Vaksin Gardasil Efektif untuk Mencegah Kanker Serviks, Efektif?

vaksin-gardasil-untuk-HPV-doktersehat
Photo credit: Pexels

DokterSehat.ComKanker serviks adalah salah satu penyakit mematikan pada wanita yang wajib diwaspadai karena bahaya dan bisa menyebar. Salah satu cara mencegah kondisi kanker serviks ini adalah dengan melakukan vaksin Gardasil. memangseberapa efektifkan vaksin Gardasil yang diklaim bisa mencegah kanker serviks ini dengan sempurna?

Sekilas tentang penularan HPV dan munculnya kanker serviks

HPV atau human papilloma virus adalah salah satu virus yang mudah sekali menular dan sangat berbahaya. Virus ini menyebabkan gangguan pada tubuh khususnya area kemaluan dalam dua bentuk. Pertama dalam bentuk kutil kemaluan yang menyebabkan gatal dan mengganggu secara estetika.

Selanjutnya memicu kanker pada serviks kalau virus masuk ke dalam vagina. Virus ini tidak langsung menyebabkan kanker serviks. Namun, pertumbuhan kanker akan berjalan perlahan-lahan. Itulah kenapa pengecekan rutin seperti Pap Smear harus dilakukan untuk mengecek kondisi terkini dari serviks.

Jenis virus dari HPV sendiri tidak hanya satu jenis saja. Ada beberapa jenis strain dari virus yang menyebabkan gangguan yang berbeda-beda. Ada virus yang menyebabkan kanker serviks pada wanita dan penis pada pria. Selanjutnya ada virus yang hanya menyebabkan kutil kelamin. Nah, karena virus yang masuk tidak bisa diketahui, diciptakanlah vaksin untuk mengatasi dua hal tersebut.

Vaksin Gardasil untuk pencegahan kanker serviks

Vaksin Gardasil yang digunakan untuk mencegah HPV digunakan untuk menurunkan risiko kutil kelamin dan juga kanker serviks. Virus yang bisa menyebabkan kanker serviks biasanya berasal dari strain 16 dan 18. Selanjutnya virus yang menyebabkan kutil kelamin terdiri dari virus dari strain 6 dan 11.

Gardasil bisanya berisi virus yang sudah dilemahkan dari jenis strain di atas. Jadi, kalau sudah terkena kutil kelamin masih ada kemungkinan terkena kanker serviks. Itulah kenapa vaksinasi perlu diberikan pada wanita sedini mungkin agar saat dewasa mereka tidak memiliki risiko kanker serviks yang besar.

Efektivitas dari vaksin sekitar 70 persen untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Selanjutnya untuk pencegahan penyakit kutil kelamin bisa mencapai 90 persen. Dengan efektivitas yang cukup besar, vaksinasi sangat direkomendasikan untuk membuat wanita dan pria terbebas dari risiko infeksi HPV.

Kapan vaksin Gardasil bisa diberikan pada wanita?

Vaksin Gardasil yang telah diciptakan bisa diberikan pada gadis berusia 9 tahun. Namun, vaksin ini lebih banyak digunakan untuk mereka yang barus mengalami masa puber di usia 11-12 tahun. Batas dari pemberian vaksin ini sekitar usia 26 tahun atau sebelum wanita mulai aktif secara seksual.

Sebenarnya vaksin bisa diberikan pada mereka yang sudah menikah dan aktif secara seksual. Kalau pernah mengalami kutil kelamin, vaksinasi masih bisa diberikan. Pasalnya virus yang menyebabkan kanker serviks berbeda dengan virus yang menyebabkan kutil kelamin. Oleh karena itu, pemberian vaksin akan sangat efektif.

Kalau Anda merasa mudah sekali terpapar dengan virus HPV ada baiknya untuk segera menemui dokter dan melakukan konsultasi. Kalau memang vaksin dibutuhkan, segera lakukan agar risiko penyakit kelamin hingga kanker serviks bisa diturunkan.

Vaksin Gardasil untuk remaja pria

Selama ini kita selalu menganggap kalau infeksi HPV hanya berbahaya pada wanita saja. Pasalnya selain menyebabkan kutil kelamin, virus juga memicu kanker serviks yang sangat berbahaya. Sebenarnya virus HPV yang menular pada pria juga sangat berbahaya. Pasalnya virus yang terlanjur masuk juga bisa menyebabkan kanker di penisnya.

Oleh karena itu, vaksinasi Gardasil tidak hanya dilakukan pada wanita saja. Lebih dari itu, remaja pria pun juga butuh mendapatkannya. Apalagi mereka mulai aktif secara seksual. Dengan vaksinasi ini virus yang menular tidak akan mampu menginfeksi dan akhirnya dieliminasi oleh tubuh.

Oh ya, vaksinasi ini wajib dilakukan lantaran HPV tidak menular melalui aktivitas seks, saja. Sentuhan tangan saja bisa menyebabkan virus menular. Berbeda dengan HIV, HPV bisa hidup di kulit dan area rambut kelamin. Jadi, kalau pria menggunakan handuk bersama hingga pakaian yang sama dengan orang lain, penularan masih tetap ada.

Pilihan cara mencegah kanker serviks pada wanita

Selain dengan vaksinasi HPV atau pemberian Gardasil, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Melakukan seks secara aman. Kalau pun Anda melakukannya dengan pasangan resmi, ada baiknya untuk tetap menggunakan kondom kecuali sedang berusaha mendapatkan keturunan.
  • Kalau Anda ingin melakukan seks tanpa kondom, ketahui status masing-masing terlebih dahulu. Dengan mengetahui status masing-masing yang tidak terinfeksi, Anda bebas melakukan seks tanpa menggunakan pengaman.
  • Selalu cek kondisi kemaluan secara rutin. Kalau muncul kutil kemaluan sebaiknya segera memeriksakan diri. HPV memang tidak selalu menyebabkan kanker serviks, tapi tidak ada salahnya untuk selalu waspada.
  • Lakukan pengecekan serviks secara berkala seperti Pap Smear. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kanker serviks di dalam tubuh atau tidak.
  • Selalu menjaga sanitasi pada tubuh khususnya area kewanitaan dengan baik.

Inilah beberapa ulasan tentang kanker serviks dan vaksin yang digunakan untuk melakukan pencegahan. Nah, selama ini pernahkah Anda mengalami infeksi HPV dan melakukan vaksinasi? Semoga setelah membaca ulasan di atas, Anda bisa lebih paham tentang penularan HPV dan risiko kanker yang ditimbulkan.