Usia Muda Sudah Kena Prediabetes, Lakukan Hal Ini

gejala-kesehatan-yang-tidak-boleh-diabaikan-pria-doktersehat

DokterSehat.Com– Kita mengenal luas diabetes sebagai penyakit yang sangat berbahaya karena bisa memicu komplikasi yang mematikan. Hanya saja, banyak orang yang masih belum memahami prediabetes, kondisi yang membuat kadar gula darah di dalam tubuh lebih tinggi dari normal namun belum bisa dianggap sebagai kondisi diabetes. Masalahnya adalah kini semakin banyak anak muda yang terkena kondisi prediabetes ini akibat gaya hidup yang buruk.

Pakar kesehatan menyebut orang-orang dengan kondisi prediabetes sebagai calon penderita diabetes. Tak hanya karena kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula atau kalori, bisa jadi hal ini juga disebabkan oleh tubuh yang tidak lagi mampu memproduksi hormon insulin dengan cukup untuk mengolah gula tersebut. Tanpa adanya insulin yang cukup, maka kadar gula darah akan terus berada dalam kondisi yang tinggi.

Apa yang harus dilakukan jika di usia muda sudah kena prediabetes?

Jika sampai tubuh sudah mengalami gangguan sensitivitas insulin, orang yang sudah terkena prediabetes di usia muda bisa saja terkena diabetes tipe 2 dalam waktu kurang dari 10 tahun. Karena alasan inilah mereka yang berada di usia muda harus berusaha untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat demi mencegah datangnya diabetes dan membuat kadar gula darah kembali normal. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

  1. Menurunkan asupan karbohidrat

Orang Indonesia belum bisa kenyang kalau belum mengonsumsi makanan berkarbohidrat, namun bagi pengidap prediabetes, mau tidak mau mereka harus menurunkan asupan makanan berkarbohidrat sederhana seperti nasi yang bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Selain menurunkan asupan nasi, kita juga bisa mengganti sumber karbohidrat ini dengan karbohidrat kompleks seperti gandum atau ubi yang bisa membuat kenaikan kadar gula darah tidak begitu cepat sekaligus membuat kita kenyang lebih lama sehingga tidak akan mudah mengonsumsi camilan tidak sehat.

  1. Memperhatikan kadar gizi makanan

Selain mengubah asupan sumber karbohidrat, penderita prediabetes juga harus mulai memperhatikan keseimbangan makanan yang dikonsumsi. Sebagai contoh, mulailah menurunkan porsi nasi dan memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan. Adanya serat dari sayur dan buah bisa membantu perut kenyang sekaligus bisa membuat kadar gula darah lebih terkendali.

Menjaga pola makan yang sehat juga akan membantu menurunkan berat badan. Menurut pakar kesehatan, jika kita mampu menurunkan berat badan hingga 7 persen saja, maka risiko untuk terkena diabetes bisa ditekan.

  1. Tidur cukup

Penderita prediabetes tidak lagi boleh menyepelekan pentingnya tidur malam. Menurut sebuah penelitian, orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap harinya akan memiliki risiko terkena prediabetes 4 kali lebih besar hanya dalam waktu enam tahun. Dengan tidur dalam durasi 7-8 jam setiap malam, maka tubuh akan beristirahat dengan baik, tidak akan mudah terkena stres, dan membantu keseimbangan hormon, termasuk hormon insulin. Hal ini akan berperan besar dalam mengendalikan kadar gula darah.

  1. Tidak lagi merokok

Siapa bilang merokok tidak meningkatkan risiko diabetes? Dalam realitanya, merokok memang terkait dengan risiko penyakit ini. Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa kebiasaan merokok bisa memicu kenaikan risiko diabetes hingga 50 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Karena alasan inilah penderita prediabetes harus berhenti dari kebiasaan buruk ini.

Penderita prediabetes juga harus rajin berolahraga demi membantu pembakaran kalori di dalam tubuh yang bisa mempengaruhi berat badan. Dengan berat badan yang lebih ideal, maka risiko terkena diabetes akan menurun.