Usus Buntu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus?

usus-buntu-doktersehat

DokterSehat.Com– Peradangan usus buntu adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan sensasi nyeri luar biasa di dalam perut. Untuk mengatasinya, pasien biasanya harus menjalani operasi yang tentu membutuhan biaya yang besar dan proses pemulihan yang cukup lama.

Pakar kesehatan menyebut radang usus buntu sebagai masalah kesehatan yang lebih sering menyerang mereka dengan usia 10 hingga 30 tahun. Usus buntu juga cenderung lebih sering terjadi pada kaum pria dibandingkan dengan kaum hawa. Selain menyebabkan sensasi nyeri pada perut kanan bawah, penderitanya juga akan mengalami gejala penurunan nafsu makan, mual-mual dan muntah, dan demam tinggi.

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa mereka yang pernah menjalani operasi untuk mengatasi usus buntu cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus. Kenaikan risiko ini mencapai 14 persen. Sementara itu, kanker usus besar juga cenderung sering ditemui pada orang berusia lanjut yang pernah menjalani operasi usus buntu.

Pakar kesehatan kemudian menduga jika ada peran besar usus buntu bagi sistem kekebalan tubuh kita. Karena pernah mengalami peradangan sehingga harus diangkat melalui operasi, tidak ada lagi kelenjar yang diproduksi usus buntu yang sepertinya ikut berperan dalam mencegah terjadinya kanker. Selain itu, ada dugaan bahwa usus buntu ternyata ditinggali oleh bakteri baik yang berpengaruh bagi sistem kekebalan tubuh.

Sebagai informasi, kanker usus besar adalah penyakit kanker dengan kasus terbanyak ketiga di Indonesia. Berdasarkan data kesehatan pada tahun 2012 saja, setidaknya kasus kanker ini mencapai 12,8 orang per 100 ribu penduduk berusia dewasa. Hal ini berarti, 1 dari 20 orang di Indonesia berisiko terkena penyakit ini.

Data lain yang dikeluarkan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 silam mengungkap fakta bahwa kanker usus besar adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua bagi kaum pria dan terbesar ketiga bagi kaum wanita. Sekitar 30 persen dari kasus kanker usus besar dialami oleh mereka yang berusia kurang dari 40 tahun atau usia produktif.

Melihat adanya fakta ini, penderita usus buntu sebaiknya mewaspadai adanya kemungkinan terkena penyakit ini di masa depan dengan mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.