Umur Berapa Bayi Bisa Duduk? (dengan Bantuan dan Tanpa Bantuan)

usia-berapa-bayi-bisa-duduk-doktersehat

DokterSehat.Com – Selama satu tahun pertama, bayi Anda akan mengalami perkembangan yang pesat dan signifikan. Salah satunya adalah proses duduk. Secara normal, umur berapa bayi bisa duduk? Banyak orang tua yang juga penasaran untuk mengetahuinya.

Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut dan temukan umur berapa bulan bayi bisa duduk. Selain itu, ketahui juga proses duduk bayi dan beberapa informasi seputar perkembangan proses bayi mencapai kemampuan duduk.

Proses duduk pada bayi

Mungkin masih banyak orang tua yang belum tahu tentang bagaimana sih proses bayi bisa duduk. Apakah bayi harus berdiri dulu lalu duduk seperti layaknya orang dewasa atau bagaimana?

Umumnya, bayi harus melewati proses mengangkat kepala lebih dulu. Bayi yang bisa menopang lehernya sendiri baru bisa maju ke tahap perkembangan motorik selanjutnya hingga proses duduk.

Setelah proses mengangkat kepala telah selesai maka ia akan memasuki proses belajar duduk sendiri. Selama masa itu, bayi mulai melatih otot-otot punggungnya. Kekuatan dan koordinasi otot punggung akan membuat bayi bisa duduk sendiri.

Ketika bayi mulai mampu mengoordinasikan otot-otot punggungnya, maka ia mampu mengatur tubuhnya untuk duduk. Setelah ia bisa duduk sendiri maka ia akan lanjut pada proses belajar merangkak dan berdiri sendiri.

Namun, pada beberapa bayi, proses duduk tidaklah demikian. Ada juga beberapa bayi yang bisa duduk setelah melewati proses merangkak. Ada momen di mana saat bayi sedang merangkak, ia akan berhenti sejenak lalu menggerakan tubuhnya ke belakang hingga bokong berada tepat di atas lantai.

Baca Juga: Ingin Ajak Bayi Berenang? Ketahui Manfaat dan Panduan Amannya!

Saat itulah punggung bayi yang sudah tegap bisa duduk sendiri. Selain itu, ada pula bayi yang bisa mencapai kemampuan duduk melalui proses bangun dari posisi berbaring. Bayi tertentu yang memiliki otot punggung yang kuat bisa bangun sendiri ketika ia berbaring.  Ketika bayi terbangun dari posisi berbaring, maka ia akan berada pada posisi duduk.

Jadi, tidak semua bayi memiliki proses duduk yang sama yah karena tahapan tumbuh kembang anak memiliki keunikan tersendiri. Ternyata, tidak hanya pada prosesnya, umur berapa bayi bisa duduk pun juga bisa bervariasi antar bayi.

Umur berapa bulan bayi bisa duduk dengan bantuan?

Selama bayi mendapatkan asupan nutrisi yang baik terlebih lagi mendapatkan ASI penuh dan tidak memiliki masalah tumbuh kembang maka ia akan mudah dibantu untuk duduk. Hal ini dikarenakan otot punggung bayi dalam kondisi yang baik.

Usia berapa bayi bisa duduk dengan dibantu? Bayi bisa dibantu duduk ketika ia berusia 6 bulan. Pada usia tersebut normalnya bayi memiliki otot punggung yang kuat sehingga bisa dibantu untuk duduk.

Bantuan tersebut bisa menjadi rangsangan atau stimulus motorik bagi bayi untuk belajar duduk. Bayi pun akan mengenal posisi duduk lebih dulu. Setelah usia 6 bulan, bayi akan dapat duduk sendiri tanpa bantuan.

Umur berapa bayi bisa duduk sendiri?

Sebelum bayi mulai bisa duduk sendiri, ia akan berada pada tahap belajar duduk sendiri dan duduk atas bantuan Anda. Bayi mulai belajar duduk sendiri saat ia berusia 4-7 bulan. Normalnya, usia 8 bulan bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan siapa pun.

Namun, perihal usia berapa bayi bisa duduk itu tergantung pada kondisi tumbuh kembangnya. Jika ia tidak memiliki masalah pertumbuhan dan perkembangan, maka bayi bisa duduk sekitar usia 7-9 bulan.

Jangan cemas dan khawatir jika bayi belum bisa duduk ketika ia sudah berusia 9 bulan.  Hal yang perlu Anda lakukan adalah memastikan ia mendapatkan nutrisi yang baik, rangsangan motorik dan kognitif, serta pastikan juga ia tidak memiliki masalah tumbuh kembang.

Jika Anda telah memastikan semua hal tersebut dalam kondisi bayi maka Anda tidak perlu khawatir terhadap tumbuh kembang bayi Anda. Bayi Anda akan duduk paling lambat di akhir bulan ke-9.

Mungkinkah bayi mengalami keterlambatan proses duduk?

Anda perlu tahu bahwa ada beberapa bayi yang bisa duduk melebihi usia 9 bulan. Bayi yang bisa duduk lewat dari waktu normalnya biasanya memiliki masalah tumbuh kembang.

Selain itu, bayi tersebut juga kurang atau telat mendapatkan rangsangan motorik. Bayi yang sering didiamkan berbaring di atas kasur cenderung mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Proses duduk pada bayi juga bisa terlambat apabila bayi mengalami kurang gizi. Bayi yang kurang mendapatkan gizi harian yang cukup cenderung merasa lemah otot sehingga otot punggungnya akan lambat untuk menyokong tubuhnya berada dalam posisi duduk.

Berat badan bayi yang berlebih juga dapat membuat bayi terlambat mencapai kemampuan duduk sendiri. Ada bayi yang bisa mengonsumsi susu formula dalam jumlah yang cukup banyak. Terlebih lagi, bila susu formula tersebut tinggi akan kandungan gula.

Hal tersebut membuat berat badannya lebih besar dari kisaran berat badan normal bayi seusianya. Bobot tubuh yang cukup berat tentunya membuat bayi kesulitan untuk menopang tubuhnya dan proses duduk pun terhambat.

Hal yang harus dilakukan ketika bayi terlambat duduk

Anda telah mengetahui umur berapa bayi bisa duduk secara normal baik dengan bantuan dan tanpa bantuan. Kisaran usia tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi Anda dalam menilai kondisi perkembangan bayi.

Baca Juga: Bukan Cuma Tren, 10 Manfaat Baby Spa untuk Bayi, Bisa Meningkatkan Kecerdasan?

Jika bayi Anda mengalami keterlambatan tubuh kembang, maka perbaiki asupan nutrisinya dan berikan perhatian serta rangsangan motorik. Namun, bila semuanya sudah diperbaiki dan tidak mengalami perubahan positif maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak.

Anda juga dapat mendatangi fisioterapis profesional. Fisioterapis profesional bisa mendeteksi adanya masalah otot dan tulang bayi Anda yang sangat erat kaitannya dengan proses duduk.

Di samping itu, fisioterapis andal yang ada di rumah sakit ibu dan anak bisa memberikan tindakan yang merangsang otot-otot tubuh bayi. Otot-otot bayi pun akan mengalami perkembangan melalui tindakan dan alat dari tindakan fisioterapi.