Vagina Kering: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Terbit: 7 April 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Vagina kering adalah masalah umum yang terjadi pada wanita dewasa saat memasuki masa menopause, namun ini mungkin juga terjadi pada wanita yang lebih muda dalam kondisi tertentu. Ketahui penyebab vagina kering, gejala, pengobatan, pencegahan, dll.

Apa Itu Vagina Kering?

Secara natural, dinding vagina wanita memiliki pelumas alami berupa cairan bening yang melembapkan vagina. Pelumas ini dibentuk oleh hormon estrogen yang membantu agar lapisan vagina tetap lembap, elastis, tebal, dan sehat.

Kekurangan hormon estrogen yang umumnya akibat faktor usia akan berpengaruh pada kelembapan vagina. Produksi hormon estrogen yang menurun akan menyebabkan penipisan pada dinding vagina, sehingga hanya terdapat sedikit sel yang mengeluarkan uap air yang melembapkan vagina. Hasilnya, vagina menjadi kering namun ini bukan satu-satunya penyebab vagina kering.

Gejala Vagina Kering

Vagina kering akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada vagina dan area sekitar pinggul. Berikut ini gejala vagina kering:

  • Sensasi kulit terbakar di sekitar vagina
  • Nyeri vagina
  • Gatal
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya
  • Mengalami infeksi saluran kemih (ISK)
  • Kehilangan minat seksual
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual
  • Pendarahan ringan saat hubungan seksual

Ini adalah kondisi umum yang dialami wanita saat memasuki masa menopause. Dalam kondisi tertentu, ini sering menurunkan kepercayaan diri wanita terutama dalam sebuah hubungan namun Anda tetap harus berdiskusi dengan dokter dan pasangan seputar gejala dan perawatannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi ini umumnya tidak memicu kondisi medis yang serius, namun Anda tetap harus berkonsultasi pada dokter apabila ketidaknyamanan pada vagina berlangsung lama dan mungkin berpengaruh pada kualitas hubungan seksual Anda dan pasangan.

Segera hubungi dokter apabila gejala kekeringan vagina disertai dengan pendarahan parah. Dokter akan mengambil sampel dinding vagina dan memeriksa apakah ada penipisan dinding rahim. Dokter juga akan memeriksa sampel cairan keputihan untuk mendeteksi apabila adanya infeksi bakteri tertentu.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Vagina Kering dan Mengenali Berbagai Penyebabnya

Penyebab Vagina Kering

Berdasarkan penelitian, terdapat sekitar 40-50% wanita dalam masa perimenopause dan postmenopause yang mengalami gejala vagina kering. Penyebab kekeringan vagina yang paling umum adalah karena menopause, terdapat penurunan kadar hormon estrogen.

Berikut ini penyebab lain penurunan hormon estrogen yang mungkin juga memengaruhi kelembapan vagina:

  • Pasca melahirkan
  • Sedang menyusui
  • Pengaruh stres berlebihan
  • Depresi
  • Merokok
  • Efek samping dari olahraga yang terlalu keras
  • Efek samping pengobatan radiasi atau kemoterapi untuk kanker
  • Efek pasca operasi pengangkatan ovarium
  • Efek samping obat anti-estrogen yang digunakan untuk mengobati fibroid rahim atau endometriosis

Penyebab lain dari kekeringan vagina meliputi:

  • Sindrom Sjögren, penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri secara tidak sengaja
  • Efek samping alergi terhadap obat tertentu seperti obat flu atau obat antidepresan tertentu
  • Efek samping menggunakan douching, perawatan vaginan dengan membersihkan bagian dalam vaginan menggunakan campuran bahan lainnya
  • Tidak melakukan foreplay yang cukup sebelum hubungan seksual

Bagaimanapun penyebabnya, kondisi ini membuat perasaan sangat tidak nyaman pada vagina yang mungkin akan memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Diagnosis Vagina Kering

Dokter akan melakukan pemeriksaan terkait gejala apa yang Anda alami dan sudah berapa lama. Penting untuk berkonsultasi pada dokter tidak perlu malu untuk membahas detail pribadi untuk keluhan vagina.

Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan panggul (pelvik) untuk membantu dokter memeriksa perubahan dinding vagina serta pemeriksaan sampel sel atau keputihan. Dokter juga mungkin akan mengangkat sel-sel dari dinding vagina atau leher rahim Anda untuk tes Pap.

Baca Juga: 5 Kondisi yang Membuat Vagina Hilang Kerapatan (Ada Solusinya Juga!)

Pengobatan Vagina Kering

Ada beberapa cara mengatasi vagina dengan perubahan gaya hidup dan perawatan sederhana di rumah, seperti:

1. Hubungan Seksual

Berhubungan seksual secara teratur dapat mengatasi kekeringan vagina karena adanya aliran darah ke jaringan vaginan untuk merangsang kelembapan.

Selain itu, gairah seks yang memadai dengan foreplay sebelum seks juga akan melembapkan vagina secara natural sehingga seks tidak menyakitkan karena vagina terlalu kering.

2. Hindari Penggunaan Produk Kebersihan Wanita

Berbagai produk perawatan dan kecantikan wanita mengandung pewangi, pewarna, dan bahan kimia berbahaya yang mungkin akan membuat kulit kering, termasuk produk kebersihan daerah intim wanita.

Sebaiknya, tidak perlu menggunakan produk kebersihan vagina apapun karena vagina sudah memiliki keseimbangan bakteri baik yang akan membersihkan dengan sendirinya secara alami.

3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Fitoestrogen

Fitoestrogen adalah senyawa alami dalam makanan yang dapat membantu struktur hormon seks. Fitoestrogen memiliki sifat yang serupa dengan hormon estrogen.

Berdasarkan penelitian, makanan yang mengandung fitoestrogen dapat membantu mengatasi kekeringan pada vagina. Fitoestrogen dalam makanan seperti kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, dan produk nabati lainnya.

4. Gunakan Pakaian Dalam yang Tepat

Pakaian dalam yang terlalu ketat dapat memicu iritasi di sekitar vulva dan membatasi pergerakan udara. Sebaiknya, gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang tidak terlalu ketat sehingga vulva bisa bernapas dan mengurangi gejala vaginan kering.

5. Gunakan Minyak Pelumas

Pilih pelumas (lubricant) berbasis yang sesuai untuk vagina agar tidak kering. Jangan memilih produk yang mengandung pewangi, ekstrak herbal, atau warna buatan karena akan membuatnya semakin iritasi.

Baca Juga: Bentuk Vagina Normal dan Sehat – Ciri-Ciri, Perawatan, dll

Cara Mengobati Vagina Kering Secara Medis

Salah satu cara mengobati vagina kering yang paling umum adalah dengan obat-obatan untuk meningkatkan kadar hormon estrogen, seperti:

1. Cincin (Estring)

Dokter akan memasukan cincin (ring) yang bersifat lembut dan fleksibel ke dalam vagina. Cincin ini membantu untuk melepaskan aliran estrogen langsung ke jaringan vagina sehingga vagina jadi lembap. Anda harus mengganti cincin ini setiap 3 bulan sekali.

2. Tablet (Vagifem)

Menggunakan aplikator sekali pakai untuk memasukan tablet ke dalam vagina satu kali dalam dua minggu pertama perawatan. Anda mungkin menggunakannya lagi selama dua kali seminggu.

3. Krim (Estrace, Premarin)

Krim topikal untuk membantu kelembapan vagina. Anda juga membutuhkan aplikator untuk mengaplikasikan krim ini setiap satu sampai dua minggu sekali.

Itulah beberapa rekomendasi obat agar vagina lembap. Konsultasikan dengan dokter untuk pilihan perawatan terbaik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Pencegahan Vagina Kering

Kekeringan vagina akibat menopause mungkin sulit dicegah, namun Anda dapat meminimalisir faktor risikonya dengan beberapa cara seperti:

  • Jangan menggunakan douche
  • Hindari kondom yang mengandung nonoyxnol-9 atau N-9
  • Hindari produk kecantikan dan kebersihan vagina dengan kandungan bahan kimia

Kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita muda bukan hanya pengaruh perubahan usia atau reproduksi.

Itulah pembahasan lengkap tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati vaginan kering. Kondisi ini tidak menyebabkan komplikasi kesehatan serius, namun dapat membuat seorang wanita merasa sangat tidak nyaman. Jika Anda mengalaminya, segera diskusikan dengan dokter Anda sehingga mereka dapat membantu Anda menemukan perawatan yang tepat.

  1. Johnson, Shannon. 2018. What are the possible causes of vaginal dryness?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321615. (Diakses pada 7 April 2020).
  2. Nall, Rachel. 2019. What Causes Vaginal Dryness?. https://www.healthline.com/health/vaginal-dryness. (Diakses pada 7 April 2020).
  3. WebMD. 2019. Vaginal Dryness: Causes and Moisturizing Treatments. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-dryness-causes-moisturizing-treatments#1-4. (Diakses pada 7 April 2020).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi


-Advertisement-