Vaksin Rotavirus – Sekilas tentang Rotavirus

doktersehat-vaksin-polio-anak
Photo Credit: RIBI Image Library

Rotavirus adalah virus yang menyebar dengan mudah pada bayi dan anak-anak. Virus dapat menyebabkan diare cair yang berat, muntah, demam, dan nyeri perut. Anak-anak yang mendapatkan penyakit rotavirus dapat dehidrasi dan perlu dirawat inap di rumah sakit. Virus ini ditularkan melalui rute tinja-oral dengan tingkat transmisi tinggi. Lebih dari 50 kombinasi galur G – P yang dikenal sebagai galur yang menginfeksi manusia dengan serotipe dominan akan bervariasi antar wilayah dan tahun. Di Indonesia, berbagai penelitian rotavirus menunjukkan bahwa variasi tipe virus VP7 (G9) dan VP4 (P[8]) merupakan kombinasi genotipe paling sering muncul.

Pencegahan yang paling mungkin dan sangat diperlukan untuk mengontrol transmisi virus ini adalah dengan vaksinasi. Berbagai macam jenis vaksin Rotavirus dikembangkan untuk memberikan kekebalan sebaik infeksi alamiah dan meminimalisasi efek samping yang terjadi. Untuk itu pengawasan yang baik pra dan pasca perizinan diperlukan untuk memantau efek samping dari vaksin yang ada. Infeksi Rotavirus menyebabkan beban penyakit dan ekonomi yang tinggi sehingga vaksin dapat dipertimbangkan sebagai salah satu cara pencegahan yang baik.

Angka kejadian kematian diare masih tinggi di Indonesia dan untuk mencegah diare karena rotavirus, digunakan vaksin rotavirus. Kebanyakan anak-anak (9 dari 10 anak) akan terproteksi dari infeksi rotavirus berat. Berbagai studi di Indonesia menunjukkan bahwa anak berusia kurang dari 3 bulan sedikit kemungkinan akan menderita diare yang disebabkan oleh rotavirus. Kelompok umur yang paling banyak menderita diare akibat rotavirus adalah usia 12-24 bulan.

Vaksin Rotavirus – Halaman Selanjutnya: 1 2 3