Vertigo: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

vertigo-doktersehat

DokterSehat.Com – Pernahkah Anda merasakan pusing di mana sekeliling terasa seperti berputar? Jika pernah, berarti Anda mengalami vertigo. Vertigo adalah gejala dari berbagai kondisi, bisa terjadi karena ada masalah dengan telinga bagian dalam, otak, atau jalur saraf sensorik. Simak penyebab vertigo, gejala vertigo, dan cara mengatasi vertigo selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Vertigo?

Seperti penjelasan sebelumnya, vertigo bukanlah penyakit akan tetapi sebuah gejala. Terdapat banyak kondisi yang dapat menyebabkan vertigo. Vertigo bisa berlangsung selama beberapa menit hingga jam tergantung tingkat keparahan. Selain itu, vertigo juga bisa bersifat sementara atau jangka panjang.

Apabila vertigo yang dialami cukup berat, hal itu berisiko membuat penderitanya kehilangan keseimbangan sehingga risiko terjatuh semakin tinggi. Orang-orang dengan kelainan telinga bagian dalam seperti penyakit Ménière, terkadang juga mengalami vertigo.

Gejala vertigo termasuk sensasi disorientasi atau gerak yang bisa disertai mual, muntah, berkeringat, atau gerakan mata yang tidak normal. Gejala vertigo lainnya mungkin termasuk gangguan pendengaran dan sensasi dering di telinga, gangguan penglihatan, kelemahan, kesulitan berbicara, penurunan tingkat kesadaran, dan kesulitan berjalan.

Penyebab Vertigo

Pada dasarnya, penyebab vertigo dibagi menjadi dua yaitu vertigo sentral dan perifer. Dibanding vertigo sentral, vertigo perifer adalah yang paling sering terjadi. Berikut adalah penjelasan lengkap penyebab vertigo, di antaranya:

1. Vertigo Perifer

Vertigo perifer adalah yang paling sering dialami oleh banyak orang. Penyebabnya karena terdapat gangguan telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Selain perasaan melayang, peradangan yang terjadi di telinga bagian dalam atau karena adanya infeksi virus, akan menimbulkan rasa sakit dan pusing.

Beberapa penyebab vertigo paling umum, khususnya penyebab vertigo perifer adalah:

  • BPPV. BPPV merupakan singkatan dari benign paroxysmal positional vertigo. BPPV terjadi ketika partikel kalsium kecil (canalith) masuk di kanal-kanal telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam mengirimkan sinyal ke otak tentang kepala dan gerakan tubuh relatif terhadap gravitasi. Proses ini membantu tubuh menjaga keseimbangan. BPPV dapat terjadi tanpa alasan yang diketahui dan mungkin terkait dengan usia. Penyebab vertigo ini cukup sering terjadi.
  • Penyakit Ménière. Ini adalah gangguan telinga bagian dalam yang diduga disebabkan oleh penumpukan cairan dan perubahan di telinga. Hal ini dapat menyebabkan episode vertigo bersama dengan telinga berdenging (tinnitus) dan gangguan pendengaran.
  • Neuritis vestibular atau labirintis. Ini adalah masalah telinga bagian dalam biasanya berhubungan dengan infeksi (biasanya virus). Infeksi menyebabkan peradangan pada telinga bagian dalam sekitar saraf yang penting untuk membantu keseimbangan rasa tubuh.

2. Vertigo Sentral

Vertigo sentral terjadi akibat adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit ini adalah cerebellum atau otak kecil.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang menjadi penyebab vertigosentral, di antaranya:

  • Stroke. Sebuah kondisi penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak.
  • Konsumsi obat. beberapa jenis obat tertentu yang bisa menimbulkan efek samping vertigo.
  • Tumor otak. Penyakit ini menyerang cerebellum atau otak kecil, sehingga mengakibatkan gangguan koordinasi gerakan tubuh.
  • Migrain. Munculnya migrain atau sakit kepala sebelah ini disertai dengan rasa nyeri yang berdenyut dan sering dialami oleh orang mereka yang berusia muda. Migrain biasanya  dianggap sebagai salah satu penyebab umum dari penyakit ini.
  • Multiple sclerosis. Gangguan sinyal saraf yang terjadi di sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang) yang diakibatkan oleh kesalahan pada sistem kekebalan tubuh seseorang.
  • Neuroma akustik. Tumor jinak yang tumbuh pada saraf vestibular, yaitu sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Sebagian besar kasus neuroma akustik terjadi karena kelainan genetik.

Kondisi yang Meningkatkan Risiko Vertigo

Vertigo yang disebabkan oleh benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) lebih sering terjadi pada seseorang yang berusia 50 tahun atau lebih tua, serta lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Selain itu, cedera kepala atau gangguan lain pada organ keseimbangan telinga juga bisa membuat Anda lebih rentan terhadap vertigo.

Gejala Vertigo

Perlu diketahui bahwa serangan vertigo bisa terjadi tiba-tiba dan bisa berlangsung lama atau singkat. Apabila Anda memiliki vertigo berat, gejala vertigo bisa berlangsung selama beberapa hari sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala yang paling umum terjadi adalah sekeliling Anda terasa seperti berputar diiringi dengungan pada telinga. Dampaknya, rasa ingin muntah tak terhindarkan dan membuat Anda tidak kuat untuk berdiri.

Meski vertigo adalah gejala, akan tetapi kondisi ini juga dapat menyebabkan atau terjadi bersamaan dengan gejala lainnya, seperti:

  • Masalah keseimbangan.
  • Pusing.
  • Rasa mabuk perjalanan.
  • Mual dan muntah.
  • Dering di telinga (tinnitus).
  • Perasaan penuh di telinga.
  • Nistagmus, di mana mata bergerak tak terkendali biasanya dari sisi ke sisi.

Diagnosis Vertigo

Selama diagnosis, dokter bisa memeriksa bagaimana cara Anda berjalan, menjaga keseimbangan, serta bagaimana saraf utama sistem saraf pusat bekerja. Selain tes pendengaran dan tes keseimbangan, tes lain yang mungkin dilakukan, antara lain:

  • Eye Movement Testing

Dokter akan mengawasi jalur mata ketika Anda melacak objek bergerak. Selain itu, Anda mungkin akan diberikan tes gerakan mata di mana air atau udara ditempatkan di saluran telinga.

  • Head Movement Testing

Jika dokter mencurigai vertigo disebabkan oleh benign paroxysmal positional, dokter mungkin melakukan tes gerakan kepala sederhana yang disebut manuver Dix-Hallpike untuk memverifikasi diagnosis.

  • Posturography

Tes ini memberi tahu dokter bagian mana dari sistem keseimbangan yang paling diandalkan dan bagian mana yang menimbulkan gangguan. Tes ini dilakukan berdiri tanpa alas kaki di atas platform dan mencoba menjaga keseimbangan dalam berbagai kondisi.

  • Rotary Chair Testing

Selama tes ini, Anda duduk di kursi yang dikendalikan komputer yang bergerak sangat lambat dalam lingkaran penuh. Pada kecepatan yang lebih cepat, ia bergerak bolak-balik dalam lengkungan yang sangat kecil.

Selain beberapa tes vertigo seperti di atas, Anda mungkin disarankan melakukan tes darah untuk memeriksa infeksi dan tes lain untuk memeriksa kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sementara itu, tanda-tanda peringatan komplikasi serius meliputi:

  • Vertigo yang muncul tiba-tiba tidak terpengaruh oleh perubahan posisi.
  • Vertigo yang berhubungan dengan tanda-tanda neurologis seperti kurangnya koordinasi otot yang parah atau kelemahan baru.
  • Vertigo yang berhubungan dengan tuli dan tidak ada riwayat penyakit Ménière.

Pengobatan Vertigo

Obat vertigo tergantung pada apa yang menyebabkannya. Dalam banyak kasus, tanpa harus mencari vertigo obatnya apa, vertigo bisa hilang sendiri. Terjadinya kesembuhan tanpa obat vertigo ini dikarenakan otak mampu beradaptasi—setidaknya sebagian, dan dengan adanya perubahan telinga bagian dalam.

Bagi beberapa orang, cara mengatasi vertigo yang dibutuhkan dapat termasuk:

1. Rehabilitasi Vestibular

Ini adalah jenis terapi fisik yang bertujuan membantu memperkuat sistem vestibular. Fungsi dari sistem vestibular adalah untuk mengirim sinyal ke otak tentang kepala dan gerakan tubuh relatif terhadap gravitasi. Rehab vestibular mungkin disarankan jika Anda memiliki serangan berulang vertigo. Ini membantu melatih indera untuk mengompensasi.

2. Manuver Reposisi Kanalit

Pedoman dari American Academy of Neurology merekomendasikan serangkaian gerakan khusus untuk kepala dan tubuh dalam rangka menangani BPPV. Gerakan yang dilakukan untuk memindahkan deposit kalsium keluar dari kanal ke dalam ruang telinga bagian dalam sehingga mereka dapat diserap oleh tubuh.

Anda mungkin akan memiliki gejala vertigo selama prosedur ketika kanalit bergerak. Seorang dokter atau ahli terapi fisik dapat memandu gerakan manuver ini.

3. Obat Resep

Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk meringankan gejala seperti mual atau mabuk terkait dengan vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh infeksi atau peradangan, antibiotik atau steroid dapat mengurangi pembengkakan dan menyembuhkan infeksi. Obat vertigo untuk penyakit Meniere, seperti diuretik (pil air) dapat diresepkan untuk mengurangi tekanan dari penumpukan cairan.

Obat vertigo lainnya yang bisa Anda gunakan: antihistamin, seperti betahistine. Benzodiazepine, seperti diazepam dan lorazepam. Anti-muntah, seperti metoclopramide.

4. Operasi

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang lebih serius, seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, operasi dapat membantu untuk meringankan vertigo.

Selain beberapa langkah di atas yang bisa dilakukan, terdapat cara mengatasi vertigo dengan bahan alami yang bisa dicoba, antara lain:

  • Cabai rawit.
  • Kunyit.
  • Ginkgo Biloba.
  • Akar jahe.
  • Gongjin-dan.

Meski belum ada cukup bukti untuk mengonfirmasi bahwa obat herbal dapat meredakan vertigo. Namun, uji klinis yang saat ini sedang dilakukan adalah menyelidiki efek Gongjin-dan.

Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information mengungkapkan, akupuntur dapat mengurangi gejala vertigo. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi keefektifan metode perawatan ini.

Anda harus bertanya kepada dokter sebelum menggunakan perawatan alternatif apa pun. Selain itu, Anda juga harus mengunjungi dokter jika vertigo terjadi tiba-tiba atau memburuk—karena hal ini mungkin memerlukan perawatan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Pencegahan Vertigo

Vertigo dapat meningkatkan risiko Anda jatuh dan melukai diri sendiri. Mengalami vertigo saat berkendara atau mengoperasikan alat berat dapat meningkatkan kemungkinan kecelakaan.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah vertigo, antara lain:

  • Orang yang keseimbangannya dipengaruhi oleh vertigo harus mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah cedera dari jatuh.
  • Orang yang memiliki faktor risiko stroke harus mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi serta berhenti merokok.
  • Orang dengan penyakit Ménière harus membatasi garam dalam makanannya.

 

Sumber:

  1. Vertigo. https://www.webmd.com/brain/vertigo-symptoms-causes-treatment#1. (Diakses pada 4 Desember 2019)..
  2. MacGill, Markus. Everything you need to know about vertigo. https://www.medicalnewstoday.com/knowledge/160900/vertigo-causes-symptoms-treatments. (Diakses pada 4 Desember 2019)..
  3. Cunha, John P, DO, FACOEP. Vertigo. https://www.emedicinehealth.com/vertigo/article_em.htm#what_is_vertigo. (Diakses pada 4 Desember 2019)..
  4. Dizziness. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dizziness/symptoms-causes/syc-20371787. (Diakses pada 4 Desember 2019)..