Terbit: 28 Oktober 2020 | Diperbarui: 5 November 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

SKYCellflu Quadrivalent adalah salah satu dari dua vaksin influenza yang penggunaannya dihentikan sementara oleh The Ministry of Health atau Kementerian Kesehatan Singapura. Vaksin ini termasuk ke dalam 7 vaksin influenza yang diduga terkait dengan kasus kematian 48 orang di Korea Selatan. Ketahui selengkapnya tentang vaksin ini mulai dari fungsi, dosis, efek samping, dan informasi lainnya.

SKYCellflu Quadrivalent: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi SKYCellflu Quadrivalent

Nama Obat

 Vaksin influenza

Merek Dagang

 SKYCellflu Quadrivalent

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Kelas Terapi Obat

 Vaksin

Kategori

 Obat keras

Keamanan untuk Ibu Hamil

 Belum diketahui

Fungsi Obat

 Mencegah influenza

Dikonsumsi oleh

 Dewasa dan anak usia di atas 3 tahun

Kontraindikasi

 Hipersensitif terhadap kandungan vaksin

Sediaan Obat

 Injeksi

 

Apa Itu SKYCellflu Quadrivalent?

SKYCellflu Quadrivalent adalah vaksin influenza buatan SK Bioscience. Vaksin ini merupakan satu dari dua vaksin influenza yang penggunaannya dihentikan sementara di Singapura.

Per tanggal 26 Oktober 2020, terdapat 48 kasus kematian di Korea Selatan pada individu yang mendapatkan vaksinasi influenza secara gratis. Hingga saat ini, otoritas Korea Selatan membantah bahwa kematian tersebut disebabkan oleh vaksin karena pada dasarnya hampir semua individu yang meninggal memiliki faktor lain.

Terdapat paling tidak 7 vaksin influenza berbeda yang diterima oleh 48 orang tersebut. Dua di antaranya tersedia di Singapura, yaitu SKYCellflu Quadrivalent dan VaxigripTetra. Hal ini yang membuat Kementerian Kesehatan Singapura menyarankan kedua vaksin tersebut dihentikan sementara penggunaannya.

Hingga kini belum ada kasus kematian penerima vaksin yang dilaporkan di Singapura. Namun Kementerian Kesehatan dan Health Sciences Authority (HSA) Singapura masih terus mengawasi kondisi ini.

Baca Juga: Influenza: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

Fungsi SKYCellflu Quadrivalent

Fungsi dari vaksin ini adalah tentu saja untuk mencegah influenza. Vaksin ini digunakan sebagai imunisasi aktif untuk mencegah influenza subtipe A dan tipe B yang terdapat dalam vaksin ini.

Kontraindikasi Vaksin

Tidak semua orang dapat menerima vaksin ini. Jangan gunakan vaksin ini apabila Anda memiliki hipersensitif terhadap salah satu atau lebih komponen yang terkandung dalam vaksin.

Peringatan dan Perhatian SKYCellflu Quadrivalent

Vaksin harus diberikan oleh tenaga profesional kesehatan setelah mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasien. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dari penggunaan vaksin ini:

  • Pemberian vaksin dilakukan setelah wawancara medis dan inspeksi visual yang dilanjutkan dengan pemeriksaan medis dengan metode auskultasi dan perkusi.
  • Vaksin diberikan pada individu yang berisiko terkena influenza dan dipastikan tidak akan mengalami efek samping serius dari penggunaan vaksin.
  • Hati-hati penggunaan pada individu yang mengalami demam atau infeksi akut, riwayat hipersensitif berat pada vaksinasi influenza sebelumnya, riwayat sindrom Guillain-Barre atau gangguan neurologis lain dalam 6 minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit pernapasan akut, dan riwayat alergi vaksin lain.
  • Pasien dengan hemofilia, trombositopenia, dan yang menerima terapi antikoagulan tidak disarankan menerima vaksinasi kecuali manfaatnya lebih besar dari potensi efek sampingnya.
  • Segera dapatkan pertolongan medis apabila mengalami demam dan kejang setelah vaksinasi.
  • Vaksin ini hanya dapat mencegah influenza dan tidak dapat mencegah penyakit lain yang memiliki gejala serupa.
  • Keamanan vaksin ini untuk ibu hamil belum dievaluasi. Penelitian pada hewan tidak menemukan adanya efek negatif vaksin ini terhadap reproduksi. Vaksin dapat diberikan pada wanita hamil jika memang diperlukan.
  • Penggunaan vaksin ini pada ibu menyusui belum dievaluasi keamanannya. Diskusikan dengan dokter sebelum menerima vaksin apabila Anda sedang dalam masa menyusui.

Interaksi SKYCellflu Quadrivalent

Interaksi obat dapat terjadi ketika vaksin ini digunakan dengan jenis obat lainnya. Berikut adalah beberapa interaksi yang dapat terjadi:

  • Mengurangi respons imunologis terhadap vaksin influenza ketika digunakan bersama terapi imunosupresif (radioterapi, zat antimetabolik, zat alkilasi, zat sitotoksik, dan kortikosteroid dosis suprafisiologis).
  • Reaksi positif palsu terhadap tes serum yang mengukur antibodi HIV1, HCV, dan HTLV1 menggunakan uji ELISA.
  • Meningkatkan risiko keparahan efek samping jika digunakan dengan vaksin lain secara bersamaan.

Interaksi di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter tentang obat-obatan apa saja yang sedang atau belakangan Anda konsumsi sebelum menerima vaksin ini.

Efek Samping SKYCellflu Quadrivalent

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan vaksin ini. Efek samping yang mungkin muncul antara lain adalah seperti:

  • Nyeri, kemerahan, pembengkakan di area yang disuntik
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Muntah
  • Demam
  • Kejang
  • Gangguan motorik
  • Gangguan kognitif
  • Sindrom Guillain-Barré
  • Reaksi alergi

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Selain itu, reaksinya juga dapat berbeda-beda pada setiap orang. Reaksi efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis SKYCellflu Quadrivalent

Berikut adalah dosis yang diberikan untuk vaksin ini:

  • Dewasa dan anak usia di atas 3 tahun: satu dosis 0,5 ml.
  • Usia 3-8 tahun dan belum divaksinasi sebelumnya: dua dosis 0,5 ml. Dosis kedua diberikan setidaknya dengan interval 4 minggu.

Pemberian dosis vaksin ini diulangi setiap satu tahun sekali.

Petunjuk Penggunaan SKYCellflu Quadrivalent

Pemberian vaksin dilakukan melalui intramuskular dan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Berikut adalah petunjuk pemberian vaksin yang harus diperhatikan:

  • Periksa vaksin secara visual sebelum vaksin diberikan. Pastikan tidak ada perubahan visual pada vaksin.
  • Kocok vaksin hingga larutan tidak berwarna sebelum menggunakan vaksin. Jangan gunakan vaksin jika terdapat kelainan pada warna vaksin.
  • Keluarkan vaksin dari lemari es dan biarkan mencapai suhu kamar sebelum digunakan.
  • Pemberian vaksin melalui injeksi intramuskular dan jangan berikan melalui injeksi intravena.
  • Desinfeksi area yang akan disuntik dengan etanol atau tingtur yodium sebelum vaksin disuntikkan.

Petunjuk Penyimpanan SKYCellflu Quadrivalent

Berikut adalah petunjuk penyimpanan vaksin ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan vaksin ini pada suhu di bawah 2°-8°C agar tidak rusak.
  • Simpan di wadah kedap udara dan jauh dari cahaya.
  • Jangan bekukan vaksin dan hindari penggunaan vaksin yang sudah membeku karena kualitasnya dapat berkurang.

 

  1. Anonim. SKYCellflu. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/skycellflu?type=full. (Diakses 28 Oktober 2020).
  2. Park, Alice. 2020. Deaths in South Korea After Flu Vaccinations Shouldn’t Stop Flu Shot Campaigns. https://time.com/5903827/south-korea-flu-vaccinations/. (Diakses 28 Oktober 2020).
  3. MINISTRY OF HEALTH HEALTH SCIENCES AUTHORITY 2020. TEMPORARY CESSATION OF USE OF TWO INFLUENZA VACCINES. https://www.moh.gov.sg/news-highlights/details/temporary-cessation-of-use-of-two-influenza-vaccines. (Diakses 28 Oktober 2020).
  4. Park, Alice. 2020. Deaths in South Korea After Flu Vaccinations Shouldn’t Stop Flu Shot Campaigns. https://time.com/5903827/south-korea-flu-vaccinations/. (Diakses 28 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi