12 Penyebab Keputihan Berwarna Merah Muda

keputihan-berwarna-merah-muda-doktersehat

DokterSehat.Com – Keputihan adalah hal wajar yang dialami oleh setiap wanita. Namun, jika keputihan disertai dengan perubahan warna dan terjadi diluar periode menstruasi, tentu hal ini menjadi tanda terdapat masalah pada tubuh. Simak penjelasan lengkap penyebab keputihan berwarna merah muda, cokelat atau warna lainnya di bawah ini.

Penyebab Keputihan Merah Muda

Perlu diketahui bahwa keputihan berwarna merah muda bisa menjadi pertanda perdarahan abnormal. Berikut ini adalah penyebab umum keputihan disertai dengan warna merah muda yang harus Anda ketahui, di antaranya:

1. Awal dan Akhir Masa Menstruasi

Keputihan berwarna merah muda yang pertama dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Pada saat ini, darah baru mulai mengalir atau melambat kemudian dapat bercampur dengan sekresi vagina lainnya saat keluar dari vagina, sehingga menipiskan rona merahnya.

Kemungkinan lain keputihan berwarna merah muda adalah menstruasi yang tidak teratur. Misalnya, menstruasi dapat berlangsung kurang dari dua hari dan lebih mirip bercak daripada aliran darah penuh. Siklus menstruasi yang tidak teratur ini bisa disebabkan oleh stres dan meningkatnya berat badan.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan keputihan berwarna merah muda. Hormon estrogen membantu menstabilkan lapisan rahim, tanpanya lapisan rahim bisa mengalami masalah, dan menjadi penyebab siklus menstruasi tidak teratur, serta menyebabkan keputihan dengan berbagai warna.

Tanda-tanda lain dari estrogen rendah, antara lain:

  • Tubuh terasa panas.
  • Insomnia.
  • Perubahan suasana hati atau depresi.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Keropos tulang.
  • Berat badan meningkat.
  • Infeksi saluran kemih.

3. Kontrasepsi

Keputihan pada wanita dengan warna merah muda bisa juga disebabkan oleh penggunaan kontrasepsi hormonal. Hal ini disebabkan karena kontrasepsi hormonal menciptakan ketidakseimbangan estrogen buatan.

Pada beberapa kasus, hormon tubuh dapat menyesuaikan diri dengan kontrasepsi hormonal dalam beberapa bulan dan cairan vagina akan berhenti. Beberapa wanita mengalami keputihan berwarna merah muda selama tiga bulan atau lebih.

Selain kontrasepsi hormonal, penggunaan alat kontrasepsi spiral (IUD) di dalam rahim, pada beberapa kasus juga bisa menjadi penyebab keputihan merah muda.

4. Ovulation Spotting

Sel telur akan dilepaskan dari tuba falopi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya dimulai. Pada beberapa kasus, seorang wanita bisa mengalami ovulasi di pertengahan siklus dan meninggalkan bercak.

Melihat kondisi cairan serviks yang lebih basah dan bening dihasilkan di waktu ini, bercak ovulasi mungkin tampak berwarna merah muda bukan merah.

Selain keputihan berwarna merah muda, gejala lain seputar ovulasi termasuk Mittelschmerz atau rasa sakit di perut bagian bawah dan perubahan suhu tubuh basal. Peluang Anda untuk hamil adalah yang tertinggi pada hari-hari menjelang dan termasuk ovulasi.

5. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang berkembang pada salah satu ovarium. Kista folikel, misalnya, terbentuk ketika sel telur tidak pecah dari ovarium saat ovulasi dan terus tumbuh. Hal ini mungkin tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

Sementara itu, kista dermoid dan cystadenoma dapat tumbuh besar dan menyebabkan keputihan berwarna merah muda. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau kondisi seperti endometriosis. Rasa sakit atau berat di panggul mungkin bisa Anda rasakan.

6. Implantasi

Implantasi adalah proses pembuahan sel telur yang telah dibuahi di lapisan rahim. Proses ini terjadi antara 10 hingga 14 hari setelah pembuahan dan dapat menyebabkan perdarahan ringan berbagai warna, termasuk merah muda. Meski begitu, tidak semua wanita mengalami pendarahan atau keputihan berwarna merah muda.

Gejala awal kehamilan lainnya:

  • Sering buang air kecil.
  • Morning sickness.
  • Payudara terasa sakit.
  • Kelelahan.

Jika menstruasi terlambat atau Anda memiliki keputihan merah muda, pertimbangkan untuk melakukan tes kehamilan.

7. Kehamilan Ektopik

Hamil di luar kandungan atau rahim disebut sebagai kehamilan ektopik. Kondisi ini menyebabkan perdarahan dari vagina, sehingga bisa menjadi penyebab keputihan berwarna merah muda.

Gejala lainnya termasuk:

  • Nyeri di perut, panggul, leher, atau bahu.
  • Nyeri panggul satu sisi.
  • Pusing.
  • Tekanan pada dubur.

Jika Anda mengalami perdarahan dan nyeri berat sebelah atau gejala lainnya, kunjungi dokter sesegera mungkin.

8. Lochia

Lochia adalah perdarahan yang terjadi empat hingga enam minggu setelah melahirkan. Kondisi ini bisa menjadi penyebab keputihan berwarna merah muda.

Lochia dimulai sebagai perdarahan merah yang berat dan gumpalan kecil. Kemudian memasuki hari keempat dan seterusnya, perdarahan menjadi lebih ringan dan berubah menjadi merah muda atau cokelat. Setelah hari ke 10, cairan yang keluar bisa lebih cerah dan bergeser ke warna krem ??atau kekuningan sebelum berhenti.

Beri tahu dokter jika muncul gumpalan darah besar atau keluarnya cairan yang berbau busuk, karena hal ini mungkin menandakan tanda infeksi.

9. Radang Panggul atau Infeksi Lainnya

Gonore, klamidia, dan infeksi menular seksual (IMS)  dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak biasa, termasuk keputihan berwarna merah muda. Infeksi ini mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun pada awalnya.

Gejala infeksi dapat dikenali dari:

  • Mengalami perdarahan setelah hubungan seksual.
  • Buang air kecil terasa menyakitkan.
  • Nyeri atau tekanan panggul.
  • Vagina gatal.

Jika tidak diobati, radang panggul dapat menyebabkan nyeri panggul kronis dan infertilitas.

10. Fibroid Rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam atau di sekitar rahim. Fibroid tidak selalu menimbulkan gejala namun perdarahan vagina yang abnormal dianggap sebagai tanda awal penyakit ini. Pendarahan ringan atau bercak bercampur dengan cairan serviks lainnya mungkin menjadi penyebab keputihan berwarna merah muda.

Gejala lainnya yang bisa dikenali termasuk:

  • Nyeri panggul atau nyeri punggung bawah.
  • Rasa sakit saat berhubungan seks.
  • Kesulitan buang air kecil atau sakit dengan buang air kecil.

11. Perimenopause

Perimenopause adalah periode waktu ketika tubuh wanita beralih ke menopause. Selama waktu ini, kadar estrogen naik dan turun tanpa terduga. Akibatnya, Anda akan mengalami keputihan berwarna merah muda.

Gejala lain termasuk:

  • Tubuh terasa panas.
  • Sulit tidur.
  • Vagina kering.
  • Perubahan suasana hati.

Gejala perimenopause biasanya dimulai pada usia pertengahan 30 hingga awal 40 an.

12. Keguguran

Keguguran biasanya terjadi sebelum janin mencapai usia 10 minggu. Gejala dapat datang tiba-tiba, namun juga bisa terlihat dari keputihan berwarna merah muda atau perdarahan berat berwarna merah.

Gejala lain termasuk:

  • Kram di perut bagian bawah.
  • Gumpalan jaringan keluar dari vagina.
  • Keputihan berwarna cokelat.
  • Pusing.

Perlu Anda ketahui, perdarahan pada awal kehamilan bisa juga sesuatu yang tidak membahayakan, tetapi penting untuk melaporkan keputihan berwarna merah muda atau gejala keguguran lainnya ke dokter.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Marcin, Ashley. 2018. What Causes Pink Discharge and How Is It Treated?.
    https://www.healthline.com/health/womens-health/pink-discharge#ovarian-cyst. (Diakses pada 2 Oktober 2019).
  2. Causes of Bloody Vaginal Discharge. https://www.webmd.com/women/bloody-vaginal-discharge-causes#1. (Diakses pada 2 Oktober 2019).
  3. Irregular periods. https://www.nhs.uk/conditions/irregular-periods/. (Diakses pada 2 Oktober 2019).