9 Jenis Vaksin yang Penting untuk Bayi dan Remaja

mengenal-jenis-vaksin-paling-penting-doktersehat
photo crredit: Pexels

DokterSehat.Com – Di tengah pro dan kontra terkait dengan pemberian vaksin, bayi dan remaja membutuhkannya untuk terhindar dari penyakit tertentu. Pemberian vaksin untuk bayi dan remaja akan meningkatkan daya tahan dan membentuk antibodi terkait virus atau mungkin bakteri yang berisiko sebabkan masalah fisik.

Vaksin yang diciptakan hingga saat ini sudah cukup banyak, namun ada beberapa yang sangat penting untuk anak atau bayi dan remaja. Vaksin ini akan menunjang kehidupan mereka hingga akhirnya bisa dewasa dengan sehat. Berikut beberapa jenis vaksin yang penting untuk anak dan remaja.

Kasus kematian dan cacat akibat wabah penyakit

Jenis penyakit yang menyerang bayi, anak, dan remaja ada cukup banyak dan beberapa sedikit susah untuk disembuhkan. Kita ambil contoh saja kasus kematian karena rubella yang banyak menyerang anak-anak akibat daya tahan tubuhnya yang terus anjlok. Oleh karena itu banyak sekali pemerintah di beberapa negara termasuk Indonesia menggalakkan vaksin ini.

Selanjutnya adalah cacat secara fisik yang bisa terjadi pada bayi yang sedang tumbuh, Kita ambil contoh penyakit polio. Penyakit ini menyebabkan tulang kaki jadi cacat sehingga menurunkan kemampuan gerak.

Selain dua contoh di atas, masih ada banyak sekali jenis penyakit yang susah diatasi. Oleh karena itu dibutuhkan vaksin yang akan memberikan daya tahan tubuh. Dengan vaksin, kemungkinan melawan virus akan tinggi sehingga terkena penyakit pun tubuh sudah memiliki mekanisme untuk perlindungan diri.

Jenis vaksin yang penting untuk anak dan remaja

Ada banyak jenis vaksin yang bisa dipilih, namun di antaranya tentu ada yang paling penting untuk bisa diberikan kepada anak. Berikut ini beberapa jenis vaksin untuk bayi dan remaja yang sangat direkomendasikan:

  1. Hepatitis B

Hepatitis B adalah salah satu penyebab gangguan pada hati seperti sirosis yang memicu kematian. Hepatitis tipe ini bisa menyerang siapa saja karena penularannya dari darah atau cairan tubuh. Kalau ibu dari bayi terinfeksi, bayi bisa saja terkena. Bahkan sekitar 25 persen bayi lahir bisa terkena gangguan ini.

Vaksin untuk bayi ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali hingga usia 18 bulan. Vaksin pertama harus dilakukan dalam waktu 24 jam setelah persalinan. Selanjutnya pada bulan ke 1-2 dan bulan ke 6-18.

  1. DTaP (dipteri, tetanus, dan pertussis)

Vaksin ini diberikan untuk mengatasi dipteri, tetanus, dan pertussis yang sangat berbahaya untuk tubuh. Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali dalam jangka waktu 6 tahun. Pemberian pertama dari vaksin untuk anak ini pada usia 2 bulan lalu berlanjut pada usia 4 bulan, 6 bulan, antara 15-18 bulan, dan antara 4-6 tahun.

  1. IPV (polio)

Polio pernah mewabah di Indonesia dan saat ini sudah jarang sekali terjadi. Program pengentasan polio dari pemerintah sudah cukup berhasil sehingga penyakit yang bisa menyebabkan kerusakan pada tulang kaki ini bida dicegah dan bayi bisa tumbuh dengan alat gerak sempurna.

Vaksin IPV sangat dianjurkan untuk bayi dengan 2 bulan dan 4 bulan. Selanjutnya vaksin tambahan diberikan hingga total sebanyak 4 kali pada usia antara 6-18 bulan dan usia antara 4-6 tahun.

  1. Hib (pneumonia, meningitis, dan epiglottitis)

Virus ini diberikan untuk pencegahan beberapa jenis gangguan mulai dari flu hingga gangguan lain seperti meningitis atau infeksi selaput otak. Bayi yang masih lahir rentan sekali mengalami gangguan ini sehingga pemberian vaksin akan menurunkan gangguan pada tubuh. Vaksin Hib diberikan sebanyak 4 kali pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan antara usia 12-15 bulan.

  1. MMR (measles, mumps, dan rubella)

Vaksin MMR diberikan sebanyak 2 kali untuk mencegah serangan rubella, gondong, dan campak. Di Indonesia sendiri vaksin ini sangat digalakkan selama beberapa tahun belakang. Bayi dengan usia 12-15 bulan wajib diberikan. Selanjutnya memasuki usia antara 4-6 tahun juga diberikan. Oh ya, vaksin MMR juga termasuk salah satu vaksin untuk remaja dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya di masa lalu.

  1. Hepatitis A

Vaksin bisa diberikan sebanyak dua kali saat bayi berusia 12 bulan hingga 23 bulan. Dosis pertama dan kedua harus terpisah selama 6-18 bulan. Vaksin untuk bayi ini mencegah hepatitis A yang mudah masuk dari sanitasi yang buruk dan makanan.

  1. HPV

HPV atau human papilomma virus adalah penyakit yang menyebabkan kutil kelamin dan memicu kanker serviks dan penis. Virus ini bisa dicegah dengan vaksin berjenis Gardasil yang saat ini banyak diberikan pada remaja pria dan wanita pada usia 11-12 tahun.

Vaksin HPV di Indonesia masih jarang diberikan dan hanya difokuskan pada mereka yang sudah aktif secara seksual saja. Padahal pemberian vaksin akan membantu pencegahan virus sejak dini. Vaksin untuk bayi dan remaja ini biasanya diberikan sebanyak dua kali. Kalau Anda ingin anak mendapatkan vaksin ini ada baiknya menghubungi dokter karena belum masuk di dalam program pemerintah.

  1. RV

Vaksin RV atau rotavirus diberikan untuk mengatasi masalah diare pada bayi yang sering mengancam nyawa. Pemberian vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali saat usia 2, 4, dan 6 bulan.

  1. Influenza (Flu)

Vaksin untuk flu ini sebenarnya opsional saja. Kalau Anda ingin terbebas dari flu yang umum menyebar saat pancaroba ini, vaksin wajib diberikan. Vaksin untuk flu ini bisa diberikan sebanyak 1 atau 2 dosis saja sejak usia 6 bulan dan usia anak mencapai 9 tahun. Setelah dewasa vaksin bisa diberikan setiap tahunnya.

Demikianlah beberapa jenis vaksin untuk bayi dan remaja. Jenis vaksin di atas sangat direkomendasikan untuk diberikan pada bayi yang masih berusia kurang dari setahun, anak, dan memasuki usia remaja. Kira-kira mana saja yang sudah diterima oleh buah hati?