Urine Bau Setelah Makan Petai? Ini Penyebabnya

Photo Credit: Instagram/ jodeelem
Photo Credit: Instagram/ jodeelem

DokterSehat.Com– Petai masih jadi salah satu makanan favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Berbagai olahan petai bisa Anda temui dalam masakan Indonesia sehari-hari mulai dari sayur santan, tumis, hingga sambal petai. Memang petai mampu menambah cita rasa makanan, namun bagi Anda penggemar petai, harus siap menanggung risiko setelah menyantapnya. Selain bau mulut yang menyengat, urine Anda pun akan berbau tidak sedap. Mengapa?

Petai adalah makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan mengandung banyak serat. Makanan yang memiliki nama latin Parkia speciosa ini mengandung banyak serat, sehingga mampu mengatasi sembelit. Petai juga kaya akan kandungan mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium, besi, mangan dan kalium yang baik untuk tubuh.

Meskipun petai terbilang sangat kaya manfaat, petai juga mengandung sulfur seperti cysteine dan turunannya seperti glutathione, djenkolic acid, hingga thiazolidne 4 carboxylic acid. Kumpulan senyawa inilah yang akan keluar bersama dengan air seni setelah kita makan petai dan menimbulkan bau menyengat.

Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa petai menggunakan metode Gas-Chromatography (GC) and GC-Mass Spectroscopy (GC-MS). Studi ini menemukan bahwa petai memiliki beberapa kandungan yang mudah menguap seperti hydrogen sulfida, etanol, asetaldehida, serta 1,2,4-trihilane, dan komponen inilah yang memicu bau khas petai.

Uniknya, meskipun sebelum dikonsumsi bau petai tidak begitu menyengat, namun setelah dikonsumsi, petai bisa membuat urine menjadi bau tidak sedap.

Hal ini ternyata disebabkan oleh enzim pencernaan di dalam tubuh yang mengurai petai menjadi berbagai senyawa kimia. Salah satu senyawa itu menjadi methyl mercaptan yang dikenal berbau busuk. Senyawa ini yang kemudian diproses oleh ginjal dan keluar bersama urine dan menimbulkan bau menyengat.