Urine Berbusa Saat Hamil, Waspada Pertanda Preeklamsia

doktersehat-toilet-ambeien-wasir-buang-air-besar-lancar-bab-Inkontinensia-Usus-kencing-berdarah

DokterSehat.Com– Mom, pernahkah mengalami kencing yang berbusa saat hamil? Jika ya, Anda perlu waspada karena kondisi tersebut merupakan salah satu gejala preeklamsia.

Penyebab urine berbusa

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan urine berbusa, di antaranya adalah adanya aliran urine yang lebih cepat dari biasanya. Ketika kandung kemih penuh, tekanan kandung kemih akan lebih kuat sehingga saat dikeluarkan dapat menimbulkan busa.

Penyebab lain dari urine berbusa adalah dehidrasi, infeksi saluran kencing, masalah penyaringan dalam ginjal, atau adanya zat tertentu di toilet yang dapat menyebabkan urine menimbulkan busa.

Urine berbusa tanda gejala preeklamsia

Preeklamsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang banyak dialami oleh para wanita. Beberapa tanda preeklamsia antara lain tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam urine.

Sebenarnya jika urine berbusa hanya dalam beberapa waktu, maka kondisi ini dianggap sebagai kondisi normal. Namun jika terjadi secara terus-menerus, maka protein yang keluar bersama urine menyebabkan kencing berbusa dan merupakan gejala preeklamsia.

Penyebab preeklamsia dan bahayanya pada kehamilan

Para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti preeklamsia, namun diduga kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah yang memasok darah ke janin. Selain itu preeklamsia juga diduga dipengaruhi oleh faktor genetik. Preeklamsia yang tidak ditangani dengan baik dapat berisiko bagi perkembangan janin dan dapat memicu keguguran dan kematian ibu dan janin.

Untuk memastikan penyebab urine berbusa saat kehamilan sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah, urine. Beberapa pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan rontgen mungkin diperlukan untuk mengetahui kemungkinan gangguan pada organ kewanitaan atau saluran kemih.

Jika Anda mengalami urine berbusa saat hamil, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter. Semakin cepat mendapat penanganan, semakin baik.