Terbit: 8 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyanyi dangdut Via Vallen dikabarkan jatuh pingsan saat mengisi sebuah acara di Bengkulu pada Selasa, 7 Januari 2020 malam. Saat itu, Via sedang menyanyikan lagu ‘Pamer Bojo’. Kabar ini langsung viral di berbagai media sosial.

Via Vallen Pingsan Saat Manggung, Apa Saja Penyebab Pingsan?

Via Vallen Pingsan Saat Menyanyi di Atas Panggung

Saat itu, Via sedang bersemangat mengajak penonton ikut bernyanyi. Hanya saja, tiba-tiba saja Via ambruk. Kru yang ada di panggung pun langsung sigap menolongnya.

Banyak orang yang menduga Via kelelahan. Apalagi sebelumnya dia juga sempat menjalani ibadah umroh yang membutuhkan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.

Ternyata, Via juga pernah pingsan saat manggung sebelumnya. Pada 2018 silam, via juga ambruk saat bernyanyi di Demak, Jawa Tengah.

Via dan manajemennya kemudian menggelar konferensi pers. Isi dari konferensi pers ini adalah meminta maaf karena tampil tidak maksimal.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

“Ini Insiden yang tidak kami duga. Badan saya kurang fit. Kami meminta maaf,” ucap Via.

Via menyebut perjalanan ke Kabupaten Kepahiang membuat energinya terkuras. Selama perjalanan, Via juga mengalami mabuk perjalanan hingga dua kali.

Berbagai Hal yang Bisa Membuat Kita Pingsan

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa membuat kita jatuh pingsan. Berikut adalah berbagai penyebab tersebut.

  1. Penurunan Tekanan Darah Tiba-Tiba

Pakar kesehatan menyebut orang yang mengalami masalah tekanan darah rendah atau hipotensi cenderung rentan untuk jatuh pingsan. Hal ini terjadi akibat sirkulasi darah yang tidak lancar sehingga membuat kita mudah lelah dan pusing. Aliran darah menuju otak juga akan berkurang sehingga membuat fungsinya terganggu. Jika sampai hal ini terjadi, maka kita pun bisa hilang kesadaran.

Tak hanya karena gangguan sirkulasi darah, kondisi lain seperti diabetes, gangguan endokrin, dan penyakit tiroid bisa menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Satu hal yang pasti, jika kondisi ini sering terjadi, harus segera diperiksakan ke dokter.

  1. Mengalami Hiperventilasi

Hiperventilasi bisa membuat kita bernapas sangat cepat. Masalahnya adalah hal ini bisa membuat pertukaran oksigen dan karbondioksida tidak akan berlangsung dengan baik. Bisa jadi kita mengeluarkan karbondioksida terlalu banyak dan akhirnya memicu penyempitan pembuluh darah menuju otak. Dampak dari hal ini adalah menurunnya sirkulasi darah menuju otak yang bisa saja menyebabkan hilang kesadaran.

Banyak orang yang mengalami hiperventilasi sebagai efek dari respons panik atau gangguan emosional layaknya depresi, rasa cemas, atau marah.

  1. Dehidrasi

Ternyata, dehidrasi juga bisa membuat kita jatuh pingsan, lho. Banyak orang yang menganggap remeh hal ini karena berpikir jika dehidrasi hanya akan membuat kita haus saja. Padahal, dalam realitanya, dehidrasi menandakan gangguan keseimbangan cairan tubuh yag bisa memicu gangguan fungsi sel, jaringan, dan organ tubuh.

Dampak dari kekurangan cairan juga bisa menyebabkan gangguan tekanan darah yang mempengaruhi suplai oksigen menuju otak. Hal inilah yang kemudian bisa berimbas pada hilangnya kesadaran.

  1. Penurunan Kadar Gula Darah

Dalam dunia medis, kadar gula darah yang jauh lebih rendah dari normal disebut sebagai hipoglikemia. Masalahnya adalah jika kondisi ini tak ditangani dengan baik, tak hanya bisa membuat jatuh pingsan, namun juga bisa memicu kejang atau koma.

Mereka yang menderita diabetes atau gangguan sensitivitas insulin rentan mengalami kondisi ini.

  1. Gangguan pada Jantung

Mereka yang menderita masalah gangguan irama denyut jantung atau aritmia, penyumbatan katup jantung atau stenonis, dan hipertensi cenderung rentan mengalami jatuh pingsan. Hal ini disebabkan oleh terganggunya sirkulasi darah dan oksigen pada otak yang bisa menyebabkan dampak ini.

 

Sumber:

  1. Petrangelo, Ann. 2018 What Causes Fainting?. healthline.com/health/fainting. (Diakses pada 8 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi