Terbit: 10 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gejala vagina gatal saat hamil membuat Anda khawatir dan tidak nyaman? Kebanyakan gejala vagina gatal di masa kehamilan tidak berbahaya karena terjadi akibat perubahan pH tubuh. Untuk lebih jelasnya, ketahui penyebab vagina gatal saat hamil dan cara mengatasinya. 

Vagina Gatal Saat Hamil? 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Vagina Gatal saat Hamil 

Sebagian wanita hamil mengalami rasa gatal pada vagina yang menyebabkan kekhawatiran, namun sebenarnya kondisi tersebut normal. Ada banyak faktor yang menyebabkan gatal pada vagina dan sebagian besarnya disebabkan oleh perubahan hormon tubuh selama kehamilan. 

Gatal pada vagina juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur vagina. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan tentang penyebab vagina gatal saat hamil sebagai berikut: 

1. Keputihan 

Peningkatan cairan keputihan dan lendir serviks saat hamil dapat menyebabkan gejala gatal. Sebenarnya, debit keputihan meningkat untuk melindungi tubuh dari infeksi, iritasi kulit, atau kemerahan pada vagina namun menyebabkan gejala gatal sedikit. 

Baca Juga: 15 Obat Keputihan Ampuh (Medis dan Alami)

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

2. Vagina Kering 

Wanita hamil mengalami perubahan hormonal secara drastis yang menyebabkan efek kekeringan pada vagina. Gejala tersebut termasuk iritasi, nyeri, dan gatal pada bagina. Gejala ini mungkin sembuh setelah melahirkan. 

3. Efek Samping Produk Tertentu 

Anda mungkin alergi terhadap produk kewanitaan tertentu. Terutama saat hamil, vagina menjadi sensitif karena penuh dengan darah di dalamnya. Hindari produk kewanitaan yang mengandung detergen, pewangi buatan, atau bahan kimia yang terlalu kuat. Sebaiknya, jangan menggunakan sabun dengan banyak busa dan hanya basuh vagina dengan air hangat.

4. Infeksi Saluran Kemih 

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah satu penyebab vagina gatal saat hamil yang paling umum terjadi. Berdasarkan data, sekitar 1 dari 4 wanita hamil mengalami infeksi bakteri strep grup B yang menyebabkan infeksi saluran kemih.

Gejala infeksi saluran kemih berupa gatal pada vagina, sensasi kulit terbakar, sakit perut, dan urine berdarah. Bila wanita hamil mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter karena akan berbahaya bagi bayi saat lahir.

5. Kolestasis Kehamilan

Kolestasis kehamilan adalah gangguan liver pada wanita hamil yang disebabkan oleh hormon kehamilan atau faktor genetik. Gejala kolestasis kehamilan adalah rasa gatal pada telapak tangan, telapak kaki, area vagina, dan seluruh tubuh.

6. Bakteri Vaginosis

Ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat pada vagina dapat menyebabkan bakteri vaginosis. Bakteri vaginosis adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita yang aktif secara seksual, baik pada wanita hamil atau tidak. Gejala umum bakteri vaginosis adalah vagina gatal, sensasi terbakar pada kulit, kemerahan, vagina berbau, dan cairan vagina. 

7. Infeksi Jamur

Secara umum, perubahan hormonal pada wanita hamil dapat menyebabkan pH tidak seimbang. Kondisi ini dapat menyebabkan jamur vagina berkembang biak dan menyebabkan gejala umum seperti keputihan dan gatal. 

Baca Juga: Jerawat di Vagina: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Vagina Gatal saat Hamil 

Cara menangani gatal pada vagina tergantung pada penyebabnya. Sebagian besar gejala gatal tersebut tidak berbahaya dan hanya membutuhkan perawatan sederhana di rumah. 

Walaupun demikian, gejala gatal vagina yang sangat parah dan lama mungkin menjadi tanda dari kondisi tertentu. Sebaiknya, tetap konsultasi ke dokter dan lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala. 

Berikut ini cara mengatasi vagina gatal saat hamil: 

1. Basuh dengan Air Hangat 

Gejala gatal ringan pada vagina dapat Anda atasi dengan membasuh vagina dengan air hangat. Ini dapat membantu membunuh bakteri dan menenangkan kulit vagina yang gatal. 

2. Batasi Penggunaan Produk

Bila sensasi kulit gatal diakibatkan oleh efek samping penggunaan produk tertentu, sebaiknya hentikan pemakaian produk tersebut. Sebaiknya, gunakan produk berbasis bahan alami yang dirancang khusus untuk ibu hamil dan aman untuk bayi.

3. Baking Soda 

Anda dapat menggunakan cara alami seperti dengan cairan baking soda. Larutkan baking soda dengan air lalu gunakan untuk membasuh area kulit yang gatal. Walaupun demikian, pastikan Anda tidak memiliki alergi baking soda dan gunakan sedikit demi sedikit untuk memastikan itu aman.

4. Obat Antijamur 

Sensasi vagina gatal akibat infeksi jamur dapat diatasi dengan obat antijamur. Konsultasikan dulu pada dokter apakah salep atau krim antijamur tersebut aman untuk wanita hamil.

Sebaiknya, hanya gunakan obat antijamur berdasarkan resep dokter untuk mengurangi komplikasi. Obat antijamur seperti flukonazol (Diflucan) tidak boleh untuk wanita hamil. 

5. Antibiotik 

Gejala gatal akibat infeksi saluran kemih dapat diatasi dengan obat antibiotik sesuai dengan resep dokter. Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk perawatan jangka panjang yang aman untuk kehamilan. 

6. Kortikosteroid

Ada beberapa obat kortikosteroid dalam sediaan krim atau topikal yang aman untuk wanita hamil. Obat kortikosteroid untuk membantu mengurangi rasa gatal pada vagina. 

7. Resep Obat Lain 

Dokter akan meresepkan obat lain untuk mengatasi gejala gatal saat hamil akibat kolestasis kehamilan. Pilihan obat seperti obat antiempedu biasanya direkomendasikan. 

Itulah cara mengatasi vagina gatal saat hamil. Bila Anda ingin menggunakan obat tertentu, sebaiknya konsultasikan pada dokter karena wanita hamil tidak boleh menggunakan obat sembarangan. Obat-obatan tertentu memiliki risiko keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya. 

Baca Juga: Bisul di Vagina? 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Vagina Gatal saat Hamil 

Terapkan gaya hidup bersih untuk mencegah atau mengontrol gejala gatal pada vagina selama kehamilan. Berikut ini cara mencegah vagina gatal saat hamil:

  • Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung bakteri baik seperti yogurt untuk menjaga keseimbangan pH selama hamil.
  • Jangan menggunakan pakaian ketat, gunakan pakaian dalam khusus wanita hamil.
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang adem.
  • Selalu basuh vagina dengan bersih.
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung bahan iritan.

Itulah pembahasan tentang penyebab vagina gatal saat hamil dan cara mengatasinya. Pada gejala ringan akibat perubahan hormonal, keputihan, atau efek samping penggunaan produk tertentu, biasanya hanya gejala ringan tidak parah dan dapat sembuh dengan mudah.

 

  1. Pregnancy Birth and Baby. 2018. Vaginal thrush during pregnancy. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vaginal-thrush-during-pregnancy#:~:text. (Diakses pada 10 November 2020). 
  2. Villines, Zawn. 2020. Vaginal itching during pregnancy: Symptoms and prevention. https://www.medicalnewstoday.com/articles/vaginal-itching-during-pregnancy. (Diakses pada 10 November 2020). 
  3. Whelan, Corey. 2019. I’m Pregnant: Why Do I Have Vaginal Itching?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-itching-during-pregnancy#causes. (Diakses pada 10 November 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi