Terbit: 10 Maret 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Varises tak hanya menyerang bagian kaki tapi dapat menyebabkan varises vagina pada ibu hamil. Jika tidak diwaspadai, varises vagina pada ibu hamil bisa menjadi berbahaya karena dapat menghambat proses persalinan secara normal atau pervaginam.

Penyebab Varises Vagina pada Ibu Hamil dan Cara Mengobati

Apa Itu Varises Vagina?

Varises vagina adalah kondisi yang terjadi ketika vena membesar, melebar, meliuk, dan terjadi penumpukan darah di vulva. Ini dapat menyebabkan rasa sakit, tekanan, dan ketidaknyamanan. Vulva adalah area genital eksternal wanita.

Banyak wanita mengalami kondisi ini selama kehamilan. Kondisi Ini terjadi karena perubahan aliran darah dan peningkatan kadar hormon yang menyebabkan pembuluh darah di vulva membesar.

Ibu hamil yang mengalami varises pada vagina biasanya akan hilang tanpa perawatan setelah melahirkan. Tetapi jika tidak hilang setelah melahirkan atau mengalaminya di luar kehamilan, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Ciri-ciri varises vagina dapat dikenali pada vena yang meliuk dan membengkak yang disertai rasa sakit di dalam atau di sekitar vagina.

Area varises mungkin terasa lunak dan sakit, seperti memar. Beberapa gejala lainnya termasuk:

  • Perasaan tertekan atau penuh pada alat kelamin
  • Bengkak di dalam atau di sekitar alat kelamin
  • Rasa sakit yang semakin memburuk setelah berdiri, aktivitas seksual, atau aktivitas fisik

Penyebab Varises Vagina

Wanita lebih sering mengalami varises pada area intim karena memiliki jaringan kulit lebih lunak, ditambah dengan gangguan hormonal yang lebih tinggi ketika mengalami pubertas dan kehamilan. Adapun penyebab varises vagina lainnya adalah:

1. Kehamilan

Kehamilan adalah penyebab paling umum dari varises vagina. Sebuah penelitian 2017 yang dilansir laman National Center for Biotechnology Information, memperkirakan bahwa sekitar 18 sampai 22 persen dari semua wanita hamil dan 22 sampai 34 persen wanita yang memiliki varises di sekitar panggul mengalami varises pada vagina.

Diperkirakan sekitar 4 persen wanita memiliki varises di area vagina. Kondisi ini biasanya terjadi selama kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 6 minggu setelah melahirkan.

2. Riwayat Melahirkan

Ibu hamil yang mempunyai riwayat melahirkan anak banyak (multipara) juga mudah mengalami varises di vagina, karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah.

3. Faktor Keturunan

Varises vagina cenderung diturunkan dalam keluarga, sehingga wanita yang memiliki anggota keluarga mengalami kondisi ini, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengalaminya juga.

4. Berdiri Terlalu lama

Kurang bergerak akan menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. Sedangkan berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah.

Bila pekerjaan yang dilakukan mengharuskan banyak berdiri, maka usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis atau diam, melainkan tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat. Hal itu agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

Baca juga: 7 Makanan yang Bisa Meningkatkan Kualitas Vagina

Cara Mengobati Varises Vagina

Perawatan biasanya fokus untuk mengatasi gejalanya karena kondisi ini biasanya akan hilang dalam waktu 1 bulan setelah melahirkan.

Berikut beberapa cara mengobati varises vagina:

  • Menghindari duduk atau berdiri dalam waktu lama
  • Sering berganti posisi (lebih mobile)
  • Jangan menggunakan sepatu hak tinggi atau sepatu apa pun yang tidak nyaman dan memberi tekanan pada tubuh bagian bawah
  • Tidur dengan pinggul sedikit terangkat untuk mencegah darah menumpuk di daerah tersebut
  • Minum banyak air

Sementara teknik untuk mengurangi rasa sakit pada varises vagina meliputi:

  • Kompres es atau hangat pada area varises
  • Mengenakan pakaian dalam khusus untuk ibu hamil
  • Tidur miring ke sisi kiri untuk mengurangi tekanan pada vena cava

Dokter tidak menyarankan menghilangkan varises vulva selama kehamilan karena akan hilang dengan sendirinya. Jika tidak hilang beberapa bulan setelah melahirkan, prosedur bedah mungkin dapat dilakukan.

Dua prosedur yang paling sering dilakukan adalah:

  • Embolisasi vena. Prosedur ini menggunakan kateter untuk menutup pembuluh darah yang rusak dengan lilitan.
  • Skleroterapi. Prosedur ini menyuntikkan larutan ke dalam vena yang menghambat aliran darah, menghilangkan rasa sakit, dan pembengkakan.

Kedua prosedur ini biasanya dilakukan dengan anestesi umum, yang berarti pasien akan tertidur dan tidak akan merasakan sakit.

Pencegahan Varises Vagina 

Varises vagina saat hamil bisa dicegah dengan beberapa kegiatan seperti berikut ini:

1. Melakukan Senam Hamil

Senam hamil dapat meningkatkan kebugaran dan ketenangan pikiran ibu hamil. Tubuh yang rileks akan memperlancar aliran darah, dan pada akhirnya dapat menghindari munculnya varises pada vagina. Lakukanlah senam hamil secara rutin dan terprogram sehingga kehamilan bisa berjalan lebih aman dan nyaman.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Tujuannya supaya ibu hamil lebih sehat, otot dan dinding pembuluh darahnya lebih kuat dan sehat sehingga tidak timbul varises di vagina.

3. Tetap Melakukan Aktivitas Keseharian

Lantaran mengalami penyesuaian hormon dan penambahan berat badan, ibu hamil mungkin jadi malas beraktivitas. Padahal posisi statis dalam waktu yang lama dapat mengganggu kelancaran peredaran darah, terutama aliran darah yang kembali ke jantung. Aliran yang tersendat inilah yang memunculkan varises di vagina.

Jadi, beraktivitaslah secara normal dan sehat seperti biasa. Tentu saja dengan tetap memerhatikan kondisi kehamilan, seperti tidak mengangkat beban terlalu berat, bergerak terlalu cepat, beraktivitas terlalu letih, dan sebagainya. Dengan beraktivitas normal dan sehat, ibu hamil akan merasa lebih bugar dan sehat.

4. Menopang Kaki dengan Bantal

Posisi tubuh tertentu dapat melancarkan aliran darah balik ke jantung. Tidur dalam posisi telentang atau miring, misalnya.

Demi melancarkan peredaran darah ke otak, letakkan kaki di atas bantal. Posisikan kaki yang lebih tinggi daripada bagian tubuh yang lain untuk membantu melancarkan aliran darah sehingga mengurangi risiko varises saat hamil.

5. Menggunakan Sepatu yang Nyaman

Sepatu yang nyaman (tidak sempit atau terlalu pas di telapak kaki) membantu menjaga kelancaran peredaran darah sehingga bisa mengurangi risiko penyumbatan darah.

Sepatu yang nyaman penting juga menjaga keseimbangan tubuh, menghindari sakit, pegal pada kaki, serta memudahkan ibu hamil untuk melangkah.

 

  1. Silver, Natalie. 2017. How to Identify and Treat Vulvar Varicosities. https://www.healthline.com/health/womens-health/vulvar-varicosities#prevention. (Diakses 10 maret 2020)
  2. Villines, Zawn. 2018. Vulvar varicosities: What to know about varicose veins on the vulva. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321661. (Diakses 10 maret 2020)
  3. Devine, Ruth. 2015. Varicose veins of the vulva during pregnancy. https://www.kidspot.com.au/birth/pregnancy/pregnancy-health/varicose-veins-of-the-vulva-during-pregnancy/news-story/8462521892c0fce221b688e053f7feb6. (Diakses 10 maret 2020)
  4. Vulvar varicosities: diagnosis, treatment, and prevention. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5500487/. (Diakses 13 Maret 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi