Sekali Diisap, Vape Bisa Ubah Pembuluh Darah!

vape-doktersehat
Photo Source: Flickr/sodaniechea

DokterSehat.Com– Vape atau rokok elektrik masih dianggap sebagai rokok yang lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional. Padahal, dalam realitanya, vape juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, termasuk bagi kondisi jantung dan pembuluh darah. Bahkan, dampak ini sudah bisa dirasakan hanya dalam sekali isap saja!

Dampak Vape Bagi Pembuluh Darah

Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Felix Wehrill dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat, disebutkan bahwa meskipun cairan dari rokok elektrik tidak mengandung nikotin, dampaknya tetap saja sama bagi organ kardiovaskular. Hal ini berarti, anggapan bahwa vape lebih sehat dibandingkan rokok biasa bisa diperdebatkan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh CNN ini, Wehrill menggunakan pemindaian MRI untuk mengetahui perubahan pada jantung dan pembuluh darah pada 31 partisipan. Para partisipan ini tidak pernah menggunakan vape sebelumnya. Saat mereka pertama kali mengisap vape, terlihat jelas adanya perubahan pada pembuluh darah femoralis, pembuluh darah yang ada di kaki.

“Hanya saja, setelah terjadi perubahan pada pembuluh darah ini, beberapa menit kemudian semuanya kembali normal,” terang Wehrill.

Masalahnya adalah, perubahan pada pembuluh darah ini bisa saja mempengaruhi peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskular layaknya aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Apalagi jika vape diisap berulang kali. Sayangnya, Wehrill belum menemukan bahan kimia apa yang bertanggung jawab pada hal ini.

“Belum jelas apa yang akan terjadi pada paru-paru jika kita berkali-kali mengisap kandungan vape layaknya propilen glikol serta gliserin aerosol. Mengingat rokok ini baru populer dalam beberapa tahun terakhir, kita baru bisa benar-benar melihat dampaknya dalam beberapa tahun ke depan,” terang pakar kesehatan lainnya, Robert Jackler dari Stanford Research Into the Impact of Tobacco Advertising.

Berbagai Dampak Buruk dari Penggunaan Vape

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak buruk dari kebiasaan mengisap vape atau rokok elektrik bagi kesehatan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Bisa Memicu Diabetes, Hipertensi, dan Penyakit Jantung

Cairan yang ada di dalam sebagian besar produk vape di pasaran mengandung nikotin. Padahal, konsumsi nikotin dalam jangka panjang telah terbukti meningkatkan risiko denyut jantung dan pembuluh darah sekaligus memicu resistensi insulin. Kondisi ini tentu akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.

  1. Bisa Memicu Datangnya Kanker

Sebagian besar produk vape di pasaran memiliki kandungan formaldehida yang bisa memicu datangnya kanker. Kandungan propelin glikol serta gliserin aerosol di dalamnya jika dipanaskan juga akan berubah menjadi formaldehida yang bisa memicu datangnya kanker paru.

  1. Bisa Membuat Kerusakan Paru

Sensasi nikmat yang dirasakan saat mengisap vape ternyata bisa membahayakan kesehatan, lho. Hal ini disebabkan oleh kandungan diasetil di dalamnya yang bisa memicu rusaknya paru-paru dan meningkatkan risiko terkena penyakit bronchiolitis obliterans. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan paru permanen.

  1. Memicu Gangguan Memori

Rokok elektrik sangatlah populer di kalangan anak muda dan remaja. Sayangnya, keberadaan nikotin di dalam vape bisa menyebabkan efek jangka panjang, yakni menurunnya fungsi otak, memicu gangguan memori, dan menurunkan konsentrasi.

  1. Bisa Menyebabkan Kecanduan

Sebagaimana rokok biasa, rokok elektrik bisa menyebabkan kecanduan. Jika kita mengurangi atau bahkan benar-benar berhenti mengisapnya, akan muncul gejala seperti stres, mudah marah, sulit tidur, dan gelisah.

  1. Adanya Risiko Ledakan

Meski kasusnya jarang terjadi, kita tentu pernah mendengar laporan tentang terjadinya ledakan saat vape digunakan atau disimpan. Hal ini tentu bisa membahayakan, bukan?

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita menghindari vape demi kesehatan.

Sumber:

  1. Nedelman, Michael, 2019, E-cigarettes change blood vessels after just one use, study says, edition.cnn.com/2019/08/20/health/vaping-cardiovascular-study, (Diakses pada 5 September 2019)