Uveitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

uveitis-doktersehat

DokterSehat.Com – Sebagai organ atau indera penglihatan, mata harus senantiasa terjaga kesehatannya. Pasalnya, mata adalah organ yang tergolong rentan terhadap sejumlah penyakit mata, salah satunya yakni uveitis. Apa itu uveitis? Apa penyebab uveitis? Apa ciri dan gejala uveitis? Bagaimana cara mengobati uveitis? Apakah uveitis dapat dicegah?

Apa Itu Uveitis?

Uveitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan (inflamasi) pada lapisan tengah daripada jaringan dinding mata (uvea). Uvea atau uveal sendiri terdiri dari beberapa bagian, yaitu bagian mata yang memiliki warna (iris mata), selaput mata (koroid), dan badan silier.

Mengingat uvea memiliki fungsi penting, yakni mendistribusikan darah ke seluruh bagian mata, maka kondisi uveitis ini tentunya tak boleh disepelekan. Pasalnya, uvea yang mengalami uveitis akan berdampak pada gangguan penglihatan mata, mulai dari yang sifatnya ringan hingga berat sekalipun.

Penyebab Uveitis

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab uveitis pada seseorang. Sayangnya, penyakit mata yang satu ini kerap muncul tiba-tiba, sekalipun penderitanya dalam kondisi sehat. Lantas, apa saja yang menyebabkan seseorang mengalami uveitis? Simak informasinya berikut ini.

1. Infeksi

Infeksi bakteri atau virus menjadi salah satu penyebab uveitis yang paling umum. Beberapa contoh bakteri atau virus yang menyebabkan ulveitis antara lain:

  • Varicella zoster, yakni virus yang menjadi penyebab herpes zoster dan cacar air
  • Herpes simplex, yaki virus yang menjadi penyebab timbulnya penyakit herpes yang disertai nyeri pada otot
  • Toksoplasmosis
  • Human immunodeficiency virus (HIV)

2. Gangguan Autoimun Tubuh

Adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh sering disinyalir sebagai penyebab uveitis mata. Autoimun tubuh yang terganggu tersebut umumnya dipicu oleh sejumlah penyakit, seperti:

  • Multiple sclerosis, yakni penyakit yang menyerang sistem saraf
  • Psoriatic, yakni penyakit radang kulit
  • Reactive arthritis, yakni peradangan yang terjadi di sejumlah bagian tubuh
  • Ankylosing spondylitis, yakni peradangan pada tulang belakang
  • Sarcoidosis, adalah peradangan yang terjadi di paru-paru, kulit, dan mata
  • Penyakit Kawasaki, adalah peradangan pada pembuluh darah
  • Radang usus akibat penyakit Crohn dan/atau kolitis ulserativa

3. Kanker

Pada kasus yang jarang, uveitis mata bisa terjadi pada orang-orang yang menderita penyakit kanker. Pada konteks ini, kanker penyebab ulveitis yang dimaksud adalah kanker melanoma, limfoma, atau retino blastoma.

4. Trauma

Mata yang mengalami trauma akibat cedera atau operasi mata dalam perkembangannya bisa berujung pada kondisi uveitis. Pasalnya, trauma pada mata dapat mengganggu atau bahkam merusak jaringan bola mata, saraf mata, kelopak mata, dan rongga orbital mata.

Oleh sebab itu, penanganan medis perlu dilakukan sesegera mungkin sebelum trauma pada mata berkembang menjadi uveitis.

5. Kesalahan Genetik

Dari sejumlah penelitian yang dilakukan, rata-rata penderita uveitis memiliki gen HLA-B27 di dalam tubuhnya, yang mana gen ini diduga menjadi penyebab uveitis mata, khususnya uveitis anterior.

Kesalahan genetik ini lantas berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, karena umum ditemukan pada mereka yang mengidap gangguan autoimun seperti Crohn, kolitis ulserativa, anklylosing spondylitis, dan psoriaisis.

Selain itu, uveitis juga dipengaruhi oleh sejumlah fakto risiko seperti konsumsi minuman beralkohol dan pemakaian lensa kontak yang tidak sesuai.

Jenis-Jenis Uveitis

Uveitis adalah penyakit radang uvea yang bisa terjadi di satu atau beberapa bagian daripada uvea tersebut. Atas dasar itu, uveitis lantas dibagi menjadi beberapa jenis uveitis, yakni:

  • Uveitis anterior, adalah uveitis yang menyerang bagian iris mata dan badan silier
  • Uveitis difus, adalah uveitis yang menyerang seluruh bagian uvea. Kondisi ini disebut juga sebagai panuveitis
  • Uveitis posterior, adalah uveitis yang menyerang koroid
  • Uveitis intermediet, adalah uveitis yang menyerang badan silier

Mengetahui jenis uveitis yang menimpa Anda menjadi penting karena hal ini berkaitan dengan langkah pengobatan yang nantinya harus dilakukan guna menyembuhkan penyakit tersebut.

Ciri dan Gejala Uveitis

Uveitis atau radang uvea mata dapat dikenali dari sejumlah ciri dan gejala khas. Ciri-ciri uveitis umumnya meliputi:

  • Penglihatan berkurang
  • Iritasi mata
  • Sensitivitas mata terhadap cahaya meningkat
  • Nyeri mata
  • Ada bercak pada mata

Selain itu, uveitis mungkin saja ditandai oleh ciri dan gejala uveitis lainnya yang tidak tertera di atas. Segera periksakan diri ke dokter manakala Anda mengalami satu atau beberapa dari gejala tersebut guna penanganan medis lebih lanjut.

Diagnosis Uveitis

Mengingat betapa berbahayanya uveitis, pemeriksaan dini perlu dilakukan agar bisa segera ditangani sebelum kondisi bertambah parah. Umumnya, prosedur diagnosis uveitis meliputi:

1. Anamnesis

Seperti pada umumnya prosedur pemeriksaan dan diagnosis penyakit, yang pertama dilakukan oleh dokter terhadap pasien dengan keluhan uveitis adalah anamnesis atau melempar pertanyaan seputar kondisi yang dialami.

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apa yang dirasakan?
  • Punya riwayat penyakit atau kecelakaan?
  • Apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien, dalam hal ini mata, dengan merujuk pada gejala umum uveitis seperti mata yang memerah, timbul bercak, dan kemampuan melihat mata.

3. Pemeriksaan Penunjang

Guna memastikan penyebab uveitis mata, sehingga bisa ditentukan jenis pengobatan seperti apa yang akan dilakukan, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan penunjang, yang terdiri dari:

  • Funduskopi, adalah tes untuk memeriksa bagian dalam mata
  • Tes ketajaman mata, adalah tes untuk mengukur tingkat ketajaman penglihatan mata pasien
  • Tes tekanan ocular, adalah tes untuk mengukur tekanan di dalam mata

Pengobatan Uveitis

Pengobatan uveitis mata disesuaikan dengan penyebab uveitis yang diderita pasien. Pada kasus di mana uveitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dokter akan memberikan steroid baik dalam bentuk pila tau obat tetes mata. Selain itu, pasien juga akan diberikan antibiotik guna mengobati infeksi tersebut.

Sementara itu, jika uveitis sudah bertambah parah, dokter mungkin saja akan melakukan tindakan operasi untuk menyembuhkan uveitis. Dua jenis operasi yang umumnya dilakukan adalah implant mata dan vitrektomi. Namun, prosedur ini dapat menimbulkan efek samping seperti glaukoma dan katarak.

Pasien juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E, yang mana ketiganya diklaim baik untuk mata.

Pencegahan Uveitis

Oleh karena uveitis dapat disebabkan oleh infeksi, maka melindungi dan menjaga kesehatan mata adalah car mencegah uveitis yang paling sederhana namun besar pengaruhnya. Tak hanya itu, hindari juga aktivitas-aktivitas yang berpotensi menyebabkan cedera pada mata, pun konsumsi alkohol secara berlebihan.