Terbit: 21 Maret 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Varises adalah pembesaran pada pembuluh darah vena. Bagi beberapa orang, varises hanyalah masalah kosmetik dan bukan masalah kesehatan yang serius, namun ada orang lain yang mengalami varises hingga menyebabkan sakit dan menjadi masalah yang lebih serius. Simak penyebab, ciri-ciri varises, dan cara menghilangkan varises berikut ini.

Varises: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Varises

Sebelum membahas mengenai varises secara keseluruhan, perlu diketahui bahwa agar tubuh dapat mengedarkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh, Anda harus memiliki lapisan otot atau jaringan elastis yang tebal.

Selain itu, otot dan jaringan juga berguna untuk mendorong darah kembali ke jantung. Pembuluh darah sendiri bergantung pada otot-otot di sekitarnya dan jaringan katup satu arah.

Saat darah mengalir melalui pembuluh darah, katup-katup secara bergantian membuka untuk memungkinkan darah masuk, kemudian menutup untuk mencegah aliran balik. Pada varises, katup tidak berfungsi dengan baik sehingga memungkinkan darah menumpuk di vena dan menyulitkan otot untuk mendorong darah untuk ‘menanjak’.

Alih-alih mengalir dari satu katup ke katup berikutnya, darah terus menumpuk di vena sehingga meningkatkan tekanan vena dan kemungkinan kongesti, sehingga menyebabkan pembuluh darah vena membengkak.

Selain masalah katup di pembuluh darah vena, faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengembangkan varises, di antaranya:

1. Usia

Risiko seseorang mengalami varises bisa meningkat seiring bertambahnya usia. Penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah yang membantu mengatur aliran darah. Akhirnya, keausan itu menyebabkan katup membiarkan darah mengalir kembali ke pembuluh darah bukannya mengalir ke jantung.

2. Jenis Kelamin

Dibanding pria, seorang wanita lebih mungkin mengalami varises. Perubahan hormon selama kehamilan, pramenstruasi atau menopause mungkin menjadi faktor karena perubahan hormon pada wanita cenderung membuat dinding vena rileks. Selain itu, perawatan hormon seperti pil KB, dapat meningkatkan risiko varises.

3. Kehamilan

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh meningkat. Perubahan ini terjadi untuk mendukung pertumbuhan janin, tetapi juga dapat menghasilkan efek samping yang tidak menguntungkan yaitu pembesaran pembuluh darah di kaki atau varises.

Selain itu, perubahan kondisi rahim selama kehamilan membawa banyak tekanan pada vena di daerah panggul. Pada sebagian besar kasus, varises hilang setelah kehamilan berakhir, meski hal ini adalah kondisi yang tidak selalu terjadi.

4. Riwayat Keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang pernah memiliki varises, ada kemungkinan Anda mengalami hal yang sama.

5. Obesitas

Kelebihan berat badan menambah tekanan pada pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan varises.

6. Kebiasaan Tertentu

Berdiri atau duduk untuk waktu yang lama ternyata bisa membuat varises. Kondisi ini membuat darah tidak mengalir karena berada di posisi yang sama untuk waktu yang lama.

Gejala Varises

Gejala varises yang mudah terlihat adalah pembuluh darah yang membesar (biasanya terlihat di kaki). Gejala lainnya adalah rasa pegal di sekitar pembuluh darah, rasa sakit, dan rasa berat di area yang terdampak. Pada kasus yang parah, pembuluh darah vena dapat berdarah secara signifikan dan bisul dapat terbentuk.

Selain beberapa gejala seperti di atas, berikut ini adalah ciri ciri varises lainnya yang bisa dikenali:

  • Pembuluh darah vena yang berwarna ungu gelap atau biru.
  • Pembuluh darah vena terlihat bengkok dan menggembung.

Sementara ketika gejala varises menimbulkan rasa sakit, hal itu akan menimbulkan:

  • Perasaan pegal atau berat di kaki.
  • Rasa terbakar, berdenyut, kram otot dan bengkak di kaki bagian bawah.
  • Nyeri memburuk setelah duduk atau berdiri untuk waktu yang lama.
  • Gatal di sekitar pembuluh darah vena.
  • Perubahan warna kulit di sekitar varises.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Jika Anda khawatir tentang bagaimana penampilan dan gangguan yang ditimbulkan oleh varises—serta telah melakukan perawatan rumahan untuk menghentikan kondisi—namun kondisi menjadi memburuk, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, jika penderita varises merasakan nyeri dada atau kesulitan bernapas, kondisi ini mungkin mengindikasikan adanya bekuan darah di pembuluh darah jantung atau paru-paru. Seseorang harus segera pergi ke gawat darurat rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Memiliki varises tidak selalu berarti seseorang mengalami gumpalan darah atau gumpalan darah yang menyebabkannya. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, gumpalan darah meningkatkan tekanan pada vena dengan menghalangi aliran darah.

Tekanan yang meningkat ini akan menyebabkan aliran darah ke arah sebaliknya melalui katup melemah sehingga menciptakan varises. Untuk alasan ini, penderita harus menemui dokter jika kakinya bengkak, nyeri yang memburuk atau tiba-tiba mengembangkan varises meski tidak memiliki faktor risiko umum seperti kehamilan.

BACA JUGA: Cara Menghilangkan Varises pada Kaki Secara Alami

Diagnosis Varises

Diagnosis utama yang dilakukan dokter adalah dengan memeriksa kaki dan pembuluh darah vena saat Anda duduk atau berdiri. Dokter juga mungkin bertanya tentang rasa sakit atau gejala varises yang dialami.

Selain itu, dokter juga mungkin melakukan tes ultrasound untuk memeriksa aliran darah. Ini adalah tes non invasif yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat bagaimana darah mengalir di pembuluh darah.

Metode diagnosis lain yang bisa digunakan untuk melihat varises adalah dengan venogram. Venogram adalah tes yang memungkinkan dokter melihat pembuluh darah  pada X-ray.

Selama tes ini, dokter bisa menyuntikkan pewarna khusus ke kaki dan melakukan X-ray dari daerah tersebut. Pewarna yang muncul saat dilakukan X-ray memberi dokter pandangan yang lebih baik tentang bagaimana darah mengalir.

Pada akhirnya, pemeriksaan fisik—terutama visual—oleh dokter akan memutuskan apakah seseorang memiliki varises atau tidak. Dalam beberapa kasus, Anda juga bisa dirujuk ke dokter Spesialis Bedah Vaskuler.

Pengobatan Varises

Jika seseorang tidak memiliki gejala varises atau tidak terganggu perubahan fisik oleh varises, perawatan mungkin tidak diperlukan. Namun, jika gejala varises menimbulkan rasa sakit dan rasa tidak nyaman lainnya maka perawatan khusus diperlukan.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi masalah kesehatan ini lewat prosedur medis atau perawatan rumahan, di antaranya:

1. Penanganan Rumahan

Cara mengobati varises yang dapat dengan mudah dilakukan sendiri adalah dengan:

  • Rutin berolahraga.
  • Mengangkat kaki.
  • Hindari berdiri atau duduk dalam waktu lama.
  • Hindari berat badan berlebih.
  • Menggunakan obat salep dan emollients.

Beberapa cara menghilangkan seperti di atas dapat membantu meringankan rasa sakit, meningkatkan kenyamanan, dan memperbaiki penampilan.

2. Stoking Kompresi

Stoking kompresi dapat Anda dapatkan di apotek atau toko-toko medis. Stoking yang dijual bebas seperti pantyhose paling sedikit memberikan tekanan, sedangkan stocking kompresi dengan tekanan tinggi memerlukan resep dokter.

Stoking kompresi dirancang untuk membantu otot-otot kaki mendorong darah ke atas dengan memberikan kompresi bertahap, serta dukungan terkuat mulai dari pergelangan kaki dan secara bertahap menurun ke atas.

Cara penggunaannya, tarik stoking secara merata agar bagian betis dan selangkangan tidak terlalu kencang. Stocking khusus ini harus digunakan sepanjang hari dan usahakan untuk mengangkat kaki selama 10-15 menit selama beberapa kali dalam sehari.

3. Skleroterapi

Skleroterapi melibatkan penyuntikan bahan kimia khusus di dalam vena sehingga pembuluh darah menyusut atau mengempis. Skleroterapi tidak sepenuhnya berhasil dalam mengurangi gejala dan mencegah pembentukan varises yang lebih banyak.

Komplikasi yang terkait dengan skleroterapi termasuk reaksi alergi terhadap bahan kimia yang digunakan seperti rasa terbakar di tempat injeksi, peradangan, ulserasi kulit, dan perubahan warna kulit secara permanen. Mengenakan stoking kompresi biasanya dianjurkan setelah skleroterapi.

4. Ligation and Stripping

Dua sayatan dibuat, satu di dekat pangkal paha bagian atas vena dan yang lainnya dibuat lebih jauh ke bawah kaki, baik di pergelangan kaki atau lutut. Bagian atas vena diikat dan disegel. Kawat tipis dan lentur dijahit melalui bagian bawah vena dan kemudian ditarik keluar untuk mengambil vena bersama.

Prosedur ini terkadang dapat menyebabkan memar, pendarahan, dan rasa sakit. Dalam kesempatan yang sangat jarang, hal itu menimbulkan trombosis vena dalam. Usai prosedur ini dilakukan, sebagian besar pasien perlu 1-3 minggu untuk pulih sebelum kembali bekerja dan aktivitas normal. Selama waktu pemulihan, stoking kompresi bisa digunakan.

5. Ablasi Radiofrekuensi

Sayatan kecil dibuat di atas atau di bawah lutut dengan bantuan pemindaian ultrasound, kemudian tabung sempit (kateter) dimasukkan ke dalam vena.

Dokter memasukkan probe ke dalam kateter yang memancarkan energi frekuensi radio. Energi frekuensi radio ini memanaskan vena yang kemudian menghancurkan jaringan abnormal.

Prosedur ini lebih umum dilakukan untuk varises yang lebih besar. Ablasi radiofrekuensi biasanya dilakukan dengan anestesi lokal.

6. Perawatan Laser Endovenous

Cara mengobati varises berikutnya adalah dengan perawatan laser endovenous, yaitu dengan memasukan kateter ke dalam vena pasien. Sebuah laser kecil dimasukkan melalui kateter dan diposisikan di bagian atas vena—kemudian memberikan semburan energi pendek yang memanaskan vena kemudian menutupnya.

7. Transilluminated Powered Phlebectomy (TIPP)

TIPP adalah teknik invasif minimal untuk menghilangkan varises. Cara menghilangkan varises ini memanfaatkan cahaya terang untuk menerangi vena. Alat dilewatkan melalui sayatan kecil dan mengangkat vena dengan pengisapan.

Anestesi umum atau lokal dapat digunakan untuk prosedur ini dan mungkin ada beberapa pendarahan dan memar setelah operasi.

Setelah Perawatan Varises

Setelah Anda mengetahui beberapa cara menghilangkan varises seperti di atas, hal penting lainnya yang harus diketahui dari penanganan varises adalah terdapat efek samping yang bisa terjadi setelah perawatan dilakukan. Tanda yang paling umum adalah pembengkakan, memar, perubahan warna kulit, dan rasa sakit.

Anda lebih cenderung memiliki efek samping yang serius jika Anda mengalami pengupasan pembuluh darah dan ligasi. Meskipun jarang, komplikasi dapat termasuk pembekuan darah, nyeri hebat, infeksi, dan jaringan parut.

Dokter mungkin membungkus kaki dengan perban elastis setelah prosedur dan meminta Anda memakai stoking kompresi untuk jangka waktu tertentu.

Saat tiba di rumah, ikuti instruksi tentang berolahraga meskipun rasa sakit masih terasa di area varises. Tubuh yang tidak aktif meningkatkan kemungkinan untuk mengalami bekuan darah yang berbahaya.

Apa pun prosedur yang dipilih, hal itu hanya dapat mengobati varises yang ada, namun varises yang baru tetap bisa berkembang. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mencegah terjadinya varises kembali, antara lain:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Olahraga secara teratur.
  • Angkat kaki secara teratur saat duduk untuk waktu yang lama.
  • Jangan menyilangkan kaki saat duduk.
  • Hindari untuk mengenakan celana ketat.
  • Hindari alkohol, karena bisa menyebabkan pembuluh darah di kaki melebar.
  • Konsumsi makanan tinggi serat dan rendah garam.
  • Hindari menggunakan sepatu hak tinggi dan kaus kaki ketat.
  • Mengubah posisi duduk atau berdiri secara teratur.

Pada beberapa kasus, varises bisa bertambah buruk seiring waktu, bahkan jika Anda sudah melakukan perubahan gaya hidup. Meski begitu, varises adalah penyakit yang tidak menyebabkan masalah medis jangka panjang.

Dalam beberapa kasus, varises dapat menyebabkan bisul atau luka, pembekuan darah, atau peradangan kronis. Jika Anda memiliki kasus yang parah, pembuluh darah bisa pecah.

Pencegahan Varises

Jika varises yang Anda alami disebabkan karena faktor genetik, maka varises adalah suatu kondisi yang tidak dapat diubah. Namun, jika seseorang dapat menjaga berat badannya tetap normal, konsumsi makanan berserat tinggi, dan menggunakan pakaian longgar, hal itu dapat mencegah terjadinya masalah ini.

Stoking TED (thromboembolism-deterrent) adalah pengobatan non-bedah terbaik untuk varises. Stoking TED mencegah kerusakan kulit dan memburuknya masalah ini. Banyak orang mengalami penurunan pembengkakan di kaki dan kelelahan berkurang di akhir hari setelah menggunakan stoking ini.

Komplikasi Varises

Varises dapat menyebabkan komplikasi karena kondisi ini menghentikan aliran darah dalam tubuh. Meski begitu, banyak orang yang memiliki varises tidak mengalami komplikasi.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, di antaranya:

1. Pendarahan

Varises di dekat permukaan kulit kadang-kadang bisa berdarah jika Anda mengalami cedera di area tersebut. Pada beberapa kasus, pendarahan sulit dihentikan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah segera angkat kaki dan berikan tekanan langsung pada luka. Segera minta pertolongan tenaga medis profesional jika hal ini tidak menghentikan perdarahan.

2. Gumpalan Darah

Jika gumpalan darah terbentuk di vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial), hal ini dapat menyebabkan beberapa kondisi seperti:

  • Tromboflebitis, pembengkakan (radang) vena di kaki.
  • Deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam, dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak di kaki, serta dapat menyebabkan komplikasi serius seperti emboli paru.

3. Insufisiensi Vena Kronis

Jika darah di pembuluh darah tidak mengalir dengan benar, hal itu dapat mengganggu cara kulit bertukar oksigen, nutrisi dan produk limbah dengan darah. Jika pertukaran terganggu dalam jangka waktu yang lama, hal itu dikenal sebagai insufisiensi vena kronis.

Insufisiensi vena kronis kadang-kadang dapat menyebabkan kondisi lain berkembang, termasuk:

  • Varicose eczema. Suatu kondisi yang menyebabkan kulit menjadi merah dan bersisik.
  • Lipodermatosclerosis. Kondisi ini biasanya terjadi di sekitar area betis, menyebabkan kulit menjadi mengeras dan kencang. Anda juga mungkin mendapati kulit berubah warna menjadi merah atau cokelat.
  • Ulkus kaki vena. Kondisi ini berkembang ketika ada peningkatan tekanan di pembuluh darah kaki bagian bawah. Kondisi ini juga bisa membuat seseorang mengalami maag.

 

  1. Bhimji, Shabir, MD. What Is the Definition of Varicose Veins? What Should You Know about Them?. https://www.emedicinehealth.com/varicose_veins/article_em.htm#prevention_of_varicose_veins. (Diakses pada 21 Oktober 2019).
  2. Varicose veins. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643. (Diakses pada 21 Oktober 2019).
  3. Brazier, Yvette. 2017. What can I do about varicose veins?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/240129.php. (Diakses pada 21 Oktober 2019).
  4. Varicose veins. https://www.nhs.uk/conditions/varicose-veins/. (Diakses pada 21 Oktober 2019).
  5. Gabbey, Amber Erickson. 2017. Varicose Veins. https://www.healthline.com/health/varicose-veins. (Diakses pada 21 Oktober 2019). (Diakses pada 21 Oktober 2019).
  6. Understanding Varicose Veins — the Basics. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-varicose-veins-basics. (Diakses pada 21 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi