Terbit: 1 Mei 2020 | Diperbarui: 16 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Cara mengatasi disfungsi ereksi ada bermacam-macam, salah satunya dengan menggunakan alat vakum penis (vacuum constriction device). Apa itu vakum penis dan seberapa efektif alat ini? Berikut informasinya.

Vakum Penis: Kegunaan, Cara Pakai, Efek Samping

Apa Itu Vakum Penis?

Vakum penis adalah alat bantu yang fungsinya untuk membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi (impotensi) pada pria. Alat yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama vacuum constriction device ini merupakan sebuah pompa yang nantinya digunakan pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual.

Vakum penis akan mengambil udara dari luar yang mana udara ini berfungsi untuk mengoptimalkan aliran darah menuju penis. Mekanisme seperti ini lantas membuat penis dapat ereksi dengan sempurna sekaligus mempertahankan ereksi tersebut selama hubungan seksual berlangsung.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Vakum Penis?

Pria dengan disfungsi ereksi tentu bisa menggunakan vakum penis untuk menghasilkan ereksi yang sempurna dan tahan lama. Lebih spesifik, hal ini berlaku untuk kasus disfungsi ereksi atau impotensi yang disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:

  • Tidak lancarnya aliran darah menuju penis
  • Penyakit diabetes
  • Efek samping operasi prostat
  • Kanker usus besar
  • Masalah psikologis (depresi, gangguan kecemasan)

Sebaliknya, penggunaan alat ini tidak disarankan jika seseorang mengalami masalah kesehatan yang di antaranya meliputi:

  • Perdarahan bawaan
  • Priapisme
  • Anemia
  • Leukemia
  • Kelebihan berat badan (obesitas)

Struktur Vakum Penis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vakum penis adalah alat berupa pompa. Sama seperti pompa pada umumnya, mekanisme kerja alat bantu seks ini yaitu dengan menyedot udara dari luar. Udara yang tersedot selanjutnya akan merangsang aliran darah menuju penis.

Berikut adalah struktur alat secara umum yang perlu Anda ketahui:

  • Cincin (ring), fungsinya untuk ‘mengunci’ pangkal penis sehingga ereksi dapat dipertahankan
  • Tabung, terbuat dari bahan plastik dan berfungsi menutupi penis
  • Pompa, letaknya di bagian atas tabung. Pompa bisa digunakan secara manual atau menggunakan energi baterai

Jika Anda hendak menggunakan alat ini untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi yang sedang dialami, pastikan ketiga bagian dari alat ini berada dalam kondisi baik agar efektivitasnya terasa sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Efektivitas Vakum Penis

Anda pun mungkin bertanya-tanya, seberapa efektifkah alat ini dalam mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi? Bagaimana perbandingannya dengan obat-obatan seperti viagra dan semacamnya yang notabene memiliki fungsi serupa?

Faktanya, alat ini memiliki tingkat efektivitas yang bisa dibilang sama dengan obat impotensi lainnya seperti viagra. Bahkan, American Urological Association mengatakan jika vakum penis dapat menjadi solusi bagi pria penderita disfungsi ereksi yang sudah menggunakan obat namun tidak merasakan efeknya.

Hal ini lantas diperjelas oleh sebuah survei terhadap para pengguna alat vakum penis, sebagaimana dilansir dari Web MD. Dikatakan bahwasanya sekitar 50-80 persen pria penderita disfungsi ereksi mengaku senang dan puas dengan kinerja alat tersebut dalam mengembalikan ereksi maksimal yang selama ini tidak mereka rasakan.

Penggunaan Vakum Penis yang Benar

Kendati demikian, efektivitas alat untuk menangani impotensi tidak akan maksimal—atau malah tidak berjalan sama sekali—apabila alat ini tidak digunakan secara benar. Oleh sebab itu, Anda harus tahu terlebih dahulu bagaimana cara menggunakan vakum penis yang benar.

Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan alat yang benar:

  • Langkah ke-1: Cukur bulu kemaluan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mencegah cincin (ring) terlilit rambut. Akan tetapi, prosedur ini tidak wajib
  • Langkah ke-2: Pasangkan tabung pada penis
  • Langkah ke-3: Pompa tabung untuk menarik udara masuk ke dalam penis guna merangsang aliran darah menuju penis. Pompa tabung ada yang manual namun ada juga yang menggunakan tenaga baterai. Proses ini biasanya akan memakan waktu sekitar 10-15 menit.
  • Langkah ke-4: Begitu penis sudah ereksi dengan sempurna, pasangkan cincin (ring) pada bagian pangkal penis. Cincin berfungsi untuk menjaga agar darah tetap berada di dalam penis sehingga ereksi dapat dipertahankan
  • Langkah ke-5: Setelah cincin terpasang, tabung dapat dilepas dari penis
  • Langkah ke-6: Segera lepas cincin setelah selesai melakukan hubungan seksual. Bersihkan vakum penis untuk menjaga higienitasnya

Satu hal lagi yang juga perlu Anda perhatikan ketika hendak menggunakan alat ini untuk mendapatkan ereksi maksimal dan tahan lama adalah, gunakan jenis vakum yang dilengkapi fitur limiter yang akan mendeteksi secara otomatis apabila udara masuk sudah memadai.

Pasalnya, udara yang masuk ke dalam penis apabila terlalu banyak juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi si Mr. P itu sendiri. Menurut The American Urological Association, terlalu banyaknya udara di di dalam penis dapat menciptakan tekanan yang bisa berujung pada kerusakan jaringan penis. Berbahaya sekali, bukan?

Efek Samping Menggunakan Vakum Penis

Di balik manfaat yang bisa Anda dapatkan, alat untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi ini juga tak lepas dari yang namanya efek samping penggunaan.

Berikut ini adalah sejumlah efek samping menggunakan vakum penis yang perlu Anda perhatikan!

  • Menyebabkan cedera penis
  • Menyebabkan perdarahan ringan
  • Menyebabkan ketidaknyamanan pada saat berhubungan seksual (biasanya pemakaian pertama kali)
  • Menyebabkan timbulnya tanda kecil berwarna hitam atau biru pada batang penis
  • Menurunkan volume cairan sperma yang keluar saat ejakulasi (ini tidak mengurangi kenikmatan)

Oleh karena itu, penggunaan vakum harus benar-benar dilakukan secara tepat dan lebih baik lagi di bawah pengawasan dokter guna menghindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

Itu dia informasi mengenai vakum penis yang perlu Anda ketahui. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat, ya!

 

  1. Anonim. Erectile Dysfunction: Vacuum Constriction Device. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/vacuum-constriction-devices (Diakses pada 19 Desember 2019)
  2. Engber, D. 2006. Do Penis Pumps Work? https://slate.com/news-and-politics/2006/06/do-penis-pumps-actually-work.html (Diakses pada 19 Desember 2019)
  3. Fletcher, J. 2019. Penis Pumps and How to Use Them. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326394.php (Diakses pada 19 Desember 2019)
  4. Roland, J. 2018. Penis Pumps: How to Use, Where to Buy, and What to Expect. https://www.healthline.com/health/mens-health/how-to-use-a-penis-pump (Diakses pada 19 Desember 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi