Terbit: 30 Juli 2020 | Diperbarui: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai adalah vaskulitis. Apa itu vaskulitis? Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Vaskulitis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Vaskulitis?

Vaskulitis adalah istilah yang digunakan untuk sekelompok penyakit yang ditandai dengan peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah atau dinding pembuluh darah. Kondisi ini bisa menjadi penyakit primer atau kondisi sekunder yang terkait dengan penyakit lain yang mendasarinya.

Berbagai jenis vaskulitis memiliki pola distribusi tertentu yang dapat memengaruhi organ tertentu, jenis pembuluh tertentu, atau ukuran pembuluh darah tertentu. Penyakit yang memengaruhi arteri kadang-kadang disebut arteritis, dan pembuluh darah yang menyerang vena disebut venulitis. Secara keseluruhan, vaskulitis adalah kondisi yang jarang terjadi.

Jenis-Jenis Vaskulitis

Vaskulitis terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari pembuluh darah yang terdampak. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Vaskulitis Pembuluh Darah Besar

Vasculitis yang memengaruhi pembuluh darah besar meliputi Arteritis Takayasu dan Arteritis sel besar.

  • Arteritis Takayasu, adalah peradangan pada pembuluh darah arteri yang biasanya melibatkan aorta dan cabang utamanya.
  • Arteritis sel besar, atau disebut juga arteritis temporal, umumnya memengaruhi cabang aorta yang memasok darah ke kepala.

2. Vaskulitis Pembuluh Darah Sedang

Peradangan pada pembuluh darah sedang meliputi Polyarteritis Nodosa (PAN), Penyakit Kawasaki, dan Vaskulitis pada sistem saraf pusat.

  • PAN memengaruhi arteri berukuran sedang sampai kecil, dan terutama melibatkan pembuluh darah ginjal serta usus. Variasi kondisi ini dapat memengaruhi pembuluh darah yang lebih kecil dan disebut polyangiitis mikroskopis atau polyarteritis mikroskopis. Beberapa kondisi tersebut ada yang dikatikan dengan infeksi hepatitis B dan PAN.
  • Penyakit Kawasaki, adalah jenis yang memengaruhi arteri jantung (arteri koroner) pada anak-anak. Kondisi ini berkaitan dengan infeksi demam secara umum pada anak-anak yang lantas memicu vaskulitis jantung pada masa penyembuhan penyakit.
  • Vaskulitis sistem saraf pusat adalah penyakit langka yang ditandai dengan pembengkakan arteri otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini kadang kala dikaitkan dengan beberapa infeksi virus, penyakit Hodgkin, sifilis, dan penggunan amfetamin. Dalam beberapa kasus, penyebab yang mendasarinya tidak dapat diidentifikasi.

3. Vaskulitis Pembuluh Darah Kecil

Vasculitis pada pembuluh darah kecil terbagi menjadi beberapa jenis, yakni Arteritis Churg-Strauss, Granulomatosis Wegener, Purpura Henoch-Schonlein, Vaskulitis Hipersensitivitas, dan Vaskulitis krioglobulinemia esensial.

  • Arteritis Churg-Strauss, adalah jenis yang terutama menyerang kulit dan paru-paru. Jenis ini terbilang jarang terjadi.
  • Granulomatosis Wegener, adalah vaskulitis arteriol dan venula kecil. Hal ini dapat memengaruhi banyak organ tubuh (sistemik), tetapi biasanya melibatkan ginjal, paru-paru, dan saluran pernapasan bagian atas (rongga hidung dan sinus). Antibodi tertentu (antibodi sitoplasma antineutrofil atau ANCA) dikaitkan dengan penyakit Wegener dan dapat dideteksi dalam darah penderitanya.
  • Purpura Henoch-Schonlein, adalah jenis vasculitis yang juga bersifat sistemik. Jenis ini dapat terjadi pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa kendati lebih sering terjadi pada anak-anak berusia antara empat sampai tujuh tahun.
  • Vaskulitis Hipersensitivitas, adalah istilah yang digunakan untuk jenis vaskulitis pembuluh darah kecil yang terkait dengan alergi pada pembuluh darah. Area yang sering terdampak adalah kulit karena merusak pembuluh darah kecil pada kulit.
  • Vaskulitis krioglobulinemia esensial, adalah jenis penyakit pembuluh darah langka. Krioglobulin adalah protein kecil kompleks yang dapat mengendap pada suhu dingin. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan vaskular.

Beberapa penyakit vaskulitis pembuluh darah kecil dapat dikaitkan dengan gangguan rheumatologis (gangguan jaringan ikat) seperti lupus eritematosus sistemik (SLE), rheumatoid arthritis, penyakit Behcet, atau polychondritis relaps.

Vasculitis pada pembuluh darah kecil dan sedang juga bisa disebabkan virus tertentu. Infeksi virus yang paling umum antara lain hepatitis B, hepatitis C, human immunodeficiency virus (HIV), cytomegalovirus (CMV), virus Epstein-Barr, dan parvovirus B19.

Ciri dan Gejala Vaskulitis

Ciri dan gejala vaskulitis bisa terlalu umum, tidak spesifik, atau bahkan sangat tidak jelas. Hal ini karena kompleksitas dan variabilitas dari berbagai jenis penyakit tersebut. Penting juga untuk menyadari bahwa secara keseluruhan, kondisi ini tergolong jarang terjadi dibandingkan dengan kondisi umum lainnya yang mungkin juga menyebabkan tanda dan gejala serupa.

Amannya, kita dapat mengatakan bahwa sebagian besar tanda dan gejala yang terkait dengan vasculitis dipicu oleh adanya pembengkakan pembuluh darah yang kemudian mengakibatkan gangguan aliran darah ke organ spesifik yang dipasok oleh pembuluh darah yang terdampak.

Terganggu atau terhambatnya aliran darah tersebut lantas menimbulkan gejala sebagaimana dicontohkan berikut ini :

  • Vaskulitis SSP dapat menyebabkan sakit kepala, kebingungan, atau masalah neurologis fokal.
  • Churg-Strauss vasculitis dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan asma yakni sesak napas karena kondisi ini menyerang paru-paru.
  • Purpura Henoch-Schonlein dapat timbul berupa purpura (area ungu kecil di bawah kulit karena perdarahan), sakit perut atau mual dan muntah, nyeri sendi, atau darah dalam urine (hematuria) karena sifatnya yang sistemik alias bisa terjadi di sejumlah bagian tubuh.
  • Arteritis temporal menimbulkan gejala berupa sakit kepala dan pembuluh darah menebal di sisi dahi.
  • Vaskulitis kulit dapat menyebabkan purpura, urtikaria (gatal-gatal), atau borok pada kulit.

Beberapa ciri atau gejala lainnya yang mungkin akan dirasakan oleh penderita adalah:

  • Demam
  • Urine disertai darah
  • Penurunan berat badan
  • Tubuh kelelahan
  • Beberapa anggota tubuh seperti mati rasa atau kebas
  • Tidak nafsu makan

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas dalam waktu yang bersamaan guna memastikan kondisi. Penanganan medis sedini mungkin diperlukan guna mencegah kondisi bertambah buruk. Pasalnya, penyakit ini bisa saja berkembang dengan cepat sehingga pengobatan yang terlambat dapat memperkecil peluang kesembuhannya.

Penyebab Vaskulitis

Penyebab penyakit vaskulitis sebagian besar belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ahli mensinyalir hal ini salah satunya berkaitan dengan kelainan imunologi (kelainan autoimun). Adanya kelainan tersebut lantas diduga menyebabkan terjadinya inflamasi pada dinding pembuluh darah.

Selain itu, sejumlah kondisi lainnya yang disebut-sebut menjadi penyebab radang pembuluh darah ini adalah sebagai berikut:

  • Infeksi bakteri, jamur, dan virus
  • Alergi
  • Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu

Faktor Risiko Vaskulitis

Selain itu, terdapat pula sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang untuk mengalami gangguan kesehatan yang satu ini. Faktor risiko yang dimaksud meliputi:

  • Jenis kelamin. Pria lebih berpotensi untuk terserang vaskulitis ketimbang wanita.
  • Usia. Seseorang yang berusia di bawah 20 tahun lebih rentan untuk mengalami penyakit ini.
  • Gangguan autoimun. Penderita gangguan autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis berpotensi untuk mengalami penyakit ini.
  • Hepatitis B atau C. Penderita penyakit hepatitis B atau C juga tak luput dari ancaman vaskulitis.

Diagnosis Vaskulitis

Apa saja yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pembuluh darah ini?

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan pada pasien terkait dengan keluhan yang dialami. Pertanyaan bisa meliputi:

  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah sedang menderita suatu penyakit?
  • Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan?

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan memeriksa fisik pasien. Pada kasus seperti vaskulitis kulit, ciri-ciri fisik dapat dilihat dengan mudah yaitu seperti adanya ruam atau kulit berwarna keunguan.

3. Pemeriksaan Penunjang

Guna memperkuat diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang yang umumnya meliputi:

  • Tes darah
  • Tes urine
  • Pemeriksaan bagian dalam melalui X-Ray, USG, CT Scan, atau MRI
  • Pemeriksaan pembuluh darah (angiografi)

Pengobatan Vaskulitis

Pengobatan penyakit vaskulitis disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien. Metode pengobatan bisa meliputi:

1. Obat-obatan

Dokter akan meresepkan sejumlah obat-obatan guna membantu mengatasi masalah ini. Obat-obatan yang diberikan umumnya berupa:

  • Obat kortikosteroid
  • Cyclophospamide
  • Acetaminophen (untuk meredakan nyeri)

2. Tindakan Medis

Pada kasus di mana penyakit ini sudah sampai menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah, pun penyempitan arteri, maka selain obat-obatan dokter juga akan melakukan tindakan medis yakni operasi bedah guna memperbaiki masalah tersebut.

3. Penerapan Pola Hidup Sehat

Selain itu, pasien juga biasanya akan diminta oleh dokter untuk menerapkan pola hidup sehat guna menunjang proses penyembuhan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Penerapan pola hidup sehat yang dimaksud adalah:

  • Banyak mengonsumsi makanan bergizi
  • Minum suplemen vitamin
  • Olahraga rutin
  • Melakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi tertentu

Komplikasi Vaskulitis

Vaskulitis yang tidak segera ditangani—atau tidak ditangani dengan baik—dapat berujung pada sejumlah komplikasi. Komplikasi yang dimaksud adalah:

1. Infeksi

Kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi pada darah (sepsis) maupun pneumonia. Jika sudah begitu, maka nyawa penderita dalam ancaman.

2. Aneurisma

Aneurisma adalah komplikasi selanjutnya dari vaskulitis. Kondisi ini terjadi saat aliran darah terhambat sehingga akhirnya mengalami penggumpalan.

3. Gangguan Penglihatan

Penderita juga mungkin akan mengalami gangguan pada penglihatannya. Kondisi ini umumnya terjadi pada jenis arteritis sel besar. Jika masih tidak juga ditangani dengan baik, penderita bisa mengalami kebutaan permanen.

4. Kerusakan Organ

Peradangan pada pembuluh darah juga bisa menyebabkan rusaknya organ tubuh. Organ tubuh yang dimaksud seperti paru-paru, jantung, dan hati (liver).

 

  1. Anonim. Vasculitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vasculitis/symptoms-causes/syc-20363435 (Diakses pada 30 Juli 2020)
  2. Anonim. Vasculitis. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/guide/vasculitis-treatment (Diakses pada 30 Juli 2020)
  3. Anonim. Vasculitis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12101-vasculitis (Diakses pada 30 Juli 2020)
  4. Brazier, Y. 2017. What is Vasculitis? https://www.medicalnewstoday.com/articles/189281 (Diakses pada 30 Juli 2020)
  5. NHS. Vasculitis. https://www.nhs.uk/conditions/vasculitis/ (Diakses pada 30 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi