Ustaz Arifin Ilham Meninggal, Seperti Apa Gejala Kanker yang Dialaminya?

ustaz-arifin-ilham-meninggal-dunia-doktersehat
Photo Source: instagram.com/alvin_411

DokterSehat.Com– Kabar duka datang dari Ustaz Arifin Ilham. Pendiri Pondok Pesantren Az-Zikra ini meninggal dunia. Berita Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia disampaikan langsung oleh sang putra, Muhammad Alvin Faiz. Beberapa tokoh seperti Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) juga mengabarkan hal ini di akun media sosialnya. Kenali penyebab dan gejala kankernya!

Penyakit Penyebab Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Ustaz Arifin meninggal pada Rabu, 22 Mei 2019 pukul 23.20 waktu Penang, Malaysia. Ia meninggal di usia 49 tahun.

Arifin Ilham diketahui meninggal saat sedang menjalani proses kemoterapi demi mengatasi kanker kelenjar getah bening stadium 4A. Sebelumnya, Arifin sempat terbebas dari penyakit ini pada 2018. Selain itu, Arifin juga diketahui pernah menderita kanker nasofaring.

Jenazah Ustaz Arifin akan dimakamkan di pesantren Az-Zikra yang ada di kawasan Gunung Sindur, Bogor. Hanya saja, belum jelas kapan proses pemakaman ini akan dilakukan.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Kanker kelenjar getah bening adalah kanker yang menyerang sistem limfatik tubuh. Kanker ini dikenal cukup ganas dan bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dengan cepat.

Berikut adalah beberapa gejala kanker getah bening yang umum terjadi:

  1. Berat badan turun drastis

Gejala awal kanker kelenjar getah bening adalah berat badan turun secara drastis dalam waktu yang singkat. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang mencoba untuk melawan sel-sel kanker hingga membuat energi terkuras dengan habis dan akhirnya membakar cadangan energi yang memicu penurunan berat badan.

  1. Demam tinggi disertai menggigil dan berkeringat

Demam tinggi juga bisa menjadi gejala awal dari penyakit ini. Hal ini menandakan sistem kekebalan tubuh yang sudah lemah sehingga rentan terkena infeksi yang menyebabkan gejala demam, menggigil, dan banyak berkeringat di malam hari.

  1. Mudah lelah

Penderita kanker getah bening juga cenderung mudah mengalami kelelahan tanpa alasan yang jelas dan terus-menerus meski sudah banyak beristirahat.

  1. Mengalami ruam dan gatal

Terganggunya fungsi kanker kelenjar getah bening bisa mempengaruhi proses detoksifikasi racun di dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan munculnya gatal-gatal dan ruam-ruam.

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Sel-sel kanker yang menyerang kelenjar getah bening akan menyebabkan gejala pembengkakan pada benjolan seperti pada bagian leher, ketiak, serta pangkal paha.

Gejala Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring terjadi pada bagian luar nasofaring yang posisinya ada di bagian tenggorokan atas, tepatnya ada di belakang rongga hidung. Kanker ini biasanya tidak menunjukkan gejala yang awal di fase-fase awal. Hanya saja, jika masalah kesehatan ini sudah sangat parah atau mencapai stadium akhir, akan menyebabkan beberapa gejala yang khas.

Berikut adalah beberapa tanda atau gejala kanker nasofaring yang umum terjadi:

  1. Hidung sering tersumbat dan mimisan

Penderita kanker nasofaring cenderung mengalami sensasi hidung tersumbat terus-menerus seperti tidak bisa dihilangkan. Selain itu, mereka juga sering mengalami mimisan.

  1. Telinga terasa berdengung

Penderita penyakit ini akan sering mengalami sensasi mendengung di telinganya. Dengungan ini bisa membuat telinga terasa penuh namun di satu bagian saja tanpa menyebabkan gejala nyeri. Fungsi pendengaran juga cenderung menurun.

  1. Penglihatan ganda atau buram

Gejala kanker nasofaring juga bisa dirasakan pada bagian mata. Kanker nasofaring bisa memicu gangguan saraf pada mata atau otak. Hal ini bisa memicu pandangan buram atau ganda.

  1. Munculnya benjolan pada leher

Jika kanker nasofaring sudah di tahap stadium akhir, biasanya akan memicu pembengkakan kelenjar getah bening yang ada di dalam leher. Gejala kanker nasofaring yang satu ini tentu sudah cukup mengganggu penderitanya.

  1. Sakit kepala atau infeksi telinga

Penderita kanker nasofaring juga cenderung mengalami gejala-gejala ringan seperti sakit kepala atau infeksi telinga yang cukup mengganggu. Hal ini biasanya jarang disadari oleh pederitanya dan dianggap sakit biasa.