dengan virilisasi akan mengalami gejala fisik maskulin yang umumnya hanya terjadi pada pria, termasuk: 

  • Memiliki pola kebotakan rambut pria.
  • Mengalami pertumbuhan kumis. 
  • Pertumbuhan jenggot dan jambang. 
  • Mengalami perubahan suara khas laki-laki seperti suara serak, keras, dan dalam. 
  • Meningkatkan gairan seksual. 
  • Siklus haid tidak teratur.
  • Memiliki payudara kecil. 
  • Memiliki jerawat di dada, bahu, wajah, ketiak, selangkangan, atau pada garis rambut. 
  • Otot lebih kuat. 
  • Klitoris membesar. 
  • Rahim menyusut. 
  • Pertumbuhan rambut wajah dan tubuh yang berlebihan (hirsutisme). 

Kelebihan hormon adrenal pada wanita akan membuat wanita terlihat lebih maskulin dari wanita normal lainnya secara fisik dan mungkin akan mengganggu secara emosional dan mental. 

Kapan Harus ke Dokter? 

Apabila Anda seorang wanita dalam usia remaja atau dewasa muda, segera bicarakan pada dokter apabila Anda merasa memiliki terlalu banyak rambut kasar di wajah dan tubuh yang tidak normal. Begitu juga apabila pertumbuhan rambut wajah terlalu lebat pada area wajah yang seharusnya tidak tumbuh rambut pada wanita. 

Selain itu, pertumbuhan rambut abnormal bisa jadi tanda lain dari masalah medis yang mendasarinya. Jadi, Anda dapat segera konsultasi ke dokter bila mengalami tanda virilisasi dan mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis kulit atau dokter spesialis gangguan hormon. 

Penyebab Virilization

Virilisasi pada wanita disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di mana produksi hormon seks pria lebih tinggi daripada hormon seks wanita. Ketidakseimbangan kadar hormon seks bisa terjadi akibat beberapa kondisi medis yang mendasarinya, termasuk:

  • Karsinoma Kortikal Adrenal. Jenis tumor bersifat kanker pada kelenjar adrenal. 
  • Sindrom Cushing. Paparan hormon kortisol yang terlalu tinggi akibat konsumsi obat seperti prednison dalam waktu lama. Hormon kortisol diproduksi dari kelenjar adrenal. 
  • Sindrom Ovarium Polikistik/Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Ketidakseimbangan hormon seks yang menyebabkan gangguan menstruasi, masalah fertilitas, dan kista pada ovarium.
  • Hiperplasia Adrenal Kongenital. Penyakit bawaan di mana yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal dari hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, termasuk hormon kortisol dan hormon androgen. 
  • Tumor. Tumor yang menyebabkan produksi hormon androgen berlebihan dari ovarium atau kelenjar adrenal wanita.
  • Efek Samping Obat Tertentu. Efek samping dari obat seperti minoksidil (Minoxidil, Rogaine), danazol, Androgel, Testim, dan dehydroepiandrosterone (DHEA) untuk mengatasi endometriosis pada wanita. 

Virilisasi mungkin juga terjadi akibat beberapa penyebab lain, termasuk: 

  • Penggunaan pil androgen dalam jumlah besar atau suntikan (steroid anabolik) untuk meningkatkan massa otot.
  • Kelainan bawaan pada enzim (protein) di kelenjar adrenal.
  • Kanker di luar kelenjar adrenal yang menghasilkan androgen adrenal.

Pada beberapa kasus, penyebab virilisasi tidak dapat diidentifikasi. 

Baca Juga: Hormon Testosteron: Fungsi, Dosis, Cara Menyeimbangkan

Faktor Risiko Virilization

Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang wanita mengalami virilisasi:

  • Riwayat keluarga yang memiliki kondisi hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik. 
  • Faktor kelebihan berat badan atau obesitas. Wanita dengan obesitas akan mengalami peningkatan produksi hormon androgen.
  • Wanita dari keturunan Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Selatan lebih cenderung memiliki pertumbuhan rambut wajah dan tubuh lebih subur.

Diagnosis Virilization

Dokter akan memastikan diagnosis dari perubahan fisik dan gejala yang Anda alami. Jika dokter mencurigai tanda-tanda virilization, maka dokter akan menyarankan pemeriksaan seperti: 

  • Mengambil sampel darah untuk mengidentifikasi level hormon seks termasuk hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan hormon lainnya.
  • Pemeriksaan dengan computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk memeriksa kelenjar adrenal dan struktur mendetail dalam tubuh.
  • Pemeriksaan panggul (pelvic exam) untuk memastikan apakah ada indikasi tumor atau tidak. 

Untuk memudahkan diagnosis, beri tahu dokter seputar riwayat kesehatan Anda, termasuk: 

  • Bila Anda memiliki kondisi adenoma atau hiperplasia adrenal.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit lain terkait ketidakseimbangan hormon.
  • Beri tahu dokter bila Anda menggunakan obat minoksidil (Minoxidil, Rogaine), danazol, Androgel, Testim, dan dehydroepiandrosterone (DHEA). 

Dokter mungkin akan memeriksa kondisi Anda dengan pemeriksaan lain sesuai dengan kondisi medis yang mendasarinya.

Baca Juga: 7 Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Benar (Panduan Lengkap)

Cara Mengatasi Virilization 

Cara mengatasi virilisasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut ini beberapa saran pengobatan virilisasi yang paling umum: 

  • Kontrasepsi Oral: Pil KB mengandung hormon seks wanita (estrogen dan progestin), sehingga hormon wanita akan lebih tinggi dari hormon seks pria.
  • Obat Anti-Adrogen: Obat khusus untuk memblokir produksi hormon androgen. Umumnya, obat ini digunakan sebagai perawatan lanjutan setelah Anda menggunakan pil KB selama sekitar 6 bulan atau bila penggunaan pil KB tidak cukup efektif.
  • Krim Topikal: Krim khusus untuk mengatasi pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan pada wanita. Contohnya krim eflornithine (Vaniqa) bisa memperlambat pertumbuhan rambut abnormal. 
  • Perawatan Kemoterapi atau Radiasi: Mengatasi virilisasi akibat tumor yang mendasarinya. Perawatan dengan kemoterapi atau radiasi untuk mengecilkan tumor yang berada pada area yang sulit terjangkau atau berbahaya sebelum pengangkatan tumor.
  • Operasi. Apabila virilisasi didasari oleh kondisi medis seperti tumor pada kelenjar adrenal, maka operasi pengangkatan tumor mungkin dibutuhkan.

Obat-obatan seperti kortikosteroid atau hidrokortison juga dapat mengurangi produksi hormon androgen pada penderita hiperplasia adrenal. Selanjutnya, konsultasi pada dokter untuk saran perawatan dan pengobatan terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Komplikasi Virilization

Virilisasi — peningkatan hormon seks pada pria — dapat menyebabkan komplikasi seperti: 

  • Menstruasi tidak teratur. 
  • Gangguan pada kesuburan wanita. 
  • Masalah kepercayaan diri. 
  • Menyebabkan stres secara emosional atau depresi akibat perubahan penampilan pada wanita tersebut. 

Maka dari itu, sebaiknya segera hubungi dokter bila mengalami tanda virilisasi sejak awal agar kondisi tidak bertambah parah atau menyebabkan komplikasi serius.

Cara Mencegah Virilization

Virilization adalah ketidakseimbangan hormon yang tidak ada pencegahannya. Walaupun demikian, Anda bisa mengurangi faktor risiko dengan menjaga berat badan ideal dan penanganan untuk kondisi medis yang mendasari virilisasi. 

Itulah pembahasan tentang apa itu virilization. Virilization adalah masalah hormon seks yang tidak seimbang sehingga seorang wanita bisa memiliki pola pertumbuhan fisik maskulin seperti pria. Semoga informasi ini bermanfaat! 

 

  1. Ashley B. Grossman , MD. 2020. Virilization. https://www.msdmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/adrenal-gland-disorders/virilization. (Diakses pada 4 Januari 2021). 
  2. Kahn, April. 2019. What to Know About Virilization. https://www.healthline.com/health/virilization. (Diakses pada 4 Januari 2021). 
  3. Mayo Clinic. 2019. Hirsutism. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hirsutism/symptoms-causes/syc-20354935. (Diakses pada 4 Januari 2021). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi