Terkena Kanker, Wajah Ustaz Arifin Ilham Menghitam

arifin-ilham-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/tmcpoldametro

DokterSehat.Com– Kabar mengejutkan datang dari uztaz kondang Arifin Ilham. Belakangan ini, sang ustaz mengaku telah didiagnosis kanker kelenjar getah bening dengan stadium yang sudah mencapai 4A. Dalam dua bulan terakhir, sang ustaz pun menjalani kemoterapi dan hasilnya adalah kondisinya kini telah pulih dan dipastikan terbebas dari kanker yang sebelumnya menggerogotinya.

Mengalami efek samping dari kemoterapi

Begitu didiagnosis terkena penyakit kanker kelenjar getah bening ini, Arifin mengaku langsung menuruti apapun yang diminta oleh dokter, termasuk menjalani kemoterapi. Hal ini memang berhasil membuatnya terbebas dari sel kanker, namun ia juga mengalami efek samping dari terapi ini, yakni wajah yang terlihat menghitam.

“Kemarin muka saya agak hitam. Terlihat bintik-bintik. Sekarang sudah bersih,” terangnya sebagaimana dikutip dari salah satu tayangan infotainment.

Penyebab kemoterapi memicu perubahan warna kulit

Pakar kesehatan menyebut apa yang dialami oleh Ustaz Arifin Ilham sebagai sesuatu yang wajar. Terdapat beberapa jenis efek dari kemoterapi. Salah satunya adalah hiperpigmentasi dengan gejala berupa kulit yang menghitam. Efek ini juga bisa terjadi di satu bagian tubuh atau bahkan di seluruh tubuh. Khusus untuk sang ustaz kondang, ia mengalaminya hanya di bagian wajah. Dalam beberapa kasus, penderitanya bahkan akan mengalami perubahan warna kulit pada lidah, jari, dan gusi.

Seringkali, efek samping pada kulit ini terjadi sekitar 3 minggu setelah menjalani kemoterapi dan berakhir pada 10 hingga 12 minggu setelah selesai menjalani terapi tersebut.

Hingga saat ini, belum jelas apa penyebab dari perubahan warna kulit akibat kemoterapi. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut hal ini sepertinya terkait dengan toksisitas langsung yang akhirnya mempengaruhi melanosit atau sel-sel yang berperan besar dalam menentukan warna kulit. Karena terkena peradangan saat terpapar kemoterapi, maka kulit akan mengalami perubahan warna. Meskipun biasanya kulit bisa kembali normal, dalam beberapa kasus efek hiperpigmentasi ini bisa membuat warna kulit gelap secara permanen.

Mengenal kanker kelenjar getah being

Kelenjar getah bening terdapat di dalam seluruh tubuh, namun kita bisa merabanya di beberapa bagian tubuh seperti pada leher, ketiak, bawah dagu, atau di sela-sela paha. Biasanya, kanker yang menyerang kelenjar getah bening tergolong dalam kanker yang ganas sehingga harus segera ditangani.

Gejala kanker kelenjar getah bening

Terdapat dua jenis kanker kelenjar getah bening, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non Hodgkin. Secara umum, kanker kelenjar getah bening memiliki gejala berupa benjolan yang muncul para kelenjar ini meskipun tidak terasa sakit, demam yang menggigil, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, tubuh mudah lelah, dan batuk yang terus muncul.

Berikut adalah perbedaan gejala dari kedua jenis kanker tersebut.

  1. Gejala kanker kelenjar getah bening limfoma non Hodgkin

Gejala dari kanker kelenjar getah bening limfoma non Hodgkin bisa berbeda-beda pada setiap orang, namun secara umum bisa dijabarkan sebagai berikut.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang bisa dirasakan di leher, ketiak, dan pangkal paha.
  • Rasa nyeri dan pembengkakan pada perut.
  • Mudah kenyang meski baru makan sedikit.
  • Nyeri pada dada yang disertai dengan sesak napas dan batuk.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Mudah berkeringat, khususnya di malam hari.
  • Mudah lelah dan mengalami anemia.
  1. Gejala kanker kelenjar getah bening limfoma Hodgkin

Penderita penyakit ini bisa saja terlihat sehat, namun mereka juga akan mengalami gejala yang khas seperti sebagai berikut.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang bisa dirasakan di leher, ketiak, dan pangkal paha.
  • Demam hingga menyebabkan sensasi menggigil
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Gatal-gatal yang berlebihan
  • Rasa sakit pada kelenjar getah bening setelah mengonsumsi alkohol.

Jika kita mengalami gejala ini, sebaiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk mengetahui apakah penyebabnya adalah kanker atau bukan.