Terbit: 5 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Cara mencegah kanker serviks adalah dengan memberikan vaksin kanker serviks sejak usia muda. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV) di leher rahim wanita dan termasuk dalam penyakit menular seksual. Ketahui apa itu vaksin HPV, cara kerja, biaya, dll.

Vaksin Kanker Serviks: Siapa yang Wajib, Efektivitas, Biaya, dll

Apa itu Vaksin Kanker Serviks?

Vaksin kanker serviks adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penyebaran virus human papillomavirus (HPV) yang umumnya dipaparkan saat berhubungan seksual dan dapat menyebabkan kanker serviks.

Terdapat 40 jenis virus human papillomavirus (HPV) yang dapat terpapar umumnya pada wanita. Sebagian besar jenis virus HPV sebenarnya dapat dibersihkan oleh tubuh Anda dengan sendirinya, namun sebagiannya tidak dan menyebabkan kanker, karena itulah sangat penting untuk memberikan vaksin untuk mencegah kanker serviks.

Vaksin kanker serviks ini bernama vaksin HPV. Manfaat vaksin HPV adalah sebagai perlindungan dari bahaya kanker serviks, menghindari wanita dari risiko terkena kanker vagina, kanker vulva, kutil kelamin, serta mengurangi penularan virus terkait HPV lainnya.

Jenis vaksin HPV yang sudah mendapat lisensi pertama dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat adalah jenis vaksin HPV Gardasil, namun vaksin ini tidak melindungi semua jenis virus HPV. Vaksin kanker vaksin hanya melindungi Anda dari jenis HPV berikut ini:

  • HPV 6
  • HPV 11
  • HPV 16
  • HPV 18

Jenis virus human papillomavirus (HPV) ini merupakan virus-virus penyebab 70% kanker serviks dan 90% kutil kelamin.

Pemberian vaksin HPV sangat dianjurkan sebagai tindakan preventif kanker yang dipicu oleh virus HPV, bukan penyembuhan. Bila Anda sudah terkena kanker serviks atau kutil kelamin, pencegahan ini tidak berfungsi dan Anda harus melakukan perawatan yang tepat.

Baca Juga: 5 Ciri Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai Wanita

Kenapa Perlu Vaksin Kanker Serviks?

Setiap orang yang sudah aktif secara seksual memiliki kemungkinan terpapar virus human papillomavirus (HPV) yang kemudian menyebabkan kanker serviks. Virus human papillomavirus (HPV) juga dikaitkan sebagai penyebab kanker pada vagina, vulva, penis, anus, tenggorokan, dan mulut.

Infeksi virus human papillomavirus (HPV) paling besar terjadi pada wanita di usia awal 20-an dan kebanyakan orang belum mendapat pengetahuan yang luas tentang bahaya kanker serviks ini. Setiap tahun, terdapat sekitar 12.000 kasus kanker serviks pada wanita dan 4.000 wanita di Amerika Serikat meninggal dunia akibat kanker serviks ini.

Itulah alasan kenapa perlu vaksin HPV, terutama pada wanita muda untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya virus human papillomavirus (HPV) dan mengurangi risiko berbagai jenis kanker.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Vaksin Kanker Serviks?

Kapan waktu yang tepat untuk vaksin kanker serviks? Vaksin HPV dianjurkan untuk diberikan ke anak perempuan sejak usia 11 sampai 12 tahun, wanita muda usia 13 tahun hingga 26 tahun, dan setiap wanita muda sebagai persiapan sebelum mereka aktif secara seksual.

Vaksin HPV juga direkomendasikan untuk anak laki-laki usia 11-12 tahun dan 13-21 tahun. Vaksin HPV untuk laki-laki muda paling efektif diberikan pada usia 22-26 tahun untuk melindungi diri dari kanker terkait HPV.

Siapa yang Harus Vaksin Kanker Serviks?

Setelah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk vaksin HPV, pembahasan selanjutnya adalah tentang siapa yang harus vaksin HPV. Pemberian vaksin HPV juga direkomendasikan untuk semua orang yang memiliki faktor risiko terkena kanker serviks lebih tinggi.

Berdasarkan American Cancer Society, faktor risiko kanker serviks adalah mereka yang:

  • Aktif secara seksual.
  • Berhubungan seksual sejak usia muda.
  • Memiliki beberapa pasangan seksual.

Infeksi virus human papillomavirus (HPV) dapat terpapar hanya dalam satu kali hubungan seksual. Bila Anda bertanya apakah perlu vaksin HPV, jawabannya adalah sangat penting untuk mencegah virus HPV dan penyakit terkait virus tersebut.

Sementara itu, vaksin HPV tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita hamil, wanita yang sedang mengalami sakit parah, alergi parah, atau wanita yang sudah terkena kanker serviks karena vaksin tersebut sudah tidak efektif.

Baca Juga: Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Dosis Vaksin Kanker Serviks

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, dosis vaksin HPV yang dianjurkan adalah dua dosis vaksin HPV setiap 6 bulan untuk anak usia 11-12 tahun. Anak usia 9-10 tahun dan 13-14 tahun juga dianjurkan dengan 2 dosis vaksin HPV dengan jadwal yang diperbarui. Di usia 15 sampai 26 tahun, harus melanjutkan dengan 3 dosis vaksin HPV.

Vaksin HPV juga harus diberikan pada wanita usia 26 dan salah satu vaksin yang harus dipenuhi sebelum menikah. Anda dapat berkonsultasi pada dokter Anda untuk dosis dan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin HPV.

Seberapa Efektif Vaksin HPV?

Sebuah penelitian dalam jurnal Pediatrics dalam studi wanita usia 13-26 tahun pada tahun 2006 dan 2017, hasilnya adalah vaksin HPV secara efektif memberikan perlindungan terhadap virus HPV dan mencegah infeksi terkait virus HPV lainnya.

Dalam periode 10 tahun, orang-orang yang telah diberikan vaksin HPV menolong mereka yang tidak divaksin untuk menekan risiko infeksi virus HPV saat berhubungan seksual.

Berapa Biaya Vaksin Kanker Serviks?

Berdasarkan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) dalam program nasional vaksin HPV, kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, karena itu sangat penting untuk menggalakan pemberian vaksin HPV terutama untuk wanita muda.

Lalu, berapa biaya dan dimana vaksin HPV? Informasi tentang kisaran biaya vaksin HPV adalah sekitar Rp600 hingga Rp800 ribu. Sementara biaya vaksin HPV quadrivalent sekitar Rp1,1 juta sampai Rp1,3 juta. Harga vaksin HPV berbeda-beda tergantung pada rumah sakit pilihan Anda, namun biaya vaksin HPV terdapat pada kisaran tersebut.

Baca Juga: Wanita Harus Lakukan Ini Setelah Didiagnosis Kanker Serviks Stadium 1

Efek Samping Vaksin Kanker Serviks

Tidak ada efek samping vaksin HPV yang membahayakan, yang ada hanya efek samping vaksin pada biasa, seperti:

  • Bengkak pada bagian tubuh yang disuntik
  • Kulit kemerahan
  • Rasa sakit
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Kebal
  • Kelelahan
  • Demam

Efek samping vaksin HPV tersebut umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam 1-2 hari. Manfaat vaksin HPV tentu lebih besar daripada efek sampingnya yang berupa efek samping vaksin pada umumnya.

Itulah pembahasan lengkap tentang vaksin HPV, biaya, syarat vaksin kanker serviks, apakah perlu vaksin HPV, kapan waktu yang tepat untuk vaksin HPV, dll. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda dalam cara mencegah kanker serviks pada wanita.

 

  1. Centers for Disease Control and Prevention. 2016. HPV Vaccine Information For Young Women. https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm. (Diakses pada 5 November 2019).
  2. McCarthy, Claire, MD. 2016. HPV vaccine: A vaccine that works, and one all children should get. https://www.health.harvard.edu/blog/hpv-vaccine-a-vaccine-that-works-and-one-all-children-should-get-2019072617402. (Diakses pada 5 November 2019).
  3. Mayo Clinic. 2019. HPV vaccine: Who needs it, how it works. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292. (Diakses pada 5 November 2019).
  4. WebMD. 2007. What Parents Should Know About the HPV, or Cervical Cancer, Vaccine. https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/features/what-parents-should-know-about-hpv-cervical-cancer-vaccine#1. (Diakses pada 5 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi