Terbit: 30 Juni 2021 | Diperbarui: 9 Juli 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Vaksin COVID-19 untuk ibu hamil sangat penting karena ketika hamil, seorang wanita lebih cenderung akan mengalami sakit parah akibat COVID-19 daripada wanita yang tidak hamil. Selengkapnya simak seberapa efektif vaksin hingga cara mencegah COVID-19 bagi ibu hamil di bawah ini!

Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil, Ketahui Efikasi hingga Efek Sampingnya

Amankah Vaksin COVID untuk Ibu Hamil?

Berdasarkan cara kerja vaksin COVID-19 di dalam tubuh, para ahli percaya bahwa vaksin ini tidak mungkin menimbulkan risiko bagi ibu hamil. Namun, saat ini data tentang keamanan vaksin COVID-19 pada ibu hamil masih terbatas.

Uji klinis vaksin untuk ibu hamil sedang berlangsung, dengan tujuan mempelajari keamanan vaksin COVID-19 dan seberapa baik bekerja pada ibu hamil sedang berlangsung atau berencana untuk hamil. Produsen vaksin juga mengumpulkan dan meninjau data dari orang-orang dalam uji klinis lengkap yang menerima vaksin dan hamil.

Penelitian pada hewan yang menerima vaksin Moderna, Pfizer-BioNTech, atau J&J/Janssen COVID-19 sebelum atau selama kehamilan tidak menemukan adanya masalah pada hewan hamil atau janin dalam kandungan.

Vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech adalah vaksin mRNA yang tidak mengandung virus hidup yang menyebabkan COVID-19 dan oleh karena itu, tidak menularkan  COVID-19 kepada tubuh. Selain itu, vaksin mRNA tidak berinteraksi dengan DNA pasien atau menyebabkan perubahan genetik karena mRNA tidak memasuki inti sel, tempat menyimpan DNA.

Sementara vaksin J&J/Janssen COVID-19 adalah vaksin vektor virus, artinya vaksin ini menggunakan versi modifikasi dari virus yang berbeda (vektor) untuk mengirimkan instruksi penting ke sel. Vaksin dengan vektor virus yang sama telah diberikan kepada ibu hamil di semua trimester kehamilan, termasuk dalam uji coba vaksinasi Ebola skala besar.

Hasil pengujian tersebut tidak ada efek yang merugikan pada ibu hamil, termasuk pada bayi, yang terkait dengan vaksinasi dalam uji coba ini.

Baca Juga: Mengenal 8 Jenis Vaksin COVID-19 dan Efikasinya

Efikasi Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil

Jika sudah terjawab tentang apakah vaksin COVID-19 bisa untuk ibu hamil, kini yang perlu Anda ketahui adalah tentang efikasi atau kemanjuran vaksin COVID-19 untuk ibu hamil. Berikut ini informasi terkait:

  • Meskipun data terbatas tentang efikasi (kemanjuran) vaksin COVID-19 pada kehamilan, tetapi sejauh ini vaksin tampaknya sama efektifnya pada individu hamil dan individu yang tidak hamil.
  • Semua vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini telah menunjukkan efikasi tinggi di akhir uji klinis masing-masing. Efikasi vaksin berdasarkan pada waktu dan tempat di mana uji coba dilakukan dan virus SARS-CoV-2 yang beredar dan perbandingan langsung dari hasil jalur ini tidak tepat saat ini.
  • Individu dapat menerima produk vaksin apa pun yang tersedia dan yakin dengan kemampuan vaksin untuk memberikan perlindungan tingkat tinggi dari COVID-19.
  • Dua kali pemberian dosis vaksin yang berjenis mRNA (Pfizer-BioNtech & Moderna) diperlukan untuk mencapai perlindungan optimal, yaitu satu kali dosis awal dan satu kali dosis booster/penguat.
  • Satu kali pemberian dosis vaksin vektor adenovirus (Janssen) untuk mencapai perlindungan.
  • Vaksin dapat mencegah penyakit COVID-19 yang parah, namun bukan berarti seseorang yang sudah mendapat vaksin tidak dapat terkena Covid-19.
  • Durasi perlindungan dari vaksinasi tidak diketahui, karena berbeda-beda pada setiap orang.

Efek Vaksin COVID untuk Ibu Hamil

Vaksin COVID-19 yang tersedia aman dan bisa melindungi ibu hamil dari penyakit atau COVID-19. Seperti obat lainnya, vaksin mungkin juga memiliki efek samping yang biasanya ringan. Setelah mendapatkan suntikan vaksin, ibu hamil bisa mengalami gejala berikut:

  • Demam ringan.
  • Nyeri di tempat suntikan.
  • Merasa tidak enak badan selama 1-3 hari.

Efek yang ditimbulkan dari vaksinasi disebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sementara efek samping jangka panjang dan keamanan vaksin untuk janin dan anak belum ditetapkan. Meskipun sangat jarang, wanita hamil mungkin mengalami beberapa gejala tersebut dalam waktu 20 hari setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19 yang mungkin memerlukan penanganan sesegera mungkin.

Baca Juga: 10 Gejala Virus Corona Varian Baru yang Perlu Anda Kenali!

Apakah COVID-19 Serius pada Kehamilan?

Meskipun risiko keseluruhan dari COVID-19 pada wanita hamil dan bayi baru lahir tergolong rendah, tetapi pada kehamilan selanjutnya pada beberapa wanita mungkin menjadi tidak sehat dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

Ibu hamil pengidap COVID-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk masuk perawatan intensif daripada wanita pada usia yang sama yang tidak hamil. Wanita pengidap COVID-19 juga memiliki kemungkinan 2-3 kali lebih tinggi untuk melahirkan lebih awal daripada wanita tanpa COVID-19.

Wanita hamil dengan kondisi klinis yang mendasari berisiko lebih tinggi menderita komplikasi serius dari COVID-19.

Faktor Risiko COVID-19 pada Ibu Hamil

Jika ibu hamil memiliki kondisi medis yang mendasari, termasuk:

  • Masalah kekebalan tubuh.
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung
  • Asma

Atau jika ibu hamil memiliki kondisi berikut:

  • Kegemukan (obesitas).
  • Usia di atas 35 tahun.
  • Trimester ketiga kehamilan (lebih dari 28 minggu).
  • Etnis minoritas kulit hitam dan Asia.

Pedoman Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Berikut ini beberapa pedoman yang bisa Anda ikuti sebelum mendapatkan vaksin Corona untuk ibu hamil dan menyusui:

  • Jika Anda sedang hamil atau menyusui, sebaiknya mendiskusikan pilihan vaksin yang terbaik dengan dokter.
  • Diskusi antara pasien dan tim klinisnya dapat membantu pengambilan keputusan terkait penggunaan dan kebutuhan vaksin COVID-19.
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa mereka tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa akan ada risiko spesifik yang lebih tinggi daripada manfaat vaksinasi bagi Ibu hamil.
  • Ibu hamil yang berisiko tinggi terpapar SARS-CoV-2 atau yang memiliki penyakit penyerta yang menambah risiko penyakit parah, bisa mendapatkan vaksinasi dengan berkonsultasi terlebih dahulu bersama dokter.

Baca Juga: 10 Varian Baru Virus Corona (COVID-19) yang Patut Diwaspadai!

Cara Mencegah Covid bagi Ibu Hamil

Tidak ada vaksin yang 100% efektif, sehingga penting untuk untuk terus mengikuti pedoman protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19. Untuk melindungi diri sendiri, keluarga, teman, sebaiknya tetap melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menjaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin.
  • Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda menggunakan lengan atau tisu.
  • Memakai masker.
  • Majin mencuci tangan dengan dengan air dan sabun, atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berbahan alkohol.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
  • Membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk.
  • Batasi kebutuhan untuk keluar rumah, di rumah saja lebih baik.
  • Jika merasa demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera dapatkan pertolongan medis.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. COVID-19 vaccination: a guide for all women of childbearing age, pregnant or breastfeeding. https://www.gov.uk/government/publications/covid-19-vaccination-women-of-childbearing-age-currently-pregnant-planning-a-pregnancy-or-breastfeeding/covid-19-vaccination-a-guide-for-women-of-childbearing-age-pregnant-planning-a-pregnancy-or-breastfeeding (Diakses pada 30 Juni 2021)
  2. Anonim. 2021. The COVID-19 Vaccine and Pregnancy: What You Need to Know. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/the-covid19-vaccine-and-pregnancy-what-you-need-to-know (Diakses pada 30 Juni 2021)
  3. Anonim. 2021. COVID-19 Vaccines While Pregnant or Breastfeeding. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/pregnancy.html (Diakses pada 30 Juni 2021)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. COVID-19 Vaccines and Pregnancy: Conversation Guide for Clinicians. https://www.acog.org/covid-19/covid-19-vaccines-and-pregnancy-conversation-guide-for-clinicians (Diakses pada 30 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi