DokterSehat.Com– Vicky Nitinegoro dikabarkan diamankan oleh aparat kepolisian pada Rabu, 16 Oktober 2019 karena diduga menggunakan narkoba. Hanya saja, aparat masih memeriksa narkoba yang masih dianggap sebagai cairan yang misterius tersebut.

vicky-notonegoro-doktersehat

Vicky Nitinegoro Ditangkap Karena Narkoba

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut barang bukti yang disebut sebagai cairan misterius dalam bentuk vape yang diduga adalah narkoba masih dalam pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri.

Sementara itu, pakar kesehatan dr. Hari Nugroho yang berasal dari Mental Health Addiction and Neuroscience menyebut belakangan ini cukup banyak penggunaan narkoba yang dimasukkan di dalam vape atau cairan rokok elektrik. Menurut dirinya, narkoba cair ini memang bisa dijadikan liquid vape.

“Sejak 2017 sudah ada liquid ganja, MDMA, dan THC. Selain itu, terdapat narkoba lain yang juga bisa ditemukan dalam bentuk cair layaknya flakka dan kokain. Hal ini berarti, kita memang sebaiknya tidak menyepelekan hal ini,” ucap dr. Hari sebagaimana dikutip dari detik.com.

Masalahnya adalah, hngga saat ini Indonesia belum memiliki aturan khusus terkait dengan cairan vape. Padahal, hal ini cukup rentan untuk disalahgunakan menjadi penggunaan narkoba cair dan bisa saja membuat pengguna atau pengedarnya lololos dari pengawasan.

“Isi dari cairan vape ini memang seperti vape pada umumnya. Padahal, isinya adalah narkoba. Banyak orang dan aparat yang tidak menyadarinya,” lanjutnya.

Sebaliknya, di Amerika Serikat, telah banyak pakar kesehatan yang mewanti-wati bahaya dari penggunaan vape. Salah satu bahaya tersebut adalah adanya kemungkinan cairan ini mengandung narkoba. Sebagai informasi setidaknya lebih dari 1000 orang dirawat di rumah sakit gara-gara kerusakan paru akibat penggunaan vape.

Mengenal Beberapa Jenis Narkoba Cair

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penggunaan narkoba cair dengan menggunakan vape cenderung meningkat. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwaa penggunaannya dengan media vape bisa membuatnya jauh lebih aman karena memang sulit untuk dideteksi.

Berikut adalah beberapa jenis narkoba cair yang bisa saja dimasukkan ke dalam media vape.

  1. Blue Safir

Salah satu jenis narkoba cair yang cukup populer adalah blue safir atau memiliki nama lain 4-klorometkatinon (4-CMC). Banyak pengguna narkoba ini yang memasukkannya ke dalam cairan vape karena senyawa turunan dari katinon ini bisa dijadikan serbuk sehingga cukup mudah untuk dicampurkan ke dalam cairan.

Kemenkes RI menyebut blue safir sebagai narkoba golongan 1 yang dampaknya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

  1. Methamphetamine

Methamphetamine juga dikenal dengan nama lain sabu-sabu. Banyak orang yang sengaja menggunakan narkoba ini di dalam rokok elektrik karena proses penggunaannya memang secara alami mirip dengan mengisap vape.

Penggunaan methamphetamine cenderung lebih sering dilakukan para selebritis karena dianggap bisa menambah energi. Apalagi jika mereka memiliki jadwal yang sangat padat. Masalahnya adalah penggunaan narkoba ini bisa merusak sistem saraf pusat yang ada di otak dan meningkatkan risiko depresi dan gagal jantung.

  1. Liquid Illusion

Liquid illusion bisa dijadikan campuran cairan vape karena memiliki kandungan methylene dioxymethamphetamine atau MDMA. Efek dari penggunaan narkoba ini adalah halusinasi dan penambah energi.

  1. THC serta Cannabinoid

Tetrahydrocannabinol atau THC dan Cannabinoid bisa ditemukan di dalam ganja, salah satu jenis narkoba yang cenderung sering ditemukan di Indonesia. Narkoba ini jika digunakan bisa menyebabkan efek samping berupa gangguan pernapasan dan radang paru-paru. Hanya saja, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, penggunaan THC dan CBD dilegalkan demi kebutuhan medis.

 

Sumber:

  1. Wiyanti, Widiya. 2019. Diduga Ada Narkoba di Vape Vicky Nitinegoro, Kenali Jenis-jenis Narkoba Cair. health.detik.com/berita-detikhealth/d-4749426/diduga-ada-narkoba-di-vape-vicky-nitinegoro-kenali-jenis-jenis-narkoba-cair. (Diakses pada 17 Oktober 2019).