DokterSehat.Com – Vaksin MR adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit campak dan rubella, penyakit yang membunuh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Ketahui apa itu vaksin MR, manfaat, efek samping, dll.

vaksin-mr-doktersehat

Apa Itu Vaksin MR

Vaksin MR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella). Imunisasi dengan vaksin MR sangat efektif untuk menekan angka penderita campak dan rubella pada anak dengan memutus penularan virus campak dan rubella.

World Health Organization (WHO) telah memulai kampanye imunisasi vaksin MR di 140 negara sejak 2012 sampai target semua anak di dunia diberikan vaksin MR di tahun 2020. Target WHO untuk vaksin MR di Indonesia adalah 70 juta anak di tahun 2017-2018, namun target tersebut hanya tercapai 51%.

Vaksin MR sangat penting untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun untuk mencegah terinfeksi campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sudah membunuh 100 juta orang di seluruh dunia dan mengancam keselamatan anak. Rubella mungkin tidak mematikan, namun dapat membuat anak cacat seumur hidup.

Baca Juga: MMR Vaksin Measles (Campak), Mumps (gondong), dan Rubella

Manfaat Vaksin MR

Manfaat vaksin MR adalah untuk mencegah penularan virus campak dan rubella pada anak. Campak adalah infeksi serius dari virus yang umumnya menyerang anak-anak. Gejala umum campak adalah batuk, pilek, ruam, demam, hingga menyebabkan kematian.

Sedangkan, Rubella atau campak Jerman menyebabkan sakit tenggorokan, mata merah, gatal, demam, dan ruam. Jika rubella dialami oleh ibu hamil maka bayi dapat beresiko mengalami cacat lahir seperti kebutaan dan tuli, serta resiko keguguran.

Penyakit campak dan rubella mengancam hidup anak-anak, karena itulah pemberian imunisasi MR sangat penting. Manfaat vaksin MR melindungi anak Anda untuk melawan dua penyakit ini dan aman dan imunisasi yang efektif.

Efektivitas Vaksin MR

Vaksin MR sudah digunakan lebih dari 40 tahun di lebih dari 141 negara di seluruh dunia untuk mencegah virus campak dan rubella. Vaksin MR sangat direkomendasikan di Indonesia mengingat banyaknya data kematian serta kasus campak dan rubella di Indonesia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan vaksin MR untuk melindungi anak-anak dari bahaya penyakit campak dan rubella. Vaksin MR dapat mencegah infeksi virus campak dan rubella hingga 95% efektivitas.

Baca Juga: Terbukti, Vaksin MR Tidak Memicu Autisme

Siapa yang Harus Vaksin MR?

Vaksin MR sangat direkomendasikan untuk anak dari usia 9 bulan sampai 15 tahun. Kemudian, vaksin MR akan menjadi bagian dari imunisasi rutin pada usia 9-12 bulan dan 16-24 bulan.

Jika Anda lupa memberikan vaksin MR pada anak, vaksin MR masih dapat diberikan hingga usia 5 tahun. Bagi anak-anak yang sebelumnya sudah pernah imunisasi dengan vaksin MR, maka vaksin MR digunakan sebagai tambahan imunitas.

Vaksin MR tetap bisa diberikan untuk anak perempuan yang sudah menstruasi di usia 14 tahun. Serta, Vaksin MR juga direkomendasikan untuk wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Efek Samping Vaksin MR

Badan kesehatan Dunia menyatakan Vaksin MR aman untuk digunakan serta merekomendasikannya dalam kampanye untuk mencegah campak dan rubella di dunia. Vaksin MR yang digunakan di Indonesia juga sudah memiliki izin edar oleh BPOM.

Penggunaan vaksin MR memiliki efek samping seperti vaksin lainnya, yaitu nyeri otot, kulit kemerahan, demam ringan, ruam, dan rasa sakit sedikit di bagian yang disuntik. Sensasi tersebut umum dirasakan setelah Anda imunisasi.

Berikut ini adalah efek samping yang umumnya terjadi setelah imunisasi, meliputi:

  • Reaksi bengkak, nyeri, gatal, dan sensasi terbakar di bagian yang disuntik
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung beringus
  • Batuk
  • Pusing
  • Diare
  • Tidak nafsu makan

Namun, efek samping vaksin MR tersebut adalah reaksi yang wajar. Interaksi tubuh terhadap vaksin seperti efek samping yang disebutkan tersebut tidak membahayakan dan umumnya akan membaik setelah beberapa saat.

Baca Juga: MUI: Vaksin MR Haram Tapi Masih Bisa Digunakan, Kok Bisa?

Peringatan Vaksin MR

Vaksin MR tidak boleh diberikan kepada anak dengan kondisi berikut ini:

  • Sedang mengalami demam tinggi seperti sedang di bawah kesadaran atau kejang
  • Anak-anak yang sedang dirawat di rumah sakit
  • Memiliki riwayat reaksi alergi terhadap vaksin campak dan rubella sebelumnya

Manfaat vaksin MR untuk menjaga anak dari bahaya virus campak dan rubella. Pemerintah Indonesia juga sedang menggalakan vaksin MR di 28 provinsi. Sebelumnya, Indonesia sudah berhasil mengurangi angka persebaran virus cacar, polio, tetanus ibu, dan neonatal.

Fungsi vaksin pada umumnya adalah untuk melindungi anak dan dewasa dari penyakit berbahaya, mengontrol epidemi, menjaga kesehatan, dll. Nah, semoga informasi kesehatan tentang apa itu vaksin MR, manfaat, efek samping dll dapat membantu Anda memahami pentingnya imunisasi pada anak.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

 

Sumber:

  1. Namkwahe, John. MR-vaccine campaign to target 10 million Children. https://www.thecitizen.co.tz/news/1840340-5284506-9d5mnt/index.html. (Diakses pada 24 September 2019).
  2. WHO Indonesia. 2017. Measles Rubella Immunization Campaign in Java Island on Aug –Sep 2017. http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/MR_CAMPAIGN/en/. (Diakses pada 24 September 2019).
  3. Vikaspedia. 2019. Measles-Rubella (MR) vaccination campaign. http://vikaspedia.in/health/health-campaigns/measles-rubella-mr-vaccination-campaign. (Diakses pada 24 September 2019).
  4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan. http://www.depkes.go.id/article/view/18080200002/imunisasi-mr-lindungi-anak-indonesia-dari-kecacatan.html. (Diakses pada 24 September 2019).